Latest Posts

wisata Gua Pindul

wisata Gua Pindul

Wisata Gua Pindul Yogyakarta – Wisata Gua Pindul merupakan salah satu wisata yang sedang populer di tahun 2013 hingga saat ini, dengan menyajikan keindahan staglatit gua yang masih tumbuh di langit langit gua dengan menyusuri lokasi wisata dengan menggunakan perahu ban karet, karena gua tersebut dialiri sungai bawah tanah dari mulut gua hingga ujung cave. Keindahan Gua Pindul, terkenal seluruh Indonesia hingga mancanegara telah membuktikan keindahan dari wisata gua Pindul Yogyakarta.

Wisata gua Pindul merupakan wisata yang terletak di desa Bejiharjo, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung Kidul. Gua Pindul merupakan wisata gua yang unik, lantaran di dalam gua terdapat aliran sungai bawah tanah yang memanjang dari mulut gua hingga ujung gua dekat dengan dam air. Gua pindul dibuka pada tahun akhir tahun 2010, gua Pindul termasuk jenis gua kapur.

Gua Pindul memiliki pemandangan eksotik yang tidak perlu diragukan lagi keindahan alamnya, oleh sebab itu hingga sampai saat ini sudah banyak ratusan hingga ribuan wisatawan telah berkunjung, salah satu destinasi tempat wisata Gunung Kidul ini. Wisata gua Pindul memiliki panjang gua sekitar 350 m, sedangkan untuk lebar mencapai 5 m. Untuk kedalaman air sungai gua Pindul, kisaran 5 hingga 12 m, tergantung intensitas air hujan.

Wisata gua Pindul memiliki khas yang berbeda dengan wisata gua lainnya, disini anda jarang melihat keeksotisan gua melainkan akan dibuat takjub oleh kilauan air sungai yang mengisi gua Pindul. Air tersebut merupakan sungai bawah tanah yang bermuara dari mata air gedong tujuh.

Gua Pindul Yogyakarta ini, terbagi 3 zona. 3 zona gua Pindul yakni zona terang, zona remang dan zona gelap. Zona terang akan memberikan kesan terang, sehingga wisatawan dapat menyaksikan keindahan gua secara langsung. Di zona terang, para wisatawan di izinkan untuk berenang dan mencari ikan yang cantik. Ikan ikan di gua pindul terbilang memiliki ukuran besar, namun tidak perlu khawatir ikan di goa Pindul dapat dikategorikan jinak.

Baca Juga :

Zona kedua pada gua Pindul adalah zona remang. Di zona remang hanya terdapat sedikit cahaya yang masuk dengan dibantu oleh pantulan air bening dari dinding goa Pindul, mampu menciptakan cahaya remang menakjubkan. Sedangkan untuk zona ketiga adalah zona gelap. Di zona gelap para wisatawan sulit untuk melihat suatu objek, namun dengan bantuan alat penerangan, anda dapat melihat sekeliling gua. Untuk menyusuri zona 3, hingga sampai ke ujung goa memerlukan waktu kira kira 45 menit.

Tepatnya bagian tengah goa Pindul terdapat suatu bagian ruangan yang cukup besar yang menarik untuk dinikmati. Pemandangan yang dipadukan dengan lubang diatasnya membuat bagian gua Pindul ini menjadi pusat perhatian. Pada bagian ini, anda dapat melihat secara langsung sinar matahari masuk sehingga membuat pantulan pantulan cahaya yang menakjubkan. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan sumur terbalik, lantaran tempatnya yang menarik menjadikan lubang ini digunakan keperluan latihan anggota tim SAR sebagai pintu masuk.

Sama hal nya dengan gua gua pada umumnya, goa Pindul memiliki stalaktit dan stalagmit yang memukau, namun yang membedakannya hanyalah kapasitas stalagit. Menurut para ahli geografis, stalaktit dan stalagmit di goa Pindul sudah berumur ribuan tahun, sehingga memiliki bentuk yang besar dan unik.

