Rekomendasi Wisata Batik di Jogja

Rekomendasi Wisata Batik di Jogja – Jogja memiliki banyak serita yang dapat membuat orang sangat ingin mengunjunginya. Wisata di Jogja ini memiliki ciri khas khusus yaitu wisata batik. Selain di Malioboro, masih ada banyak tempat di mana kamu bisa berburu batik di Yogyakarta. Di mana saja? Yuk, simak selengkapnya tempat wisata batik di Yogyakarta berikut ini!

Rekomendasi Wisata Batik di Jogja

1. Mirota Batik

Dikenal dengan sebutan Mirota Batik, tempat ini sebenarnya bernama Hamzah Batik. Mirota Batik berada di seberang Pasar Beringharjo dan menjadi langganan banyak orang dalam mencari batik. Jika berbelanja di sini, kamu pun tidak perlu lagi menawar karena harganya sudah harga pas, ya.

Belanja di Mirota Batik rasanya pasti nyaman karena berada di dalam gedung berpendingin udara. Aroma dupa yang khas pun akan menemanimu dalam memilih batik di tempat ini. Oya, selain batik, Mirota juga terkenal dengan berbagai kerajinan tradisional, seperti patung, miniatur candi, wayang, dan sebagainya.

2. Pasar Beringharjo

Mau mendapat baju batik dengan harga murah meriah? Langsung aja datang ke Pasar Beringharjo. Wisata belanja batik di sini pun kamu bisa menawar harga, sehingga bisa mendapat harga lebih murah lagi!

Pasar tradisional ini telah berdiri secara permanen sejak 1925. Sudah lama sekali, ya! Hingga kini, pasar tersebut tidak pernah sepi. Selain batik, di pasar ini kamu juga bisa berbelanja sayur dan buah seperti halnya pasar tradisional pada umumnya. Kamu pun dapat menikmati jajanan pasar dan makanan tradisional serta berbelanja kerajinan tangan yang unik di sini.

3. Batik Yudhistira

Tempat belanja batik di Yogya yang satu ini menyediakan batik grosiran bahkan pembelian partai besar. Nah, jika kamu mau kulakan batik atau ingin membeli banyak batik untuk oleh-oleh maupun seragam, pas banget, nih, jika belanja di Batik Yudhistira yang berlokasi di Jalan Taman Siswa, Mergangsan ini.

Soal harga, jangan ditanya, deh. Pastinya dengan membeli grosiran kamu akan mendapat harga terbaik yang super murah disini. Tapi tentu saja disesuaikan juga dengan kualitasnya, ya.

Baca Juga :Jajanan Enak Khas Jogja Terenak

4. Kampung Batik Giriloyo

Ingin berburu batik tulis dengan motif khas Yogyakarta yang indah dan sarat sejarah? Datang saja langsung ke Kampung Batik Giriloyo yang terletak di daerah Imogiri. Kampung batik ini tidak hanya banyak didatangi wisatawan lokal tapi juga menjadi favorit para turis mancanegara.

Diperkirakan kerajinan batik tulis telah masuk ke daerah Giriloyo sejak abad ke-17. Secara turun temurun, penduduk Giriloyo yang menjadi buruh dan pengrajin batik hanya menjual batik setengah jadinya ke kota. Namun, sejak 2006, dibentuklah kelompok-kelompok pengrajin batik hingga pada akhirnya masyarakat mampu berdikari, dari membuat hingga memasarkannya di Giriloyo.

Jika ke Kampung Batik Girioyo, jangan lewatkan untuk menikmati paket wisatanya dengan mengikuti workshop pembuatan batik. Kamu akan diajarkan bagaimana proses membuat batik dari mencanting, merendam bahan dengan pewarna, merebus, hingga mencuci dan menjemurnya sampai jadi.

Wisata batik ke Kampung Batik Giriloyo pasti sangat menyenangkan, apalagi kamu bisa sekaligus refreshing sambil menikmati hamparan sawah dan bukit yang luas.

