Latest Posts

Nongkrong Jadul Ala Anak 80an

Nongkrong Jadul Ala Anak 80an

tempatwisatadiyogyakarta.web.id Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Nongkrong Jadul Ala Anak 80an/ Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Nongkrong Jadul Ala Anak 80an

Yogyakarta sebagai kota pelajar dan salah satu kota tujuan wisata, tentu memiliki banyak tempat nongkrong yang unik dan instagramable. Salah satu tempat nongkrong yang unik bahkan nyentrik menurut saya adalah Kafé 80’s Bocor Alus.

Dari namanya saja sudah unik, pastinya tampilan Kafé 80’s Bocor Alus menyajikan suasana tahun delapan puluhan. Rencana untuk datang ke kafe ini sudah lama, tapi karena padatnya jadwal dan letak kafe yang lumayan jauh dari pusat kota, maka baru kali ini saya memiliki kesempatan menikmatinya.Kafé 80’s Bocor Alus berdiri sejak pertengahan tahun 2017 di Kabupaten bantul, tepatnya terletak di jalan Parangtritis KM 5,5, Tarudan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Buat kalian yang tidak hapal area Bantul jangan khawatir, karena kafe ini sudah ada di google maps. Tinggal ikuti saja petunjuk yang ada di peta, maka sampailah di kafe nyentrik ini.

Pemilik Kafé 80’s Bocor Alus adalah Bayu Arta Setiawan, seorang kolektor barang lawas era tahun 80an dan memiliki sekitar seribu koleksi.

Koleksi barang lawas yang digunakan sebagai bagian dari interior Kafé 80’s Bocor Alus tidak hanya sebagai hiasan semata, tapi pengunjung bisa membeli koleksi tersebut. Benda koleksi milik Bayu mulai dari radio hingga perkakas rumah tangga.

Lagu-lagu yang diputar di Kafé 80’s Bocor Alus juga merupakan lagu-lagu Indonesia yang hits di era tahun 80 dan 90-an. Mungkin anak muda zaman sekarang tidak familiar dengan lagu-lagunya, tapi percayalah lagu-lagu Indonesia pada era itu tidak norak-norak banget kok. Jadi masih bisa dinikmati semua generasi.

Bangunan Kafé 80’s Bocor Alus cukup mencolok, terdiri dari tiga rumah Joglo dengan berbagai interior warna-warna dan berbagai coretan maupun tulisan-tulisan lucu berbahasa Indonesia maupun Jawa di setiap sudutnya. Tak jarang quotes yang ditulis bisa membuat baper bagi yang membacanya.

Penerangan di kafe ini menggunakan bohlam-bohlam warna kuning. Kebetulan kami datang selepas maghrib, suasana Kafé 80’s Bocor Alus terkesan romantis karena penerangannya yang temaram. Cocok bagi yang datang bersama pasangan.

Baca Juga : Destinasi Anti Mainstream Di Jogja

Untuk menu makanan di Kafé 80’s Bocor Alus, sengaja diolah semirip mungkin dengan masakan rumahan. Ada sayur lodeh, sayur asem, tempe, hingga gorengan. Minuman seperti kopi dan teh tubruk juga dijual. Hampir semuanya dipatok dengan harga murah mulai Rp2.000 saja, jadi aman untuk kantong.

Kami pesan makanan ringan seperti nangka goreng dan onion ring crispy. Sedangkan minumnya kami sama-sama memesan es tape ketan. Total tagihan yang harus kami bayarkan untuk semua pesanan ternyata tidak sampai Rp40.000. Wah, senangnya! Harga yang bersahabat ditanggal yang menjelang dompet semakin menipis ini.

Selain harga makanan yang murah, Kafé 80’s Bocor Alus juga buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 23.00 WIB. Sangat cocok jadi tempat kumpul anak muda, juga orang-orang tua yang ingin bernostalgia.

Kafé 80’s Bocor Alus seperti mesin waktu, tempat ini bagi generasi 80-an bisa melemparkan kembali ke masa lalu. Sedangkan bagi anak muda, Kafé 80’s Bocor Alus membantu mereka untuk membayangkan bagaimana suasana di tahun 80-an.