Dia gua Pindul stalaktit dan stalagmit menyatu tepat pada tengah tengah gua, membentuk seperti pilar yang terlihat kokoh dan besar. Ukuran dari stalaktit dan stalagmit ini kira kira 5 rentang orang dewasa. Lantaran ukurannya yang besar stalaktit goa Pindul, menjadikannya terbesar ke-4 di dunia. Hal yang sangat menakjubkan, dapat di lihat di wisata gua Pindul, wisatawan dapat melihat secara langsung kemegahan stalaktit yang terbentuk secara alami.

Selain menikmati pesona stalaktit dan stalagmit, para wisatawan juga dapat melihat keindahan lukisan ornamen di setiap dinding gua pindul yang menambah nilai keindahan dari wisata gua Pindul, dipadukan dengan cantiknya hiasan batu kristal serta moonmilk. Sebuah warisan alam memukau dengan keindahan lukisan berbentuk abstrak sehingga menambah keeksotisannya. Belum lagi ditambah dengan tetesan air pada dinding gua, seakan membuat lengkap keindahan dari wisata gua Pindul Yogyakarta.

Bila ingin menyusuri seluruh bagian gua Pindul, maka wisatawan memerlukan ban karet atau sering disebut dengan cavetubing, merupakan istilah yang sering digunakan dalam olah raga rafting. Aliran air sungai di goa pindul dikategorikan tenang, sehingga aman untuk dijelajahi. Lantaran aliran air sungai yang bersahabat, cavetubing di goa Pindul dapat dilakukan berbagai usia, mulai dari anak anak hingga dewasa, bahkan ibu hamil juga diperbolehkan. Hal ini disebabkan lantaran debit air pada musim hujan dan musim kemarau relatif sama.

Menurut kepercayaan penduduk sekitar, tetesan dari stalaktit ini akan membuat seorang wanita menjadi awet muda dan bertambah cantik alami, selain itu juga dapat menghaluskan kulit. Sedangkan khasiat untuk para pria, air dari stalaktit dapat menambah kejantanan vitalitas pria. Memang terkesan aneh dan mustahil, namun tidak ada salahnya dalam mencoba khasiat air tetesan stalaktit.

Rute Wisata Gua Pindul

Seperti yang telah dijelaskan diatas, bahwa wisata Gua Pindul ini terletak di kecamatan Karangmojo kabupaten Gunung Kidul. Anda cukup mudah untuk mengakses wisata goa Pindul ini apabila berada di kota Yogyakarta. Anda perlu melakukan perjalanan ke kota Wonosari, setelah itu dilanjutkan perjalanan ke desa Bejiharjo dan ikuti terus jalan aspal hingga sampai di wisata Gua Pindul Yogyakarta.

Objek wisata goa Pindul ini terletak di ujung jalan, sehingga bukanlah hal yang susah menemukan objek wisata alam ini. Lantaran akses lokasi wisata yang mudah, maka dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau pun menggunakan kendaraan umum seperti bus. Jalan menuju lokasi wisata yang telah beraspal semakin memudahkan wisatawan untuk berkunjung salah satu wisata terbaik di Yogyakarta.

Tips Wisata Gua Pindul

Agar mendapatkan liburan yang berkesan di gua Pindul Yogyakarta, maka ada baiknya ketahui beberapa tips berlibur di objek wisata gua Pindul. Berikut tips yang dapat membantu anda :

  • Sebelum melakukan menjelajahi gua Pindul menggunakan ban karet, maka cek terlebih dahulu pelampung yang digunakan.
  • Gunakan ban pelampung yang benar.
  • Disarankan bagi anda yang memiliki headlamp, untuk membawa alat bantu penerangan tersebut digunakan saat memasuki zona gelap.
  • Untuk mendapatkan momen yang pas saat menjelajahi gua Pindul, maka sebaiknya datang ke lokasi wisata sekitar jam 9 pagi. Selain belum ramai wisatawan lain, anda dapat menikmati cahaya masuk dari lubang gua Pindul. Saat pagi hari, air didalam gua tidak begitu dingin.
  • Datang lebih awal merupakan solusi baik, untuk menghindari keramaian pengunjung terutama saat liburan tiba. Maka rencanakan liburan anda dengan baik.
  • Banyak wisata sejenis yang berdekatan dengan Gua Pindul, oleh sebab itu, untuk mencari sensasi yang berbeda baiknya anda perlu mencoba wisata lain diantaranya ada gua Glatik, Kali Oya, Monumen Jendral
  • Sudirman dan Situs purbakala Sukoliman.
  • Bila memiliki dana lebih berlibur di goa Pindul, sebaiknya gunakan pemandu wisata yang kompeten dan terpercaya. Pemandu wisata akan memberikan informasi secara detail tentang wisata di Gunung Kidul terutama wisata goa Pindul.

Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran – Gunung Api Purba ini adalah gunung berapi yang aktif puluhan juta yang lalu, sekitar 60 – 70 juta stahun silam dan sekarang gunung ini dinyatakan sudah tidak aktif lagi. Gunung ini berbentuk bongkahan batu andesit raksasa membentang sekitar 800 meter dan setinggi 300 meter ini mulai banyak menarik perhatian para wisatawan. Setelah pengunjung sampai di lokasi, untuk beristirahat sudah disediakan pendopo yang berbentuk joglo.

Panorama wisata yang ditawarkan di pegunungan Nglanggeran ini meliputi Sunrise dan sunset matahari dan terbitnya bulan pada malam hari, jutaan bintang yang tersebar dilangit dapat kita nikmati pada malam hari, panjat tebing atau rock climbing yang menantang, keindahan alam berupa deretan pegunungan dan perkampungan penduduk yang menarik.

Tak jauh dari joglo tersebut anda akan menemukan 3 bangunan gardu pandang yang dapat digunakan untuk mengexplorasi pemandangan alam di gunung ini dari arah ketinggian. Gunung ini ternyata mempunyai beberapa macam gunung lagi di dalamnya yang mempunyai nilai sejarah dan historis yang tinggi.

  1. Gunung Kelir : Gunung ini berbentuk menyerupai kelir dan diyakini merupakan tempat tinggal dari Ongko Wijoyo dan Punakawan.
  2. Sumber Air Comberan : Merupakan mata air yang tidak pernah surut walaupun musim kemarau. Ditempat itu terdapat tempat pemujaan dan pertapaan yang digunakan oleh orang –orang terdahulu.
  3. Gunung Gedhe : Gunung ini merupakan gunung terbesar di antara pegunungan lainnya di pegunungan Nglanggeran. Para pendaki banyak menggunakan tempat ini sebagai tampat mengadakan aktifitas dan berkemah. Panorama akan sangat indah berada di tempat ini karena merupakan gunung tertinggi dan strategis yang berada di tenggah gunung Nglanggeran.
  4. Gunung Bongos : Gunung ini berwarna hitam seperti arang tempat meletakkan blencong.
  5. Gunung Blencong : Gunung ini menyerupai blencong yang dipakai untuk lampu atau penerangan kyai Ongko Wijiyo saat bersama Punokawan.
  6. Gunung Buchu : Gunung ini berbentuk lancip yang konon berasal dari puncak gunung merapi yang dipindah oleh punokawan. Gunung tersebut dibawa ke desa Kemadang Gunungkidul dipikul memakai kayu jarak, dan berhubung ditempat itu ada sumber air sebesar dandang maka gunung tersebut ditanam di tempat yang namanya sedandang. Gunung yang berbentuk lancip ini sering digunakan para pecinta alam dan pemanjat tebing. Sampai saat ini tercatat baru 3 team yang mampu menancapkan bendera di puncak gunung Buchu.
  7. Tlogo Wungu : Konon yang dapat melihat keberadaan tlogo ini adalah orang yang benar-benar bersih dan melakukan prihatin akan mengetahui yang terletak di sebelah timur gunung Nglanggeran. Konon tlogo tersebut merupakan pemandian bidadari, jika berhasil melihat tlogo tersebut akan mendapat canthing emas dan tlundak emas.
  8. Tlogo Mardhido : Tlogo tersebut konon diyakini sebagai tempat pemandian kuda sembrani tunggangan bidadari. Konon di situ terdapat bekas tapak kuda Sembrani yang membekas di batu.
  9. Talang Kencono : Konon sebagai talang air dari tlogo Mardhito hingga ke Jimatan Kotagedhe Yogyakarta.
  10. Pamean Gadhung : Menurut mitos pohon gadhung ini ujungnya sampai puncak gunung merapi. Kawasan ini sekarang ini banyak dihuni oleh monyet, kelelawar dan ular.

