5-Oleh-Oleh-Makanan-Khas-Yogyakarta-Yang-Berbentuk-Souvenir

5 Oleh Oleh Makanan Khas Yogyakarta Yang Berbentuk Souvenir

tempatwisatadiyogyakarta – siapa yang tidak kenal dengan kota berjuta pesona tersebut? Banyak hal yang bisa kita temukan saat mengunjunginya, mulai dari kebudayaan, kesenian, kesederhanaan, keramahan penduduk, makanan khas Jogja, hingga lokasi-lokasi wisata yang mengundang decak kagum. Dari segenap kekayaan yang ada, tak ada alasan untuk tidak sesekali mendatangi Jogja.

Apabila kamu sedang menghabiskan waktu di Jogja dalam berbagai rangka, mulai dari urusan kerja hingga liburan, jangan sampai kamu melewatkan salah satu kekayaan yang disuguhkan oleh Kota Budaya ini. Kemudian, jika beberapa hari ke depan kamu sudah harus berpisah dengannya, jangan sampai kamu lupa untuk membeli buah tangan spesial dari Jogja. Berikut rekomendasi dari kami mengenai oleh-oleh khas Jogja, mari simak artikel berikut.

1. Gudeg Kering Yu Djum

Gudeg-Kering-Yu-Djum-Oleh-Oleh-Khas-Jogja

 

 

 

 

 

 

Gudeg kering Yu Djum adalah oleh-oleh khas Jogja makanan yang dibuat dengan cacahan nangka yang belum matang (saat warnanya belum kuning) namun disajikan tanpa air. Sejarah dari berdirinya Gudeg Yu Djum dimulai tahun 1950 yang dijual di trotoar, namun semakin lama semakin berkembang dan kini membuka warung tetap bahkan memiliki cabang.

Bagi yang ingin menemui warungnya untuk membeli oleh-oleh khas Jogja yang enak ini, kunjungi saja Jalan Wijilan No. 167 Yogyakarta yang menjadi alamat utama dari produk olahan Yu Djum. Satu porsi gudeg, berisi gudeg itu sendiri, nasi, dan sambal krecek lalu ada pilihan lauk yang bisa diambil, misalnya telur rebus, tahu, tempe, ampela ati, dan daging ayam.

Untuk satu porsi gudeg plus lauk telur rebus, harganya sangat murah, yakni 10 ribu saja, sedangkan jika ditambah dengan dada ayam, harganya bisa naik 3 kali lipat. Ada juga porsi oleh-oleh yang dikemas dalam kendil dengan isi yang melimpah, mulai dari gudeg kering, sambal, 10 buah telur, dan satu ayam utuh. Dalam satu porsi khusus oleh-oleh, dihargai Rp150.000 hingga Rp200.000 dan bisa bertahan cukup lama karena dalam keadaan kering.

2. Pathilo

Pathilo-Khas-Jogja

 

 

 

 

 

 

Sebagai salah satu penghasil singkong terbesar, Gunungkidul berinovasi menghasilkan makanan bernama Pathilo untuk meningkatkan harga jual singkong. Pathilo dibuat dengan bahan dasar singkong dengan rasa gurih dan renyah. Pembuatannya adalah dengan cara mengupas singkong lalu membersihkannya, dan kemudian diparut untuk diambil sari patinya.

Untuk proses berikutnya, sari pati yang tadi sudah didiamkan beberapa jam kemudian dibumbui dengan bumbunya dan disimpan lagi selama 12 jam. Kemudian hasilnya dikukus dan dijemur sampai kering, biasanya dijual dalam bentuk seperti ini agar nanti bisa digoreng dirumah oleh pembelinya.

Setelah digoreng, warna aslinya putih, sedangkan pathilo yang telah diberi pewarna, maka ada yang memiliki warna merah. Satu kilogram pathilo mentah dihargai antara 6 ribu sampai 8 ribu rupiah saja. Untuk bisa mendapatkannya sangat mudah, karena di sepanjang jalan wisata dari dan ke Gunungkidul cukup banyak penjualnya di toko oleh-oleh, misalnya di Jalan Siono, Jalan Baron, Jalan Gading, dan ada juga di Pasar Buah Sambipitu.