Suasana kafe yang dekat dengan persawahan dan jauh dari bisingnya kendaraan membuat betah untuk tinggal berlama-lama. Untuk yang hobi foto, Kafé 80’s Bocor Alus bikin betah, karena setiap sudut kafe ini instagramable dan unik untuk dijadikan spot foto. Bahkan jika tidak ada model, foto kamu akan tetap catchy karena setiap sudutnya memiliki ciri khas.

Nah, buat kalian yang ingin mencari tempat nongkrong yang unik dan nyentrik, Kafé 80’s Bocor Alus bisa dijadikan pilihan. Selain untuk melepas penat karena aktifitas sehari-hari, bisa juga untuk bernostalgia.

Destinasi Anti Mainstream Di Jogja

Destinasi Anti Mainstream Di Jogja

tempatwisatadiyogyakarta.web.id Milih tempat di Jogja yang bisa ngebawa kalian ke tempat yang anti mainstream? Kali ini kami akan menunjukkan jalan ke tempat antimainstream di Jogja . Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Destinasi Anti Mainstream Di Jogja Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Destinasi Anti Mainstream Di Jogja

1. Menangkap Momen di Stasiun Lempuyangan, Keruwetan Sederhana yang Bernilai Istimewa
Kreator seni dan sastra akan menamai perjalanan sebagai pembelajaran. Tidak ada yang lebih dituju selain sumber ide berwujud ketenangan atau bahkan keramaian itu sendiri. Di Jogjkarta semua hal yang menyeret inspirasi, terlihat lebih berserakan dan menjamur. Stasiun lempuyangan sebagai salah satu titik awal dan akhir, menampilkan pesona urban yang bersahaja.Kesibukan di stasiun lempuyangan bukan berisi dengan keramaian sesak, meski orang berlalu lalang tanpa henti. Penduduk lokal yang berjalan tenang, turis lokal yang kebingungan menyeret – nyeret koper. Gambaran yang sangat mungkin dinikmati dengan sebuah kamera di tangan, sebuah buku catatan dan bolpoin, atau juga sebuah kertas sobekan dari buku sketsa.Apa yang kita dapat disana mungkin tidak sesegar alam pegunungan, tidak selapang garis pantai. Melainkan sesuatu yang terlalu biasa dan terlanjur menyatu dengan keseharian banyak manusia, tanpa perhatian lebih. Justru disitu lah letak magis stasiun lempuyangan. Menawarkan rutinitas yang memancing mata insan kreatif untuk melihat lebih jeli, atau memaksa mereka agar menikmati hal – hal sederhana secara lebih istimewa seperti yang telah jogja contohkan.

2. Berdialog dengan Lukisan di Bentara Budaya Jogjakarta
Menikmati karya seni, bisa jadi salah satu cara untuk menaklukkan keangkuhan sebagai pelancong saat travelling. Saat datang ke Bentara Budaya Jogjakarta – sebuah bangunan yang dari luar seperti sebuah rumah berarsitektur lampau, kita akan segera lupa jadwal yang telah disusun selama berlibur.Lukisan – lukisan yang dipamerkan secara berkala di sana akan menyedot pecinta seni untuk tidak pernah terburu – buru dalam berkarya. Termasuk setelah mendapatkan ide dan melakukan proses kreatif. Di sini pula, kita bisa melepaskan problem – problem realita hidup yang terlalu rasional, hanya dari mengawasi corak – corak abstrak berbagai lukisan yang dipajang.Sesekali kita juga membiarkan alam bawah sadar turut berbincang dengan goresan cat pada kanvas yang membentuk pola – pola tak beraturan. Kita tentu tidak butuh uang atau jenis materi apapun agar faham semua keindahan – keindahan itu. Kita hanya butuh waktu dan kejujuran untuk memahami diri sendiri agar bisa menangkap semua makna dari keindahan lukisan tersebut.

3. Menemukan Surga Kecil di Kebun Bibi
Kebun Bibi tidak terletak di pusat kota Jogja yang gampang disentuh oleh turis – turis pengejar eksistensi. Dia memang pilihan yang tepat dan secara signifikan ditujukan untuk orang yang benar – benar menyukai buku. Berlokasi di sebuah perumahan kecil, kebun bibi menyapa setiap pengunjungnya dengan suasana hangat dan intim.

