Goa Jomblang

Goa Jomblang

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Gua Jomblang adalah tempat wisata terkenal di Gunungkidul, Yogyakarta. Gua Jomblang juga diklasifikasikan sebagai salah satu Goa kuno. Selain menawarkan keindahan gua di sini juga cocok untuk Anda yang ingin merangsang Arnalin.

Dari dalam goa kamu akan disuguhkan beberapa keindahan Goa Jomblang ini, diantaranya adalah cahaya yang masuk dari mulut Gua. Satu wisata di Gunung Kidul ini memang sudah lama terkenal di kalangan traveler dalam maupun luar daerah.

Di Goa Jomblang ini wisatawan akan menuruni mulut Goa sedalam 15 meter sampai 80 meter. Untuk wisatawan yang memilik keahlian caving pastinya sangat mudah untuk mencapai dasar goa ini. Untuk pemula tenang saja nanti oleh pemandu wisata akan diberikan pelantikan bagaimana cara caving ini sendiri.

Oh iya untuk masuk ke goa ini ada beberapa jalur yang wisatawan bisa lalui. Diantara jalur Goa Jomblang yang bisa di lalui dengan berjalan kaki memilki kedalaman 15 meter.

Pemandangan di dalam gua pun sangat berbeda jauh dengan di luar goa. Bisa di bilang didalam gua ini sangat cantik karena banyak tumbuhan dan ornamen gua yang menghiasi, diantaranya tumbuhan paku ornemen, batu kristal, stalaktit, serta stalagmit.

Selain itu di dalam gua jomblang ini juga ada sungai yang mengalir deras. Dari dalam gua ini banyak cahaya yang masuk dari celah maupun mulut goa sehingga membentuk mahakarya yang menakjubkan. Banyak wisatawan mengatakan bahwasannya cahaya ini adalah cahaya surga lho teman – teman.

Baca juga : 4 Titik Transportasi Ke Borobudur

Sejarah Singkat Goa Jomblang
Terbentuknya Goa Jomblang ini karena adanya perlarutan dan peruntuhan lapisan batu gamping yang berumum sekitar 15 – 30 juta tahun. Memiliki kedalaman 60 meter yang bergaris tengah 50 meter ke dasar lubang atau di sebut Sumuran. Sumuran ini ini terhubung dengan lorong mendatar yang berakhir di Luweng Grubug.

Luweng Grubug sediri adalah sumuran tunggal yang memiliki kedalaman 90 meter, merupakan sumuran terdalam di pulau jawa. Tak hanya itu ada aliran sungai bawah tanah yang menjadi daya tarik lain pada wisata Goa Jomblang ini.

Untuk harga tiket masuk ke Goa Jomblang ini kamu akan dikenakan tarif Rp. 450.000 sampai Rp.1.000.000. Memang tergolong mahal untuk harga tiket, karena kamu harus menyewa pemandu serta peralatan yang tak sedikit. Harga tiket ini berlaku hanya untuk satu orang saja. Lalu untuk harga parkir satu motor akan dikenakan tarif Rp. 3000.

Jika anda mempunyai peralatan caving sendiri mungkin biaya akan jauh lebih murah untuk masuk ke Goa Jomblang ini. Nanti anda atau dengan kelompok anda tinggal meminta izin saja ke kepala dukuh setempat.

Untuk lokasi Goa Jomblang ini berada di Jetis Wetan, Pacarejo, Semanu, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta . Waktu tempuh dari Kota Yogyakarta ke tempat wisata ini kurang lebih 1,5 jam perjalanan.

Untuk rute ke Goa Jomblang yang bisa kamu ambil adalah melalui Jl. Wonosari – Piyungan – Patuk – kemudian menuju ke Wonosari dan bisa anda lanjutkan ke Desa Pacareja. Atau untuk rute detailnya anda bisa klik Google maps ini untuk beberapa rute yang bisa kamu akses dari Jogja.

Dalam perjalanan diharapkan sangat berhati – hati bukan keren jalannya jelek, namun karena jalannya naik turun dan berkelok – kelok. Pastikan juga kendaraan yang anda naiki dalam kondiri baik atau layak di naiki.

Jika kamu ingin datang ke wisata Goa Jomblang ini sebaiknya datang pada pukul 08.00 – 12.00 siang. Karena pada jam – jam itu kamu akan mendapatkan pemandangan yang luar karena sinar matahari masih cerah.

Sedangkan Jam buka Goa jomblang ini mulai pada pukul 08.00 sampai 14.00 WIB. Saran kami datanglah pagi pagi sekali untuk menghindari macetnya kota jogja.