Sebuah legenda lain yang merupakan misteri yang unik di pegunungan Nglangeran ini adalah masyarakat yang tinggal di puncak gunung ini, KK nya atau kepala keluarganya semuanya harus berjumlah 7 KK saja. Lokasinya di tlogo Mardidho, dusun Nglanggeran wetan. Mayarakat setempat yang mendiami tempat tersebut meyakini dan mempercayai aturan yang sudah turun menurun dari sesepuh bahwa penduduk yang mendiami tempat ini harus berjumlah 7 KK saja. Jadi sampai saat ini rumah yang berada di tempat ini hanya terdiri dari 7 rumah saja.

Baca Juga :

Lokasi

Gunung Nglanggeran ini terletak di Desa Nglanggeran, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Akses

Saat ini belum ada jalur angkutan umum yang menuju lokasi gunung ini, sehingga anda harus menggunakan kendaraan sendiri maupun menyewa kendaraan. Sedangkan jalur untuk menuju obyek ini ada dua jalur yang dapat anda pilih :

  • Dari Wonosari : Bunderan Sambipitu – Dusun Bobung – Desa Nglanggeran.
  • Dari Yogyakarta : Bukit Bintang Patuk – Radio GCD FM – Desa Ngoro-oro – Desa Nglanggeran.

Harga tiket

Harga tiket masuk gunung Nglangeran sebesar Rp.7.000,- untuk sore, dan Rp.9.000,- untuk malam hari. Dan harga tiket dapat berubah sewaktu-waktu. Pengelola gunung api purba nglanggeran juga menyediakan paket wisata yang menarik jika anda berminat.

Fasilitas

Fasilitas yang terdapat di pegunungan ini adalah :

  • Posko Kesehatan
  • Pusat Informasi
  • Pusat Kuliner
  • Balai pertemuan
  • Fasilitas MCK
  • Home Stay
  • Jalur Pendakian
  • Tempat ibadah
  • Camping Ground

Wisata gunung api purba ini sangat cocok bagi anda yang berjiwa petualangan . Anda bisa mengadakan kegiatan kemping di bukit nglanggeran.

Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Wisata Air Terjun Sri Gethuk – Air Terjun Sri Gethuk merupakan air terjun yang terletak di Gunung Kidul, yang menawarkan pesona air terjun alami serta tak kalah indahnya dengan Grand Canyon di Amerika.

Ketika kamu akan berencana liburan ke Yogyakarta, sudahkah kamu menentukan tempat mana saja yang akan kamu kunjungi? Yogyakarta menawarkan berbagai pilihan tempat wisata yang dapat menjadi alternatif destinasi liburanmu. Mulai dari yang mainstream, hingga tempat-tempat wisata baru yang masih jarang tersentuh oleh wisatawan. Air Terjun Sri Gethuk adalah salah satu diantaranya.

Air Terjun Sri Gethuk memang merupakan tempat wisata yang dapat dikatakan cukup muda. Walaupun demikian, keindahan panorama alam yang dimiliki air terjun ini mampu menyedot minat wisatawan dari berbagai penjuru. Suasana alam yang masih asri, serta gemericik air terjun dapat membuat jatuh cinta bagi siapa saja yang melihatnya.

Secara administratif, air terjun tersebut terletak pada Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi, pengunjung setidaknya harus menempuh jarak kurang lebih 36 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Lokasinya juga tak jauh dari obyek wisata Goa Rancang Kencono.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sri Gethuk, wisatawan dapat mengambil rute jalan menuju Wonosari. Setelah tiba di pertigaan gading, ambil jalur menuju daerah Playen. Ketika berada di daerah Playen, banyak terdapat petunjuk arah yang memudahkan wisatawan untuk menuju ke tempat wisata tersebut.