Koleksi buku yang ditawarkan memang tak sebanyak toko buku pada umumnya, hanya beberapa rak saja. Tetapi, jangan khawatir, disini kita hanya akan menemukan buku – buku berkualitas. Semua buku disini juga bernilai orisinil dari berbagai negara. Konsekuensinya tentu saja bahasa pengantar seluruh buku yang berupa bahasa asing (tidak hanya inggris, ada beberapa yang berbahasa perancis, mandarin, dan latin).Ada dua pilihan yang ditawarkan untuk membacanya, kita bisa membaca langsung di lokasi sampai jam operasional kedai tutup, dengan ditemani berbagai kudapan dan selingan diskusi bersama pemilik. Ataupun cara kedua yang menjadi favorit sebagian pengunjung, yakni mengadopsi koleksi buku disana untuk dimiliki pribadi. Hanya berkisar lima belas ribu rupiah sampai tujuh puluh ribu rupiah, kita bisa membawa pulang buku tersebut.

Baca Juga : Traveling Seharian Di Jogja Dengan 20 Ribu

4. Kongkow Pintar di Eksotisme Kedai Basa – Basi
Jogja malam hari adalah waktu yang pas untuk orang – orang pintar tanpa jabatan dan seragam berkumpul. Kafe Basa – Basi adalah satu dari sekian banyak tempat yang mampu menghadirkan sastrawan lokal, seniman jalanan, para akademisi, kalangan penulis, untuk saling berdiskusi. Ditemani secangkir kopi atau teh yang mengepul, laki – laki dan perempuan disana membicarakan banyak hal tentang hidup dengan beragam teori dan pandangan filsafat.Kafe Basi – Basi juga serupa identitas yang dimilki oleh banyak kedai kopi lainnya di jogjakarta, yang bukan saja menyuguhkan kopi dan makanan, atau paling banter seperti kedai – kedai kopi di kota besar yang juga berjualan indahnya tempat kongkow sebagai spot foto. Melainkan sebuah kedai yang membungkus dirinya dengan elemen – elemen penyentuh rasa estetis seseorang melalui seni dan sastra.Kita tidak perlu heran dengan wajah kedai, kafe, bahkan yang sesederhana warung kopi di jogja yang menyublim sebagai galeri dan perpustakaan, justru ramai oleh pengunjung. Sementara kafe, kedai dan sejenisnya yang menawarkan konsep kekinian malah tidak berusaha diakrabi oleh banyak masyarakat.

5. Merenung dalam Keheningan di Lir Shop
Siapa sangka rumah asri yang kesepian di Jalan Anggrek, Kawasan Gondokusuman Jogjakarta ini mengandung banyak hal sempurna, untuk pecinta seni dan sastra?Ya, Lir Shop namanya.Sebuah rumah yang didalamnya menyimpan buku – buku koleksi kaya wacana. Bukan hanya itu, jika beruntung pengunjung yang datang akan bisa menikmati beberapa karya seni, karena Lir Shop juga menyediakan dua kamar dalam rumah sebagai galeri kecil bagi seniman lokal yang hendak melangsungkan solo exhobition.Lir, juga benar – benar sangat tepat sebagai tempat menyendiri. Suasana yang sepi dari hiruk pikuk akan memudahkan kita untuk memusatkan diri pada inspirasi. Suasana sepi disini bukan sekedar tagline dan dibuat – buat. Untuk itu, pengunjung yang hanya berpura – pura menyukai seni dan sastra, serta tidak terlalu suka sendirian pasti tidak akan mampu berlama – lama singgah di tempat yang begitu istimewa ini.