Fasilitas di Goa Jomblang Gunung Kidul

Untuk fasilitas di Goa jomblang ini antara lain adalah Tempat ibadah, Area parkir, dan Kamar mandi umum. Ada juga tempat penitipan barang dan persingahan yang disediakan oleh Kepala dusun setempat dengan biaya sukarela.

Itulah sedikit informasi tentan Goa Jomblang di Gunungkidul yang sangat mempesona. Semoga artikel ini bermanfaat untuk bekal atau tujuan wisata anda.

Hutan Pinus Mangunan

Hutan Pinus Mangunan

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Liburan di tempat yang sejuk dan teduh tidak diragukan lagi merupakan pilihan yang tepat karena dapat menghilangkan kelelahan. Jika tujuan memiliki udara segar, maka liburan menjadi lebih sehat.

Khususnya bagi mereka yang berdomisili atau berlibur ke Yogyakarta, destinasi yang menawarkan kesejukan, keteduhan, dan kesegaran udara seperti itu bisa dengan mudah dijumpai. Salah satunya adalah Hutan Pinus Mangunan. Hutan pinus ini terletak di Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasinya berada di kawasan perbukitan sebelah timur Kabupaten Bantul. Jarak dari pusat Kota Yogyakarta adalah sekitar 24 kilometer dengan waktu tempuh kurang-lebih satu jam perjalanan. Rute paling cepat adalah melalui Jalan Imogiri Barat.

Setelah sampai Kecamatan Imogiri, perjalanan diteruskan melalui Jalan Imogiri-Dlingo. Kondisi jalan akan melewati kawasan perbukitan. Nantinya saat sampai Desa Mangunan, tinggal ikuti plang menuju hutan pinus.

Di antara ratusan pohon pinus
Hutan pinus pun begitu mudah ditemui. Tidak perlu mblusuk berjalan kaki melintasi medan yang sulit karena jalan aspal nantinya sudah berada di tengah-tengah hutan pinus. Kawasan perbukitan tempat Hutan Pinus Mangunan berada memang merupakan tempat tumbuhnya pohon itu. Pepohonan pinus akan setia menjadi pemandangan di kanan-kiri jalan sepanjang perbukitan.

Beberapa destinasi wisata pun bermunculan di antara hamparan hutan pinus itu. Salah satu yang dikenal masyarakat luas adalah Hutan Pinus Mangunan. Sejak 2014, destinasi ini sudah mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Banyaknya foto-foto keren di antara hutan pinus yang ditampilkan pada berbagai media sosial seperti Instagram memang mampu menarik minat wisatawan, baik dari Yogyakarta, maupun luar daerah. Kini setiap hari libur, Hutan Pinus Mangunan selalu ramai oleh pengunjung. Selain menawarkan latar berfoto yang unik berupa jajaran hutan pinus, suasananya juga sejuk dan teduh sehingga sangat nyaman untuk dikunjungi.

Baca juga : Tips Memilih Guest House Ala Backpacker

Keindahan di tengah hutan pinus
Pengelola pun sudah menambah beberapa spot foto untuk membuat kawasan hutan pinus semakin menarik. Beberapa spot foto yang ada yakni seperti rumah pohon dan panggung sederhana.

Selain itu, jika mengikuti jalan setapak yang sudah disediakan pengelola, wisatawan akan tiba di bagian lain kawasan Hutan Pinus Mangunan. Tak hanya pohon pinus, tetapi ada pula taman bunga yang semakin mempercantik kawasan wisata. Taman bunga ini berada di sisi selatan kawasan Hutan Pinus Mangunan. Pepohonan pinus tidak begitu rindang di sini. Pemandangan ke arah selatan pun begitu terbuka yang menampilkan hamparan perbukitan di selatan Yogyakarta.

Ada pula situs sejarah bernama Watu Tumpang berupa batu besar yang berdiri kokoh meski hanya ditopang oleh batu kecil. Batu ini konon merupakan peninggalan Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar saat mendakwahkan Islam. Diceritakan dahulu masyarakat setempat sulit untuk menerima Islam. Sunan Kalijaga dan Syekh Siti Jenar kemudian berdoa dan meletekkan batu besar yang mampu berdiri kokoh di atas batu kecil sebagai bentuk kebesaran Allah SWT.

Sementara itu di seberang jalan aspal, telah dibangun panggung alam yang semua bagiannya dari kayu. Panggung ini pun berada di tengah hutan pinus dan sering digunakan untuk acara sekolah alam. Keunikan panggung alam pun menjadikannya sebagai spot foto favorit wisatawan. Kegiatan seperti foto pre wedding juga cukup sering dilakukan di panggung alam ini.

1 2 3