Tips Memilih Guest House Ala Backpacker

Tips Memilih Guest House Ala Backpacker

tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Tips Memilih Guest House Ala Backpacker, Guest house atau rumah sewa harian jadi solusi cerdas untuk tempat menginapmu bersama rombongan. Pasalnya jika dibanding menginap di hotel atau akomodasi lain, harganya akan lebih murah jika dihitung per orang.

1. KAPASITAS RUMAH DAN EXTRA BED
Karena memang dipilih sebagai tempat menginap untuk rombongan, kapasitas jadi salah satu hal yang jadi pusat perhatian saat memilih guest house. Kalau salah pilih, bukannya jadi lebih murah kamu malah terpaksa bayar lebih mahal untuk hitungan per orangnya.

Baca juga : Tips Traveling Ke Jogjakarta

Misalnya ketika kapasitas rumahnya bisa digunakan untuk 10 orang, tapi hanya dipakai untuk 4 orang dengan harga yang sama. Selain kapasitas normal sesuai jumlah tempat tidur yang tersedia, terkadang guest house juga menyediakan extra bed jika ruang-ruangnya masih memungkinkan. Bahkan, tak jarang kamu bisa temukan guest house yang memberikan extra bed tanpa tambahan biaya sedikit pun alias gratis!

2. SECURITY
Beberapa guest house terkadang juga memiliki penjaga 24 jam, bisa laki-laki atau perempuan. Penjaga laki-laki memang lebih bisa diandalkan untuk masalah keamanan. Tapi kalau masalah kebersihan, penjaga perempuan biasanya jauh lebih teliti. Selain menjaga keamanan dan kebersihan guest house, keberadaan penjaga rumah 24 jam pun cukup bisa diandalkan jika kamu perlu bantuan.

Dengan mudah kamu bisa bertanya tentang tempat-tempat wisata atau pusat-pusat kuliner di sekitar. Apalagi jika penjaganya ramah dan friendly. Namun terkadang keberadaan penjaga ini juga membuat kamu merasa kurang bebas dan kurang nyaman saat menginap karena merasa diawasi. Apalagi jika kamu kebetulan perempuan berhijab, bayangkan saja jika harus memakai kerudung setiap waktu ketika berada di luar kamar karena penjaganya laki-laki. Nggak nyaman kan?

3. DAPUR DAN PERALATAN MEMASAK
Nggak mau repot acara masak-memasak saat liburan, peralatan dapur mungkin dianggap tak terlalu penting. Gelas dan peralatan lain yang bisa digunakan untuk membuat teh atau kopi rasanya sudah cukup. Lain lagi jika dari rumah sudah berencana ingin mengadakan acara masak-memasak untuk menikmati quality time bersama keluarga.

Adanya peralatan dapur yang cukup lengkap mungkin jadi kebutuhan penting yang harus tersedia di guest house, kecuali jika kamu mau repot-repot membawa peralatan dapur dari rumah sendiri. Bagi keluarga yang kebetulan berlibur dengan membawa bayi atau balita, dapur juga menjadi fasilitas penting yang harus tersedia di tempat menginap. Karena para bunda tak perlu kesulitan jika harus membuat susu untuk putra putrinya yang masih kecil.

4. SARAPAN
Beberapa guest house terkadang memasukkan sarapan pagi dalam rincian biaya menginap per malam. Meskipun kadang jumlahnya terbatas dan tak sesuai dengan jumlah orang yang menginap. Lumayan kan untuk menghemat budget liburan? Kamu juga tak perlu susah-susah mencari sarapan saat perut keroncongan di pagi hari. Apalagi jika guest house tempatmu menginap jauh dari tempat-tempat makan. Namun ada pula guest house yang menyediakan sarapan dengan biaya tambahan. Bahkan beberapa tidak menyediakan sama sekali.