Traveling Seharian Di Jogja Dengan 20 Ribu

Traveling Seharian Di Jogja Dengan 20 Ribu

tempatwisatadiyogyakarta.web.id Daripada kalian punya uang 20 ribu dan dipake buat beli rokok sebungkus,gimana kalo kalian traveling seharian di Jogja.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Traveling Seharian Di Jogja Dengan 20 Ribu. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Traveling Seharian Di Jogja Dengan 20 Ribu

Hutan Pinus Mangunan, pas banget buat kamu yang pengen ngerasain embun pagi
Perjalanan “sebungkus rokok” kamu dimulai dengan Hutan Pinus. Hutan yang terletak di kecamatan Dlingo ini bagus banget buat kamu kunjungi pagi hari. Suasananya yang tenang pas banget buat mengawali harimu. Embun dinginnya ditambah cahaya matahari yang masuk ke sela-sela pepohonan pas banget buat dijadiin destinasi penghilang stres. Biayanya juga gratis lho. Kamu cukup nayar seikhlasnya dan juga parkir. Lagi hits banget nih di Instagram.

Habis menghirup udara segar di hutan pinus, saatnya kamu beranjak ke peninggalan sejarah satu ini, Candi Sambisari
Candi peninggalan Hindu ini terletak di Purwomartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Dengan tiket masuk seharga lima ribu rupiah, kamu udah bisa menikmati salah satu bangunan bersejarah ini. Karena tempatnya yang terbuka, maka waktu yang pas banget ke sini adalah sebelum siang, biar kamu nggak kepanasan dan bisa foto-foto dengan cahaya yang pas.

Siangnya kamu bisa mengunjungi Pulau Cemeti, kawasan dengan bangunan arsitektur bergaya Eropa
Tempat ini diberi nama Pulau Cemeti karena dulunya Taman Sari dikelilingi oleh danau. Meskipun sekarang danaunya udah berubah jadi perumahan warga, tapi Pulau Cemeti masih meninggalkan puing-puing bangunan bergaya Eropa. Bangunan ini dahulunya merupakan tempat perjamuan istana, yang terbangun atas dua lantai. Di sini kamu juga bisa menyusuri terowongan menuju mesjid. Dan masih banyak lagi. Ke sini kamu nggak perlu merogoh kantong terlalu dalam. Gratis soalnya.

Setelah puas melihat-lihat Pulau Cemeti, kamu bisa menyusuri jalan yang paling terkenal di Jogjakarta, Malioboro pastinya
Banyak orang bilang kalau kamu nggak menyusuri jalan Malioboro berarti belum sah kamu ke Jogja. Yaps, jalan yang ada di pusat kota Jogjakarta ini emang jadi destinasi para wisatawan. Kamu bisa berjalan kaki atau menggunakan becak. Mengunjungi destinasi paling populer di Jogjakarta ini kamu nggak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Tapi syaratnya kamu harus jalan kaki. Dijamin bakal nagih! Nggak bayar kok, tenang. Kecuali kamu mau belanja, ya terserah kamu itu sih.

Baca Juga : Panduan Lengkap Liburan Ke Jogja

Ngadem dulu yuk di Museum Gunung Api Merapi, jalan-jalan sambil edukasi
Dengan latar gunung Merapi, Museum yang didirikan 2010 lalu benar-benar berarti. Museum Gunung Merapi yang ada di Hargobinangun, Sleman ini menyimpan setiap kenangan letusan gunung gagah itu. Nggak cuma dalam bentuk visual, tapi juga benda-benda peninggalan sisa letusan. Jadi biar travelingmu juga ada nilai edukasi, kamu wajib ngunjungin museum ini. Tiketnya juga seharga tiga ribu kok.

Perjalanan “sebungkus rokok”mu bisa berakhir di sini, Tugu Jogjakarta yang melegenda
Nah, sebagai ikon kota Jogjakarta, kamu bisa mengakhiri perjalanan “sebungkus rokok”mu di sini. Ya, tugu Jogja emang terkenal di mata mereka yang pernah berkunjung ke sana. Apalagi dinikmati malam hari. Tugu ini semakin bikin kamu cinta sama Jogjakarta! Dan yang penting, kamu nggak perlu mengeluarkan biaya untuk menikmati ikon Jogja ini. Keren ‘kan?