3. Cokelat Roso

Penggemar cokelat sudah pasti ingin menikmati beraneka macam rasa cokelat dari penjuru dunia, begitu pula Indonesia. Di sana terdapat cokelat roso yang memiliki beraneka macam varian cokelat untuk dinikmati orang-orang dengan rasa khas dan berbeda dari kebanyakan.

Seperti varian terbaru oleh-oleh coklat khas Jogja ini yang memanfaatkan bahan-bahan yang biasa dipakai untuk membuat jamu untuk dijadikan perasa cokelat mereka. Bahan-bahan tersebut ada kunyit, gula asem, dan beras kencur yang kesemuanya jarang digunakan sebagai perpaduan cokelat. Unik, bukan?

Belum lagi olahan istimewa dari cokelat umum yang biasa ditemui, seperti dark chocolate, milk chocolate, dan white chocolate. Walaupun sudah pasti pernah dinikmati semua pecinta cokelat, namun ketiga varian di atas bila diracik oleh cokelat roso maka beda rasanya.

Belum cukup sampai disitu, karena ada produk lain bernama Cokelat Roso Butong yang memadukan segarnya buah dengan manisnya cokelat. Rasa cokelat buah-buahan yang disajikan toko dengan alamat di Jl. Sultan Agung no. 46 Yogyakarta ini misalnya mangga, durian, jeruk, pisang, kopi, apel, strawberry, blueberry, dan rasberry.

Baca Juga  :Informasi Mengenai WIsata Bukit Pengilon Yogyakarta

4. Cokro Tela Cake

Cokro-Tela-Cake-Khas-Jogja

 

 

 

 

 

 

Sama halnya dengan pathilo, Cokro Tela Cake juga ingin menambah potensi masyarakat dan meningkatkan nilai jual dari singkong. Sebenarnya Cokro Tela Cake adalah merek yang dibuat oleh Firmansyah Budi Prasetyo tahun 2009 lalu yang menyediakan kue dengan bahan dasar singkong. Lokasi toko cake ini berada di Jl. HOS Cokroaminoto 97.

Jika biasanya cake terbuat dari tepung terigu maka, di sana, cake dibuat menggunakan tepung yang terbuat dari singkong. Tepung tersebut kemudian diolah dengan sedemikian rupa untuk menghasilkan cake yang beraneka ragam, salah satunya adalah rainbow cake.

Kue-kue disana kemudian diberi perasa dengan rasa yang melimpah dan disukai semua kalangan, misalnya rasa cokelat, pandan, keju, stroberi, blueberry, hingga kacang almond ada di sana. Tidak hanya cake, ada olahan lain seperti bakpia, keripik, hingga kue kering ada di Cokro Tela Cake. Harganya sangat bersahabat, cukup dengan mengeluarkan uang mulai dari 10 ribu saja, kamu dapat menikmati olahan singkong yang berbeda.

5. Cokelat Monggo

Pendirian Cokelat Monggo diawali dari orang berkebangsaan Belgia bernama Thierry Detournay yang kecewa akan cokelat di Indonesia yang biasa-biasa saja. Kemudian lambat laun, ia ingin membuat produk cokelat yang enak dengan bahan seadanya di CV. Anugerah Mulia.

Setelah itu, lahirlah nama Cokelat Monggo yang diperoleh dari kata “Monggo” atau dalam bahasa Indonesia berarti “Silakan”. Uniknya cokelat ini memiliki kemasan dari bahan daur ulang bahkan telah bersertifikat FSC dengan gambar Indonesia banget, seperti Punakawan dan batik.

Jika kamu ingin membeli oleh-oleh khas Jogja ini, silakan kunjungi alamatnya di Dalem KG III/978 RT 43 RW 10 Purbayan, Kotagede yang juga memberikan kesempatan bagi pembeli untuk melihat pengolahan cokelat, karena di sekelilingnya hanya diberi kaca agar mudah dilihat. Pembuatan cokelat dari Jogja ini dibuat menggunakan bahan dasar premium dark chocolate.

Terdapat macam-macam varian cokelat, mulai dari white chocolate, marzipan, macademia, dan karamel. Bahkan untuk memikat pembeli, terdapat inovasi dengan mencampur mangga, red chili, dan durian. Harganya mulai dari 29 ribu sampai 100 ribu dalam satu kemasannya.