5. WIFI
Jika menginap di guest house dalam rangka liburan dan mencari momen quality time bersama keluarga, wifi mungkin jadi fasilitas tambahan yang tak terlalu penting. Koneksi internet via gadget masing-masing cukup lah ya? Namun bagi sebagian orang, koneksi internet atau wifi sama pentingnya dengan makanan sehari-hari. Misalnya bagi orang-orang kantoran yang berkunjung ke Jogja dalam rangka urusan pekerjaan. Wifi bisa jadi adalah salah satu sarana untuk menyelesaikan pekerjaan mereka.

Tips Traveling Ke Jogjakarta

Tips Traveling Ke Jogjakarta

tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Tips Traveling Ke Jogjakarta, Kawasan Jalan Malioboro Jogja merupakan salah satu tempat wisata paling laris di Jogja, apalagi pas musim liburan seperti ini. Maliboro terkenal sebagai sentral pariwisata kota Gudeg karena jalan ini merupakan jantungnya kota Jogja.

Sayangnya, banyak wisatawan yang mengeluh saat berwisata di kawasan Maliboro. Mulai dari harga parkir kendaraan yang tak wajar hingga kadang keluhan tentang pengalaman mereka saat berbelanja di pedagang kaki lima.

1. Parkir di Tempat Parkir Resmi yang Sudah Disediakan
Salah satu keluhan terbesar saat jalan-jalan ke kawasan Malioboro adalah parkir kendaraannya yang terkadang tak wajar. Parkir motor yang normalnya Rp. 2,000 dan mobil yang normalnya Rp. 5,000 tiba-tiba bisa melonjak tajam menjadi berkali-kali lipat. Tentu saja banyak pemilik kendaraan yang kaget dan mengumpat ketika diharuskan membayar Rp. 20.000 – Rp. 100,000 hanya untuk parkir kendaraan.

Baca juga : Tips dan Trik Belanja Murah di Malioboro, Yogyakarta

Hal ini sebenarnya tidak akan terjadi kok kalau kamu parkirnya di tempat parkir resmi yang sudah disediakan oleh pemkot Jogja. Tempatnya ada di kawasan parkir Malioboro, dekat dengan stasiun Tugu. Di tempat ini kamu bisa parkir baik mobil maupun motor dengan tarif yang wajar. Kalau pengen lebih aman lagi, parkir saja di dalam parkiran Mall Malioboro. Yang jelas, jangan parkirkan kendaraan kamu di parkiran-parkiran liar (biasanya ada di dalam-dalam gang) karena biasanya tarifnya gak wajar sih, apalagi untuk musim liburan seperti ini.

2. Jangan Malu Tanya Harga
Selain masalah parkir, masalah makan di lesehan Malioboro juga kerap kali jadi masalah. Banyak pelanggan yang kaget karena harga makanan yang terkesan gak wajar dan mahal banget untuk ukuran kota Jogja. Alhasil, mereka ramai-ramai memviralkan masalah ini ke sosial media. Memang sih, lesehan Malioboro terkenal mahal. Padahal makanannya biasa-biasa saja, seperti ayam goreng, gudeg, dan lain-lain. Tapi, karena target pemilik warung-warung lesehan tersebut memang para wisatawan yang ingin menikmati asyiknya makan di lesehan Malioboro, harga yang dipatok memang lebih tinggi dibanding dengan warung-warung sejenisnya di luar kawasan Malioboro.

Untuk menghindari shock di belakang saat membayar, kamu harus berani buang rasa malu dan tanya dulu harga untuk makanan yang ingin kamu pesan di depan. Kalau perlu, mintalah daftar harga dari warung lesehan tersebut. Eits, gak sampai di situ. Kamu juga harus kritis bertanya biar gak kena jebakan batman. Umpamanya di situ tertulis harga ayam goreng Rp. 20.000, kamu harus berani tanya, ini ayamnya aja, atau udah sama nasi, sambel, lalapan, dan sebagainya. Gak perlu malu untuk bertanya. Lah daripada malu bertanya nanti kamunya malah kaget suruh bayar ratusan ribu kan gak enak.