Setelah itu wisatawan harus melakukan perjalanan melalui hutan kayu putih dan ladang kayu jati hingga tiba di area pemancingan. Dari sini pengunjung dapat memilih dua jalur yang tersedia, yaitu melalui jalan setapak atau naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas menyusuri Sungai Oya. Menaiki rakit dan menyusuri Sungai Oya merupakan keasyikkan tersendiri sembari menikmati keindahan sisi kanan dan kiri dari sungai tersebut.
Tak hanya itu, tebing-tebing karst yang kokoh seakan melindungi kelestarian alam dari jamahan tangan tak bertanggung jawab. Air sungai yang tenang berwarna kehijauan, dipadukan dengan udara sejuk menciptakan suasana asri yang menentramkan jiwa. Seolah rasa penat dari perjalanan panjang yang ditempuh sirna seketika.

Setelah menyusuri Sungai Oya, tibalah wisatawan pada tempat yang dituju yaitu Air Terjun Sri Gethuk. Akan nampak sebuah fenomena air terjun eksotis dengan derasnya air yang jatuh dari tebing-tebing tinggi ke bebatuan di tepi sungai. Bebatuan yang ada di bawah air terjun tersusun secara rapi, seolah dibuat oleh tangan-tangan terampil yang menambah keelokan dari tempat wisata ini.

Suara gemericik air seakan menjadi magnet bagi wisatawan untuk segera mandi dibawah derasnya guyuran air. Tebing-tebing sekitar dipenuhi dengan tumbuhan hijau yang menambah kesan alami Air Terjun Sri Gethuk. Wisatawan dapat dengan leluasa menikmati segarnya guyuran air terjun dari bawah.

Berkunjung ke air terjun ini, tak lengkap jika tak berenang di Sungai Oya. Airnya sangat tenang dan jernih, berwarna kehijauan serta sangat segar. Dangkalnya air juga membuat wisatawan merasa aman untuk berlama-lama berenang di sungai ini.

Menikmati panorama alam Air Terjun Sri Gethuk juga dapat menjadi pilihan menghabiskan waktu berlibur. Wisatawan dapat bersantai menikmati hijaunya alam sekitar air terjun, serta ditemani suara gemuruh air yang jatuh di bebatuan. Suasana di tempat wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin refreshing dari rutitnitas sehari-hari.

Fasilitas Air Terjun Sri Gethuk

Tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk memiliki fasilitas pendukung yang cukup memadai, seperti tersedianya toilet umum, penitipan barang, persewaan pelampung dan ban, persewaan rakit, warung-warung, serta mushola yang dapat digunakan wisatawan beribadah.

Terlepas dari jalan yang menjadi akses utama menuju lokasi wisata yang masih dalam kondisi seadanya. Hanya terdapat jalan setapak melewati persawahan, serta jalan di hutan kayu putih dan kayu jati yang masih perlu diperbaiki.
Air Terjun Sri Gethuk memang masih dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Pemerintah seharusnya ikut andil dalam pengembangan fasilitas di air terjun ini, mengingat potensi wisata yang cukup besar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Berikut adalah kegiatan dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan di Air Terjun Sri Gethuk.
Menikmati Keindahan Alam

Baca Juga :

Air Terjun Sri Gethuk menyimpan pesona alam yang memukau untuk dinikmati. Kamu akan disajikan keindahan alam yang masih asri dan alami. Dengan menaiki rakit yang terbuat dari drum bekas, kamu dapat melihat hijaunya tumbuhan serta tebing-tebing karst yang nampak indah disisi kiri dan kanan Sungai Oya.

Tak hanya itu, kamu bisa melihat air terjun yang eksotis dengan kucuran air yang tak pernah kering walaupun musim kemarau. Bebatuan dibawah air terjun tersusun secara apik dan alami, menambah keindahan air terjun tersebut. Jika musim penghujan, kamu juga bisa melihat fenomena munculnya pelangi dari air terjun yang terletak di Jogja ini.

Berenang dan Bermain Air

Ketika kamu mengunjungi air terjun, berenang dan bermain air seperti menjadi aktivitas wajib yang harus kamu lakukan. Kamu bisa merasakan segarnya guyuran air yang jatuh membahasi seluruh tubuh dari bawah air terjun. Airnya yang segar akan menghilangkan rasa penat dari perjalanan jauh yang kamu tempuh.