Panduan Lengkap Liburan Ke Jogja

Panduan Lengkap Liburan Ke Jogja

tempatwisatadiyogyakarta.web.id Liburan Ke Jogja dengan budget 1 juta? Bisa kok bertahan 3 hari 2 malam! Mending langsung ambil cuti dehh! Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Panduan Lengkap Liburan Ke Jogja. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Panduan Lengkap Liburan Ke Jogja

1. Hal pertama yang harus disiapkan adalah TIKET
Tips paling murah adalah dengan menggunakan transportasi Kereta Api. Kereta Api Idonesia saat ini sudah bukan seperti kereta api jaman dulu guys. Sekarang naik ekonomi kita sudah dapat tempat duduk dengan fasilitas AC. Kamu bisa menggunakan transportasi ini untuk mengawali perjalan kamu. Posisikan diri kamu sebagai backpaker atau budget traveller.

Penulis nih misalnya, berangkat dari Kota Kediri – Yogyakarta dengan menggunakan Kereta Api Kahuripan. Berangkat dari Kediri pukul 13.13 WIB dan sampai di Jogja pukul 18.05 WIB di stasiun Lempuyangan Jogja. Harganya murah banget guys, cukup 80 ribu, jangan lupa kalian pesan juga untuk tiket pulangnya. Yang berarti, budget tiket kereta pulang pergi adalah sebesar 160 ribu rupiah, hanya untuk budget tiket pulang pergi. Guys, jangan dilihat bahwa kamu menggunakan kereta ekonomi. Yang terpenting bukan tentang kamu naik apa, tetapi bagaimana kamu menikmati perjalanan di dalamnya.

2. Pilih penginapan yang murah meriah terjangkau dari mana saja
Guys, dari stasiun lempuyangan kalian bisa menggunakan jasa ojek online untuk ke tempat penginapan selain harganya lebih murah dan irit, juga lebih cepat guys. Karena Jogja sekarang sudah mulai macet dimana – mana. Atau alternatif lain agar bisa tetap irit kalian bisa menggunakan Trans Jogja yang lokasi halte busnya juga gak terlalu jau dari stasiun lempuyangan. Nah, untuk masalah penginapan sebetulnya banyak sekali penginapan murah di Jogja. Mulai dari daerah sosrowijaya, prawirotaman dan juga daerah Sosromenduran. Dan tipikal masing – masing penginapannya unnik – unik banget guys.

Dan kali ini penulis mencoba menginap di salah satu penginapan yang lokasinya amat sangat strategis di daerah sosromenduran, lebih tepatnya di Th Ransel Munajat Backpaker yang lokasinya tepat di jalan Malioboro dibelakang Hotl Mutiara 1, ada gang masuk. Di sini tarif per malamnya dibanderol dengan harga 125 ribu per malam dengan tipe kamar private room,guys.Di dalam kamar untuk tempat tidurnya udah pakai bedcover, ada meja kecil, kaca rias dengan kipas angin dan non breakfast ditambah dengan fasilitas kamar mandi luar. Gak perlu khawatir, kamar mandinya banyak, dan bersih untuk kondisi kamar dan kamar mandinya. Hampir bisa dipastikan kalian harus booking jauh – jauh hari ya guys. Untuk lokasinya begitu keluar gang sudah langsung berhadapan dengan jalan legendaris yaitu jalan malioboro.Nah, untuk budget kamar tinggal hitung aja untuk malam dengan tarif 125 ribu per malam, berarti kalian harus merogoh 250rb untuk penginapan dengan durasi 2 malam. Jadi total pengeluaran kalian sementara ini untuk tiket pulang – pergi 180 ribu ditambah dengan penginapan 250 ribu adalah sebesar 430 ribu. Itu artinya kalian masih memiliki sisa uang 570 ribu,guys.

3. Selama di Jogja nggak perlu makan aneh – aneh. Cukup nasi kucing legendaris aja
Selain dikenal dengan wisata alam dan budayanya, Jogja juga begitu dikenal akan wisata kulinernya. Mulai dari gelato ice cream, gudeg, rondee, bakpia, penyetan, es dawet sampai dengan yang paling hitz dan wajib adalah angkringan. Untuk backpaker yang menghemat biaya, ini merupakan alternatif yang bisa dibilang worth it banget guys. Selain harganya yang bisa dibilang murah,kamu juga bisa dapat sensasi makan nasi kucing angkringan ditambah dengan kopi josh yang melegenda ditemani dengan cerita dari setiap orang yang kamu temui di angkringan . Untuk makan di angkringan kamu hanya perlu merogoh kurang lbih Rp 10 ribu untuk total (nasi kucing plus gorengan). Inget, gak perlu neko – neko,guys.