3. Berani Tegas ke Pengamen
Masalah pengamen juga jadi salah satu “penyakit” akut yang dibenci oleh wisatawan di Malioboro. Memang sih, Jogja dulu terkenal dengan musisi jalanannya yang memeriahkan suasana syahdu di Malioboro. Tapi, kalau pengamennya suka maksa-maksa dan gak berhenti silih berganti kan lama-lama kamu juga yang repot.

Kebayang gak sih baru enak-enaknya makan tapi di depan kamu pengamen datang silih berganti menghabiskan stok uang receh kamu? Kalau kamu memang merasa nyaman-nyaman aja, gak terganggu, dan masih punya uang receh/uang kecil untuk dibagi ke pengamen ya udah gak masalah. Tapi, kalau kamu udah gak punya uang receh lagi dan pengamen tetap datang ke kamu, kamu harus berani nolak, ya.

Kalau seumpama mereka tetap maksa, bahkan mengintimidasi kamu karena kamu gak memberikan uang pada mereka, jangan takut untuk tegas ke mereka. Kamu juga bisa melaporkan mereka ke UPT Malioboro jika tindakan mereka sudah benar-benar mengganggu. Tapi, gak semua pengamen di kawasan Malioboro seperti itu kok. Masih banyak yang benar-benar berniat menghibur dan gak memaksa jika memang kamu udah gak ada uang receh lagi.

4. Hati-Hati Jebakan Batman Becak/ Bentor
Wisatawan dari luar kota biasanya sangat tertarik untuk menelusuri kawasan Jalan Malioboro dengan mengendarai becak kayuh atau becak motor. Sayangnya, gak semua abang becak dan bentor di kawasan Malioboro niatnya tulus mengantarkan kamu jalan-jalan keliling Malioboro. Kasus yang udah sering terjadi adalah wisatawan ditawari naik becak/bentor keliling Maliobor dengan tarif murah. Wisatawan pasti tergiur lah.

Tapi, bukannya dibawa keliling Malioboro, wisatawan malah akan dibawa ke toko-toko oleh-oleh dan souvenir yang letaknya jauh dari kawasan Malioboro. Ini modus para pengendara becak/bentor sih biar penumpangnya belanja di situ. Biasanya abang becak/bentor mengejar fee atau uang dari toko-toko oleh-oleh dan souvenir karena telah membawa pengujung ke situ.

Kalau pengunjung belanja dalam jumlah besar, makin besar pula fee yang didapat oleh abang becak. Sebaliknya, kalau wisatawan yang dibawa ke situ gak belanja, si abang becak dapat zonk. Kebayang dong ya kalau kamu kena jebakan batman dan dibawa ke toko-toko seperti itu dan kamu gak belanja, kamu bakal disuguhi dengan wajah BT abang-abang becak dan kemungkinan terburuk adalah kamu bakal diturunin di tengah jalan. Meski gak semua abang becak di Jogja begitu, kamu tetep harus antisipasi, ya.

Kalau ditawarin keliling-keliling Maliboro oleh abang becak, kamu harus langsung jawab aja “Tapi saya gak mau kalau diantar ke toko macem-macem ya pak ya. Saya cuma mau ke Malioboro.”, atau kamu bisa juga bilang “Kalau nanti bapak berhenti di toko oleh-oleh saya gak belanja ya pak. Saya udah belanja kemarin”. Tapi sekali lagi, gak semua tukang becak seperti itu, ya. Banyak yang masih ramah, tulus, dan emang niat cari rejeki dengan mengantarkan wisatawan keliling-keliling Malioboro tanpa modus berhenti di toko-toko.

5. Jangan Malu untuk Menawar
Salah satu hal yang paling menarik tentang Malioboro adalah pedangang-pedagang kaki lima yang menawarkan souvenir-souvenir khas Jogja. Kalau kamu pas jalan-jalan ke Malioboro dan tertarik pengen beli souvenir-souvenir seperti kaos, gantungan kunci, atau apapun yang dijual di situ, jangan pernah malu untuk menawar.