Kamu juga bisa berenang di Sungai Oya yang ada di Air Terjun Sri Gethuk. Karakteristik air yang tenang dan jernih, serta tak terlalu dalam menjadikan tempat ini favorit wisatawan untuk berenang. Jika kamu tak pandai berenang, kamu dapat menyewa pelampung dan ban yang telah disediakan oleh pengelola setempat.
Harga Tiket Masuk Air Terjun Sri Gethuk

Untuk memasuki kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk, wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp. 30.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk tiket ke tempat wisata Goa Rancang Kencono. Sedangkan untuk naik rakit, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000.
Sejarah Air Terjun Sri Gethuk

Sekilas ketika mendengar namanya, tentu sebagian orang mengira asal usul dari nama air terjun ini berasal dari gethuk yang merupakan salah satu camilan khas masyarakat Jawa yang terbuat dari singkong. Nyatanya keliru, kata Gethuk sendiri didapat dari kata Kethuk yang merupakan salah satu perangkat gamelan jawa.

Konon masyarakat mempercayai bahwa air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan perangkat gamelan Kethuk yang merupakan milik makhluk halus, yaitu Jin Anggo Meduro. Cerita tersebut masih dipercayai masyarakat setempat hingga kini. Bahkan pada waktu tertentu, masih sering terdengar suara-suara gamelan dari air terjun yang dibuka sebagai tempat wisata sejak tahun 2007 ini.

Pesona Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk memiliki pesona panorama alam yang sangat mempesona. Bahkan disebut-sebut keindahan alam yang ada pada tempat wisata ini tak kalah dengan Grand Canyon Arizona di Amerika Serikat. Air terjun ini berada pada perbukitan karst yang memang merupakan ciri topografi dari Kabupaten Gunung Kidul.

Jika berkunjung ke air terjun ini, sangat disarankan bagi wisatawan untuk menggunakan rakit menyusuri Sungai Oya. Memang sedikit menantang, namun semua itu akan setimpal dengan pemandangan alam yang ditawarkan. Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan hijaunya tumbuhan yang memenuhi sisi kiri dan kanan sungai.

Wisata Puncak Becici Yogyakarta

Wisata Puncak Becici Yogyakarta

Wisata Puncak Becici Yogyakarta – Satu-persatu objek wisata alam di Kabupaten Bantul , DIY hadir untuk menyemarakkan pariwisata di Jogjakarta. Bantul memiliki berbagai macam objek wisata yang sangat terkenal yaitu Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir Parangtritis, Goa Cerme, dan juga makam raja-raja di Imogiri yang seluruh objek wisata tersebut selalu dipenuhi wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah.

Saat ini pemerintah daerah setempat juga telah mengembangkan potensi wisata di kawasan timur kabupaten tepatnya di Kecamatan Dlingo yang wilayahnya berupa bebukitan yang banyak ditumbuhi ponon-pohon pinus. Beberapa objek yang terkenal adalah Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus Mangunan yang telah terkenal oleh banyak orang. Objek wisata yang terbaru di kawasan ini adalah kawasan wisata Puncak Becici.

Tempat wisata ini menawarkan banyak hal untuk para penggunjung yang menyukai ecowisata, seperti alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang masih segar dan dingin, ketenangan ditengah-tengah hutan pinus dan juga bisa merasakan sensasi naik ke atas pohon atau gardu pandang sembari memandangi keindahan alam dari atas pohon seperti yang ada di Kali Biru, Kulonprogo. Untuk bisa naik ke atas pohon tersebut penggunjung harus berjalan sekitar 100 meter terlebih dahulu dari parkiran ke Puncak Becici. Namun perjalanan menuju puncak tidak akan terasa jauh karena kawasan hutan pinus telah ditata dengan apik sehingga penggunjung berjalan membelah hutan pinus dengan tenang hingga sembari menikmati suasana hutan pinus hingga sampai ke puncak.

Baca Juga :

Sama seperti kawasan Kali Biru yang ada di Kulonprogo, Puncak Becici juga terdapat beberapa papan yang ada diatas pohon agar para pengunjung bisa naik keatasnya dan menikmati panorama alam yang ada di bawah. Tentu saja tidak ada Waduk Sermo dan deret Pegunungan Suroloyo yang akan dilihat para wisatawan tetapi pemandangan hutan-hutan yang masih tersisa, perbukitan yang membentang luas dan juga hijaunya sawah-sawah yang ada di bawah bukit. Jika takut naik ke atas gardu pandang, penggunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang ada di atas bukit.