Dari sisa uang 570 ribu dikurangi Rp 60 ribu sampai dengan 60 ribu untuk makan kamu masih punya sisa uang 510 ribu, guys. Oya di hari pertama ini karena peulis sampainya adalah di jam malam, maka penulis memutuskan untuk jalan – jalan disekitaran malioboro dengan ditemani Lumpia Sambel Bawang legendaris yang tepatnya bersebelahan dengan hotel mutiara 2 guys. 1 lumpia spesial yang terdiri dari isian ayam suwir, sayur dan telur puyuh dibanderol dengan harga 5 ribu rupiah guys, dan semangkuk ronde. Sungguh nikmat mana lagi yang ingin kau hindarkan, guys.Tidak hanya itu, kalian bisa berjalan jalan disekitaran 0 km Jogjakata, yang selalu menjadi pusat keramaian,. Biasanya nih guys, disana ada beberapa sekelompok orang yang menawarkan jasa photo bersama denga orang – orang yang menggunakan pakaian prajurit ataupun robot dengan biaya kurang lebih 10 ribu guys. Terdapat beberapa properti tribut yang bisa kalian gunakan untuk mempercantik foto – foto kalian sesuai dengan gaya kalian.

4. Keliling Jogja di hari kedua dengan wisata sejarah
Nah setelah seharian kmarin karena perjalan kereta api ditambah jalan – jalan disekitar kawasan malioboro. Di hari kedua ini bisa kamu awali utuk berisata di tepat – tempat sejarah terdekat di sekitar kota Jogja guys. Bisa kamu awali dengan berwisata ke Taman Sari Watercastle Jogjakarta. Untuk menempuh perjalan kesini kamu bisa menggunakan ojek online (kurang lebih waktu itu biayanya kesini kena 4 ribu rupiah gaes, karena pakai promo voucher ojek online). Nah untuk masuk di kawasan ini kamu hanya perlu merogoh kocek 7.500 rupiah aja guys. Kecuali kalau kamu ingin menggunakan jasa guide lokal untuk menemani kamu sekaligus bercerita tentang sejarah taman sari. Oh iya, kalau kalian membawa kamera baik kamera digital pocket ataupun DLSR kalian akan dikenakan tiket tambahan sebesar 3 ribu rupiah.

Baca Juga : Wisata Kuliner Khusus Fans Berat Jamur

Selain objek taman sari yang instagramable banget untuk menghiasi feeds instagramu, kamu juga bisa mencoba melanjutkan perjalananmu ke Keraton Jogjakarta. Untuk menuju ke keraton kamu bisa menggunakan ojek online dengan harga kurang lebih sama ya guys. Kisaran 10 ribu rupiah sampai dengan 12 ribu rupiah guys. Biasanya di hari tertentu kamu bisa menyaksikan aneka pageelaran seni di dalamnya Keraton Jogjakarta memiliki jam huka pukul 08.00 sampai dengan pukul 12.00 WIB, dan dengan harga tiket 7 ribu rupiah kamu sudah bisa masuk ke dalam menikmati wisata sejarah di dalamnya. Setelah dari keraton kamu bisa mencoba untuk menikmati senja di Candi Ratu Boko. Untuk sampai ke Candi ratu Boko, kalian bisa menggunakan transportasi Trans Jogja dengan harga tiket 3.700 rupiah setelah itu melanjutkan dengan menggunakan ojek sebesar kurang lebih 20 ribu ruoiah . Untuk masuk e Candi Ratu Boko kamu perlu merogoh kocek 25 ribu rupiah aja. Di kompleks Candi Ratu Boko yang dibangun di abad ke -8 ini kamu bisa mendapatkan spot spot foto cantik yang siap menghiasi Instagrammu. Dan setelah itu untuk kembali pulang kamu bisa menggunakan transportasi Trans Jogja lagi guys.