Harga yang pertama ditawarkan oleh pedangang di situ pasti terbilang lumayan mahal untuk ukuran souvenir-souvenir di Jogja, makanya, kamu harus berani nawar. Tawar saja separuh dari harga yang ditawarkan oleh pedagang, kalau dia gak mau, beranjaklah pergi dan cari pedagang yang lain. Toh, sepanjang jalan Malioboro pedagang souvenir gak hanya satu-dua, tapi bener-bener banyak dan berjejer dari ujung ke ujung.

Meski demikian, kamu nawarnya jangan sadis-sadis, ya. Meski pedagang nantinya tetep ngotot menjual dagangannya dengan harga yang agak tinggi (kalau dibandingkan dengan harga souvenir yang dijual di luar kawasan Malioboro), ya udahlah pahamin aja kalau harga-harga tersebut adalah harga yang wajar untuk kawasan wisata padat pengunjung seperti Malioboro.

Trik Belanja Murah di Malioboro, Yogyakarta

Tips dan Trik Belanja Murah di Malioboro, Yogyakarta

tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Tips dan Trik Belanja Murah di Malioboro, Yogyakarta, Jalan Malioboro jadi daya tarik tersendiri bagi para turis yang tengah berlibur. Yap, sepanjang jalan yang menghubungkan Stasiun Tugu dengan pintu masuk Alun-Alun Malioboro, berjejer ratusan toko pernak-pernik tradisional.

Mulai dari pernak-pernik tradisional seperti batik, blangkon, keris hingga kaus ala distro lokal, Dagadu bisa kamu dapatkan dengan harga yang terjangkau. Lumayan kan buat oleh-oleh sanak saudara hingga teman di kota asal.

Tapi, kamu nggak bisa asal datang dan membeli berbagai pernak pernik dengan harapan dapat harga murah. Ada berbagai trik dan tips untuk menaklukkan perlawanan tawar menawar dari para pedagang.

Baca juga : 4 Titik Transportasi Ke Borobudur

Nah, buat kamu yang dalam waktu dekat ada rencana jalan ke Malioboro, Pegipegi punya tujuh tips yang bisa kamu lakukan agar dapat harga murah kala berbelanja di sana. Yuk, disimak!

1. BEKAL BAHASA JAWA
Hal yang paling penting saat melakukan tawar menawar adalah cara berkomunikasi. Yap, lataran kamu berada di Yogyakarta di mana Bahasa Jawa menjadi alat komunikasi sehari-hari, maka bekali dirimu dengan sedikit kosakata maupun kalimat. Dengan begitu, para pedagang akan segan dengan kamu dan enggan melempar harga tinggi. Minimal, bisa tanya “Iki regane piten, bu?” untuk harga barang.

2. TAWAR SETENGAH HARGA
Dari beberapa pengalaman, tiap pedagang bisa menaikkan harga hingga 20 sampai 30 persen per barang. Nggak terkecuali di kawasan Malioboro. Jadi, sebagai awal, kamu coba tawar harga barang di awal sebesar 50 persen atau setengah harga. Tujuannya untuk mengantisipasi sang pedagang melempar untung tinggi di awal.

3. TRIK TINGGAL PERGI
Tawar menawar adalah proses paling alot dalam sebuah transaksi. Seperti kebanyakan pedagang, para penjaja pernak-pernik di Malioboro punya berbagai jurus jitu buat mengalahkan tawaran kamu. Bagaimana cara menyerang balik? Yap, tinggal pergi saja! Jika kamu merasa tawaran sudah mentok, coba tinggal pergi sebentar. Biasanya, sang pedagang bakal memanggil kamu kembali untuk bernegosiasi lebih lanjut maupun menerima tawaran kamu.