Nilai lebih dari Puncak Becici adalah para wisatawan selain bisa menikmati pesona alam di puncak bukit, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan pinus yang damai dan tenang. Duduk-duduk di kursi yang telah disediakan sembari menyegarkan otak dari segala permasalahan yang ada dengan menikmati segala keindahan yang ada, memandangi pohon pinus yang menjulang tinggi, merasakan angin sepoi-sepoi dan juga menikmati segarnya udara yang bebas dari polusi.
Lokasi Puncak Becici:

Puncak Becici berada di Gunungcilik RT. 07 / RW. 02, Muntuk, Dlingo, Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperlukan waktu sekitar satu jam menuju lokasi ini dari pusat Kota Yogyakarta mengunakan kendaraan pribadi.

Tips Wisata di Puncak Becici:

  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Siapkan kamera Anda.
  • Jaga kebersihan di kawasan objek wisata.

Wisata Kebun Buah Mangunan

Wisata Kebun Buah Mangunan

Wisata Kebun Buah Mangunan – Wisata anti mainstream kali ini berada di Yogyakarta, memang Yogyakarta tidak ada matiya untuk urusan wisata. Bagaikan negeri di atas awan, Kebun Buah Mangunan berada di ketinggian 150-200mdpl, terletak di kecamatan Dlingo yang dapat ditempuh sekitar 1 – 1,5 jam dari kota Yogya.

Cara menuju Kebun Buah Mangunan

Untuk pergi ke Kebun Buah Mangunan dari kota Jogja, kamu bisa langsung berkendara menuju perempatan ringroad terminal Giwangan. Dari situ diteruskan ke jalan Imogiri Timur (arah selatan), lalu ikuti jalan Imogiri barat sampai pertigaan mentok dan dari situ kamu akan dituntun oleh papan petunjuk yang mengarahkan ke Kebun Buah Mangunan, mulai dari sini jalanan juga sudah mulai menanjak, teruslah melaju hingga menemukan gerbang masuk Kebun Buah Mangunan.

Setelah sampai di pintu masuk dan parkir kendaraan, perjalananmu belumlah selesai, kamu masih harus jalan kaki menapaki anak tangga menuju puncaknya kurang lebih 300 meter dari tempat parkir paling ujung (sampai jalanan untuk kendaraan mentok), setelah di puncaknya, rasa lelahmu akan terbayarkan, walaupun nanti pulangnya lelah lagi yah

Harga tiket masuk Kebun Buah Mangunan

Setiap orang diharuskan membayar tiket masuk hanya Rp 5.000 saja, setelah itu bisa leluasa menikmati area di dalamnya hingga puncak.

Ada apa saja di Kebun Buah Mangunan?

Hal yang paling menarik dari wisata Kebun Buah Mangunan tentu saja pemandangan pegunungan Sewu dan Sungai oyo yang menyatu membuat pemandangan yang sangat indah, apalagi saat kamu mengunjungi tempat ini di waktu yang pas saat kabut kabut tebal menyelimuti pegunungan tersebut, akan terasa berada di negeri atas awan!

Baca Juga :

Selain itu saat kamu berjalan kaki menuju puncaknya, kamu akan melihat di tempat ini ada area perkemahan, outbound, greenhouse, kolam pancing, serta berbagai koleksi pohon buah-buahan yang tidak boleh dipetik buahnya.

Bagaimana cara bertemu kabut di Kebun Buah Mangunan?

Kabut yang menyelimuti pemandangan pegunungan di Kebun Buah Mangunan tidak setiap hari ada lho, menurut pengelaman orang yang beberapa kali ke sana, cara menemui kabut kabut itu, kamu harus datang ke sana di saat matahari terbit dan di musim hujan, hal ini juga tidak menjamin kamu bertemu kabutnya, jika malam sebelum kamu mengunjungi tempat ini terjadi hujan, maka ada kemungkinan besoknya kamu bisa ketemu kabutnya.

Alamat Kebun Buah Mangunan Yogyakarta

Mangunan, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

1 24 25 26 27 28 29