5. Jangan lupa bawa bakpia sebagai oleh-oleh termanis
Nah untuk urusan oleh-oleh, kalian dapat membawa kue khas Jogja ini sebagai oleh – oleh untuk kerabat dan keluarga di rumah. Di Jogja sendiri saat ini Bakpia telah banyak mengalami regenerasi yang mana bakpia tidak hanya tersedia pada rasa original saja, melainkan disajikan dalam aneka rasa yang tentunya bikin kamu semakin cinta ama bakpia.

Harga bakpia sendiri bermacam – macam guys, tergantung dari merk dan berapa jumlah isiannya. Untuk sekotak bakpia original bisa dibadrol dengan harga Rp 30.000,0 dan untuk sekotak bakpia aneka rasa isi 20 di harga Rp 40.000,- untuk Bakpia Mutiara.

6. Sekarang saatnya menghitung berapa jumlah dana yang dikeluarkan untuk liburan singkatmu. Kalau masih sekita 1 Jutaan, kamu wajib berangkat!
KA Kahuripan Kediri – Jogja (Stasiun Lempuyangan) PP : Rp 80.000,- x 2 = Rp 160.000,-
Ojek Online Lempuyangan – Malioboro (penginapan) : Rp 16.000,-
Penginapan 2 malam : Rp 125.000,- x 2 malam = Rp 250.000,-
Photo di 0km : Rp 5.000,-
Makan 6 kali : Rp 10.000 x 6kali = Rp 60.000,-
Transport ke Taman Sari : Rp 12.000,-
Tiket masuk Taman Sari : Rp 7.500
Transport ke Keraton : Rp 7.000,-
Tiket masuk Keraton : Rp 10.000,-
Tiket Trans Jogja ke Candi Ratu Boko : Rp 3.700,-
Ojek ke Candi Ratu Boko : Rp 20.000,-
Tiket masuk Candi Ratu Boko : Rp 25.000,-
Oleh – oleh Bakpia Kotak Original : Rp 30.000,-
Oleh – oleh Bakpia Kotak Aneka Rasa : Rp 40.000,-
Gelato Ice Cream di Prawirotaman: Rp 25.000,-
Oleh -oleh Kaos Kata Kata di Malioboro @ 2 Kaos : Rp 65.000 x 2 = Rp 130.000,-
Kelas membatik singkat (include photooboth) : Rp 30.000,-
Total Biaya Keseluruhan = Rp 871.200,-
Nah, gimana guys? 1 Juta masih ada kembalian Rp 128.800 yang bisa dibuat sebagai uang pegangan selama perjalan pulang ke Kediri. Yakin dengan budget 1 juta kamu gak ingin mengukir kenangan dan melampiaskan rindumu di Jogja??

Wisata Kuliner Khusus Fans Berat Jamur

Wisata Kuliner Khusus Fans Berat Jamur

tempatwisatadiyogyakarta.web.id Buat kalian para pecinta jamur yang menginginkan cita rasa yang nikmat dan harga yang tidak terlalu mahal,maka Jejamuran Resto di Jogjakarta inilah rekomendasi buat kalian. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Wisata Kuliner Khusus Fans Berat Jamur. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Wisata Kuliner Khusus Fans Berat Jamur

Menjadi salah satu destinasi wisata favorit oleh banyak pelancong, Jogja memiliki berbagai macam pilihan kuliner yang nggak kalah menggiurkan. Kalau kamu tahunya hanya gudeg dan kopi joss, dapat dikatakan bahwa kamu belum benar-benar mengenal dan mengetahui kuliner Jogja dari ujung hingga ujung.Terletak di sisi utara pusat kota, tepatnya di Kabupaten Sleman, ada sebuah surga kecil bagi para pecinta olahan jamur bernama Jejamuran Resto. Tempat yang menyediakan berbagai macam olahan jamur dari makanan ringan hingga berat ini cukup terkenal, bahkan di telinga masyarakat luar Jogja. Penasaran kan seperti apa tempat tersebut? Baca sampai habis ya!