4. JANGAN TERBURU-BURU
Kawasan Malioboro dihuni ribuan pedagangan kaki lima dengan berbagai macam barang yang ditawarkan. Jika kamu sudah cocok dengan barangnya, jangan terburu-buru menerima penawaran harganya. Coba bersabar sambil berkeliling mencari pedagang lain dengan barang yang sama dengan harga yang lebih murah. Toh, pernak-pernik yang ada di Malioboro nggak cuma dijual satu pedagang. Jadi, kuncinya cuma sabar, deh!

5. TANPA BUSANA ALA TURIS
Status kamu memang turis, tapi berpakaianlah dengan santai. Ketika kamu berencana berburu belanjaan, silahkan pilih busana yang santai namun tetap mewakili orang lokal di sana. Untuk cewek, kamu bisa pakai busana yang tertutup, sedangkan pria bisa pakai batik dengan bawahan celana bahan hitam. Intinya, kembali ke kearifan lokal ya.

6. JALAN KAKI SAJA
Kawasan Malioboro disesaki berbagai macam moda transportasi lokal, seperti becak maupun andhong. Kebanyakan turis pun tergiur buat berkeliling dengan menumpang kendaraan tersebut. Jika kamu ingin datang ke suatu toko di Malioboro dengan harapan dapat harga murah, lebih baik jalan kaki saja. Tujuannya, agar imej turis nggak melekat di diri kamu.

7. AJAK ORANG LOKAL
Jika kamu belum punya keberanian buat berbelanja sendiri tapi masih ingin dapat harga miring, coba ajak orang lokal! Ini gunanya kamu mencari kenalan di lokasi wisata sebelum memutuskan berangkat ke sana. Selain soal spot-spot menarik buat berbelanja, orang lokal pasti mengerti bagaimana meluluhkan para pedagang tersebut. Orang lokal yang dimaksud bisa teman maupun saudara yang tinggal di destinasi wisata.

4 Titik Transportasi Ke Borobudur

4 Titik Transportasi Ke Borobudur

tempatwisatadiyogyakarta.web.id – 4 Titik Transportasi Ke Borobudur, Candi Borobudur merupakan monumen Buddha termegah dan kompleks stupa terbesar di dunia yang diakui UNESCO. Lihat cara naik transportasi umum ke Borobudur dari Bandara Adisutjipto, Stasiun Yogyakarta / Tugu, Terminal Giwangan, Terminal Jombor, dan Malioboro.

Sebenarnya jarak dari Malioboro ke Candi Borobudur hanya sekitar 40 km atau 1,5 jam berkendara. Namun, bila ditempuh dengan kendaraan umum bisa memakan waktu sekitar 2-3 jam, tergantung jadwal keberangkatan dan kondisi lalu lintas.

Ada 2 transportasi umum dari Jogja ke Borobudur, yaitu DAMRI dan bus reguler. Bus DAMRI ber-AC dan bus reguler lebih murah, tapi non-AC.

Berikut info cara naik, tarif, jam operasional, dan jadwal 4 titik keberangkatan + Malioboro:

  • Bandara Adisutjipto
  • Stasiun Yogyakarta / Stasiun Tugu
  • Terminal Giwangan
  • Terminal Jombor

Malioboro
1. DARI BANDARA ADISUTJIPTO KE BOROBUDUR
Rute Bandara Adisutjipto – Borobudur dilayani oleh bus DAMRI. Bus ini termasuk PATAS (cepat dan terbatas), tidak berhenti di sembarang tempat dan ber-AC. Penjualan tiket bus DAMRI (telepon: 0877 3964 8492) terletak dekat area parkir utara bandara.

Baca juga : Daftar Angkringan Kopi Jos Terbaik Diyogyakarta

Rute : Bandara Adisutjipto – Magelang (turun di Pertigaan Palbapang lalu dijemput shuttle bus ke Borobudur)

Armada : Microbus Isuzu Elf ber-AC dengan 11 seats
Medium bus ber-AC dengan 21 seats
Jam operasional : 07.00 – 21:00
Jadwal berangkat : setiap jam
Tiket : Rp75.000
Waktu tempuh : 1,5 jam

2. DARI STASIUN YOGYAKARTA KE BOROBUDUR.
Rute Stasiun Tugu – Borobudur dilayani oleh bus DAMRI. Penjualan tiket bus DAMRI (telepon: 0877 3837 7950) terletak di arah pintu ke luar stasiun, dekat konter Dinas Pariwisata DIY.