4

Jajanan Enak Khas Jogja Terenak

Jajanan Enak Khas Jogja Terenak – Jogja merupakan salah satu kota yang sangat terkenal dan sangat ramai pengunjung ynag berdatangan. Banyak kuliner serta wisata yang bisa kamu kunjungi disana. Berikut adalah rekomendasi jajanan khas Jogja yang harus kamu coba jika kesana

Onde-onde
Onde-onde, siapa yang tidak tahu? Jajanan pasar khas Jogja ini berbentuk bulat, garing, tetapi dalamnya begitu kenyal dan lembut. Yang paling unik dari onde-onde adalah luarannya yang bertabut biji wijen sehingga ketika dimakan akan memberikan sensasi gurih yang lezat. Harganya terjangkau, hanya Rp2.000 per buah.

Lupis
Lupis di Jogja yang paling terkenal ada di Jalan Bumijo, Nomor 50, Gowongan, Jetis. Biasanya disebut sebagai Lupis Mbah Satinem dan sudah ada sejak tahun 1963. Wah, sudah lama sekali, dipastikan rasanya sangat otentik ya dan diburu banyak orang. Harganya tentu saja begitu murah, yaitu hanya Rp5.000 saja per porsi.

Wedang Tahu
Wedang tahu menjadi jajanan pasar khas Jogja yang wajib dicoba ketika mengunjungi Kota Pelajar ini. Harganya begitu terjangkau karena bisa dibeli dengan Rp6.000 saja per porsinya.

Biasanya disajikan dalam mangkuk dengan sendok alumunium khasnya. Memang disebutnya wedang atau minuman, tetapi jika Sahabat mengonsumsi ini pasti merasa kenyang. Isinya kembang tahu yang disajikan hangat dengan kuah yang terbuat dari campuran jahe dan air gula merah sehingga rasanya manis-pedas dan menghangatkan tubuh.

Lumpia
Jika Semarang memiliki lumpia rebung, Jogja memiliki lumpia dengan berbagai isian, mulai dari bengkoang hingga telur puyuh loh. Lumpia ini biasanya ditemukan di Jalan Malioboro di depan toko Samijaya persis. Harganya sangat murah, hanya Rp3.500 hingga Rp4.000 saja per buah, tergantung isian yang Sahabat pilih.

Baca Juga :8 Air Terjun di Yogyakarta yang Segar dan Wajib Dikunjungi

Putu
Bunyi putu yang sedang dimasak tentu selalu terngiang di benak bukan sehingga ketika pedagang putu keliling lewat pasti akan mengenalinya. Kue ini memang sangat lezat dan banyak digemari. Di Jogja, jajanan pasar ini khas sekali untuk kota tersebut.

Cita rasa putu yang khas dengan gula merah dan taburan parutan kelapa sangat lezat jika dinikmati saat masih panas. Putu yang paling terkenal di Jogja bisa dijumpai di depan Gardena Department Store di Gondokusuman. Harganya hanya Rp2.000 per buah.

Jadah
Jadah menjadi jajanan pasar khas Jogja yang selalu diburu ketika lapar melanda. Jajanan ini berupa ketan dengan isian yang dibentuk kotak dan biasanya dinikmati bersama tempe bacem yang manis. Jadi, rasa gurih dan manis akan bercampur dan lezat di mulut.

Jadah paling lezat dikonsumsi ketika pagi atau malam hari. Biasanya disantap bersama segelas teh hangat tawar atau kopi panas. Harga jadah tentu saja sangat murah meriah, yaitu hanya Rp2.500 per buahnya.

Jenang
Jenang khas Jogja tidak seperti jenang pada umumnya yang mirip dodol Garut. Namun, dikemas dalam wadah yang terbuat dari daun pisang dan biasanya disebut picuk. Jajanan pasar khas Jogja ini terdiri dari bubur sumsum, mutiara, dan candil. Rasanya manis dan mengenyangkan.

Jenang yang paling terkenal bisa Sahabat jumpai di Jalan Hayam Wuruk, Tegal Panggung, Danurejan, Yogyakarta. Harga per picuknya sangat murah, yaitu hanya Rp4.000 saja.

Bagaimana? Pernah mencicipi satu dari 7 jajanan pasar khas Jogja tersebut? Atau bahkan sudah ketujuhnya? Atau malah belum sama sekali? Wah, jika belum, wajib mencicipi nih, Sahabat, karena rasanya sangat lezat.