Tak banyak yang sadar lo jika ternyata Jejamuran Resto telah berdiri sejak tahun 90-an silam
Terkenalnya Jejamuran Resto ini ternyata bukan baru saja kemarin sore, namun telah ada dan berdiri sejak tahun 90-an lalu. Restauran olahan jamur yang berada di alan Pramuka No.53, Pandowoharjo pertama kali didirikan oleh seseorang bernama Ratidjo. Sejak awal mula berdirinya tempat ini pertama kali, bukan hanya sebagai tempat makan dan warung kuliner, namun juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat tentang jamur.Uniknya, dari dulu hingga sekarang, sang pemilik tetap mempertahankan tradisi dan kerahasiaan resepnya sehingga olahan jamur di tempat ini begitu eksklusif.

Jejamuran Resto hingga saat ini terkenal sebagai salah satu surga bagi para penikmat Jamur
Seperti dengan namanya, Jejamuran Resto menjadi salah satu surga bagi para penikmat jamur lantaran banyaknya variasi olahan jamur yang begitu nikmat di tempat ini. Mulai dari camilan-camilan ringan, sate jamur, tongseng, hingga banyak olahan lainnya dapat dengan mudah kamu temukan di sini.Bahkan, nggak cuma makanan aja lo yang dibuat dari bahan-bahan dasar berupa jamur di tempat ini. Beberapa menu minuman andalannya pun juga menggunakan jamur sebagai bahan campuran yang tentunya akan membuat sensasi berbeda saat larut ke tenggorokan.

Jamur yang dijual di tempat ini ternyata merupakan hasil yang berkualitas dari perkebunan pribadi
Selain memberikan suguhan olahan jamur yang begitu menggoda, ternyata Jejamuran Resto ini juga memiliki lahan sendiri untuk mengembangkan jamurnya. Dengan begitu, berarti mereka mengolah produk-produk tersebut dari langkah yang paling bawah, yaitu pembibitan jamur dan merawatnya hingga siap panen.Tak mengherankan jika jamur yang disuguhkan di tempat ini merupakan jamur-jamur yang berkualitas dengan pilihan-pilihan tertentu. Bahkan, pengunjung juga dapat belajar secara langsung bagaimana cara membudidayakan dan mengkonsumsi jamur dengan benar dan tepat.

Baca Juga : Hotel Jogja Dengan View Langsung Ke Laut

Bagi kamu yang punya sifat nggak sabaran, tenang aja karena pelayanan di tempat ini tergolong cepat dan ramah
Selain memiliki berbagai macam menu dengan cita rasa selangit, Jejamuran Resto juga memberikan pelayanan yang begitu ekstra kepada para pengunjungnya. Tampil dengan seragam batik yang menunjukkan kebudayaan lokal, para pelayan di tempat ini akan melayani semua pengunjung dengan ramah dan tentunya cepat dan sigap.Nah, bagi kamu yang sering nggak sabaran ketika makan di restauran, nggak perlu khawatir karena di Jejamuran Resto ini kamu akan dilayani dengan secepat mungkin.

Setelah selesai makan dan belajar tentang seluk beluk jamur, kamu juga bisa berfoto ria
Zaman sekarang, nggak lengkap rasanya kalau hanya makan-makan aja. Nah, di Jejamuran ini banyak memiliki spot yang cakep untuk berfoto ria lo. Salah satunya yang paling menjadi favorit para pengunjung adalah area penanaman jamur yang dibuat sedemikian rupa. Spot yang penuh dengan jamur yang masih segar ini nampak begitu natural dipadu dengan background kayunya yang serba coklat.Selain berfoto, kamu juga bisa menikmati terapi ikan di kolam kecil yang telah disediakan oleh pihak pemilik. Untuk menikmati fasilitas ini kamu tak perlu mengocek biaya lagi alias gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun. Enak banget kan!?

Nah bagi kalian yang penasaran banget gimana rasanya menikmati olahan jamur di surganya pecinta jamur ini, sesekali coba sempatkan untuk berkunjung ke Jejamuran Resto. Ditunggu ceritanya juga ya!

1 2 3 4 5 26