Rute : Stasiun Yogyakarta – Magelang (turun di Pertigaan Palbapang lalu dijemput shuttle bus ke Borobudur)

Armada : Microbus Isuzu Elf ber-AC dengan 11 seats
Medium bus ber-AC dengan 21 seats
Jam operasional : 04.00 – 23:00
Jadwal berangkat : pukul 06:00
pukul 07.00
pukul 12:00
pukul 13:00
pukul 14:00
pukul 15:00
pukul 16:00
pukul 17:00
Tiket : Rp75.000
Waktu tempuh : 1,5 jam

3. DARI TERMINAL GIWANGAN KE BOROBUDUR
Ada 2 bus reguler yang melayani rute Terminal Giwangan (dan Jombor) ke Borobudur, yaitu Cemara Tunggal (11 unit) dan Ragil Kuning (5 unit). Biasanya ada tulisan Jogja – Jombor – Borobudur di kaca samping bus.

Rute : Terminal Giwangan – Terminal Jombor – Terminal Muntilan – Terminal Borobudur
Armada : Microbus non-AC dengan 27/28 seats
Jam operasional : 05:00 – 20:00
Jadwal berangkat : setiap 30-45 menit
Tarif : Rp20.000 untuk orang lokal, Rp30.000 untuk wisatawan asing
Waktu tempuh : 2 jam

Tak lama setelah tiba di Terminal Giwangan, bus berangkat menuju Terminal Jombor lewat Ring Road barat. Kursinya sempit dan kurang nyaman bagi orang dengan tinggi badan lebih dari 170 cm. Oya, kru bus juga tidak ada yang bisa berbahasa Inggris.

Bus ini akan berhenti di Terminal Borobudur yang berjarak sekitar 1,4 km dari pintu masuk Candi Borobudur. Anda bisa berjalan kaki sekitar 20 menit, naik ojek Rp10.000, naik becak Rp10.000 dengan kapasitas 2 orang, atau naik delman Rp20.000 dengan kapasitas 4 orang.

4. DARI TERMINAL JOMBOR KE BOROBUDUR
Bus yang melayani rute dari Terminal Jombor ke Borobudur adalah bus yang sama dengan yang melayani rute Terminal Giwangan – Borobudur sehingga tidak ada perbedaan rute, armada, jam operasional, dan jadwal keberangkatannya.

Tarif : Rp15.000 untuk orang lokal, Rp30.000 untuk wisatawan asing
Waktu tempuh : 1 jam

5. DARI MALIOBORO KE BOROBUDUR
Tidak ada rute khusus dari Malioboro ke Borobudur. Pilihan terdekat adalah jalan kaki ke Stasiun Yogyakarta (Stasiun Tugu) lalu naik DAMRI ke Borobudur. Namun, tidak ada jadwal keberangkatan bus DAMRI dari Stasiun Yogyakarta ke Borobudur antara pk 08:00 – 11:00. Dalam waktu ini, Anda perlu naik Trans Jogja rute 1A ke Bandara Adisutjipto dulu, lalu naik bus DAMRI ke Borobudur yang berangkat setiap jam dari pk 07:00 sampai pk 21:00.

Alternatif lain adalah naik bus Trans Jogja rute 3A ke Terminal Giwangan atau rute 2A ke Terminal Jombor lalu naik bus reguler ke Borobudur.

Demikian pula dari Stasiun Lempuyangan, dll. Anda harus ke salah satu dari 4 titik keberangkatan: Bandara Adisutjipto, Stasiun Yogyakarta, Terminal Giwangan, atau Terminal Jombor.

Daftar Angkringan Kopi Jos Terbaik Diyogyakarta

Daftar Angkringan Kopi Jos Terbaik Diyogyakarta

tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Daftar Angkringan Kopi Jos Terbaik Diyogyakarta, Nongkrong malam hari di Jakarta pasti yang terlintas adalah warkop alias warung kopi. Nah, kalau lagi di Jogja dan mau seruput kopi di malam hari pas banget mampir ke deretan angkringan kopi legendaris yang menyajikan menu kopi dengan arang panas atau biasa disebut kopi joss. Biar nggak bingung di mana sih bisa menikmati sajian kopi joss paling top di Jogja, mendingan simak dulu yuk rangkumannya berikut.

Angkringan Lik ManGedong Tengen
Angkringan kopi yang paling terkenal di Jogja ini jadi incaran utama para wisatawan yang penasaran bagaimana rasanya menyeruput kopi joss. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau, yakni kurang dari Rp 5k. Minum kopi joss hangat-hangat paling nikmat sambil ditemani jadah bakar dan tempe mendoan yang murah meriah. Mak nyus tenan!

Alamat: Jl. Wongsodirjan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta
Jam buka: 14.00-03.00 WIB

Angkringan Kopi Jos Pak AgusGedongtengen
Masih di kawasan angkringan kopi joss Tugu, satu warung yang juga tak kalah ramai ini menyajikan menu kopi joss yang sedap. Bukan cuma kopi hitam joss saja, tetapi kamu juga bisa pesan kopi susu joss dan es kopi susu joss. Serunya lagi banyak banget pilihan menu nasi kucing dan sate-satean di sini. Harga yang dibanderol juga ramah banget di kantong, yakni masih di bawah Rp 6k per porsinya.

Baca juga : Tips Memilih Guest House Ala Backpacker

Jam buka: 17.00-00.00 WIB

Angkringan Kopi Joss Mbak Siska
Menikmati suasana malam di Jogja rasanya nggak bisa sebentar. Biar nggak mati gaya, paling tepat sih menghabiskannya sambil nongkong bareng teman di angkringan. Termasuk di spot yang satu ini, kamu bisa pesan menu-menu terbaiknya seperti kopi joss dan kopi joss susu yang juga bisa disajikan dingin dengan es. Untuk menu makanannya beragam banget dari nasi kucing, gorengan, dan sate-satean. Harga yang ditawarkan tak lebih dari Rp 7k per porsinya, lho!

Alamat: Depan Stasiun Tugu, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta
Jam buka: 17.00-02.00 WIB

Angkringan Kopi Joss Lik No
Seperti halnya Lik Man, angkringan yang satu ini juga termasuk pelopornya menu kopi joss yang jadi hits di Jogja. Kopi plus arang panas yang cuma bisa kamu temukan di kota ini memang punya aroma yang unik. Menu murah meriah yang harganya hanya berkisar Rp 6k ini paling cocok disandingkan dengan nasi kucing dengan isian lauk yang beragam dan tentunya dengan sate dan gorengannya yang tak boleh terlupakan.

Alamat: Depan Stasiun Tugu, Sosromenduran, Gedong Tengen, Yogyakarta
Jam buka: 14.00-03.00 WIB

Angkringan Kopi Joss Mas Bagong
Segelas kopi hitam dengan tambahan arang panas yang merah membara pasti bikin siapa saja penasaran mencoba. Yuk deh mampir ke angkringan ini dan pesan seporsi kopi joss atau kopi joss susu yang dibanderol seharga Rp 5k saja. Sambil menikmati hangatnya kopi joss, mending sekalian pesan berbagai camilan murah meriah seperti nasi kucing, sate-satean, gorengan, dan aneka bacem.

Alamat: Jl. Jenderal Sudirman, Cokrodiningratan, Jetis, Yogyakarta
Jam buka: 16.00-02.00 WIB

1 2 3