Rekomendasi Beragam Wisata Candi di Yogyakarta

Rekomendasi Beragam Wisata Candi di Yogyakarta

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Tentu sudah bukan rahasia lagi kalau Daerah Istimewa Yogyakarta terkenal dengan aneka pariwisatanya. Yogyakarta seolah tak pernah membuat kita bosan untuk kembali berkunjung. Banyak hal yang bisa kamu eksplore seperti pantai, kuliner, dan pasarnya. Selain itu, Yogyakarta juga terkenal akan candi-candi istimewanya. Dengan arsitektur mewah kuno khas kerajaan Hindu dan Budha, berikut akan kami rekomendasikan kepada anda beragam wisata candi di Yogyakarta yang harus anda kunjungi :

1. Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan salah satu candi paling populer di Yogya. Candi Prambanan terletak kurang lebih 17 kilometer ke arah timur dari Yogyakarta.

Candi ini sangat mudah dikunjungi dengan menggunakan bus trans seharga Rp 3.500. Prambanan termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO, candi Hindu terbesar di Indonesia, sekaligus salah satu candi terindah di Asia Tenggara, lho.

Kamu dikenakan biaya masuk sebesar Rp40 ribu untuk dewasa dan Rp20 ribu untuk anak-anak. Terdapat beberapa fasilitas menarik seperti kereta kelinci, taman bermain, dan banyak lainnya.

2. Candi Ratu Boko
Tak jauh dari Candi Prambanan, kamu bisa mampir ke Ratu Boko. Ada tiket terusan yang bisa kamu dapatkan untuk langsung mengunjungi dua candi tersebut. Selepas puas dari candi Prambanan, kamu akan diantarkan menggunakan kereta kelinci menuju candi Ratu Boko. Harga tiket candi Ratu Boko juga sama yakni Rp40 ribu.

Sejarah meyakini bahwa Candi Ratu Boko merupakan bekas bangunan istana raja. Istana seluas 250 ribu meter persegi ini terdiri dari gapura utama, candi pembakaran, lapangan, kolam, pendopo, paseban, hingga goa.

Candi ini juga semakin ramai sejak film Ada Apa Dengan Cinta 2. Candi ini terlihat sangat cantik ketika matahari mulai terbenam.

3. Candi Ijo
Candi Ijo adalah sebuah kawasan percandian bercorak Hindu. Lokasinya berada empat kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 kilometer di sebelah timur Yogyakarta. Disebut Candi Ijo karena dibangun di sebuah bukit yang dikenal Bukit Hijau atau Gumuk Ijo sekitar abad ke-9.

Secara keseluruhan, kompleks candi merupakan teras-teras berundak, dengan bagian terbawah di sisi barat dan bagian tertinggi berada pada sisi timur, mengikuti kontur bukit. Candi Ijo merupakan yang tertinggi di Yogya, yakni berada pada ketinggian 375 meter di atas permukaan laut. Tiket masuk candi hanya dipatok Rp5.000.

4. Candi Plaosan
Kawasan candi Plaosan dibagi dua kelompok yakni Plaosan Lor dan Kidul. Candi Plaosan Lor memiliki dua candi utama yang dikelilingi 116 stupa perwara dan 50 buah candi perwara. Sedangkan, candi Plaosan diketahui memiliki beberapa perwara berbentuk candi dan stupa.

Candi Plaosan Lor dan Kidul hampir serupa jika dilihat dari jauh. Sehingga sampai sekarang candi Plaosan juga sering disebut Candi Kembar.

Kamu yang ingin menikmati wisata sejarah di sini hanya ditarik biaya sebesar Rp10 ribu. Spesialnya lagi, di candi Plaosan terdapat acara tahunan yang menampilkan berbagai macam tarian dari seluruh Nusantara.

5. Candi Kalasan
Candi Kalasan terletak di Desa Kalibening, Tirtamani, Kabupaten Sleman. Candi umat Buddha ini memiliki lapisan penutup candi yang dinamakan Bajralepa.

Bajralepa merupakan semacam plesteran di ukiran batu halus. Detil hiasan Bajralepa ini merupakan salah satu ciri Candi Kalasan, yang juga dijumpai pada Candi Sari.

Liburan ke sini sangat terjangkau, tiket masuk ke Candi Kalasan hanya Rp5.000. Setelah dipugar untuk diteliti, ada bangunan candi yang tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala.

Hal ini dikarenakan adanya batu-batu asli yang hilang. Bagian luar candi, terdapat relung yang dihiasi gambar dewa memegang bunga teratai.

6. Candi Sari
Candi Sari tak berbeda jauh dari Plaosan dalam segi bentuk dan relief. Candi Sari tak terlalu jauh dari candi Sambi Sari, Kalasan, dan Prambanan. Dulunya, Candi Sari merupakan suatu Vihara Buddha dan dipakai sebagai tempat belajar serta berguru bagi para bhiksu.

Candi ini berada di desa Bendan, Kelurahan Tirtamartani, Kecamatan Kalasan. Sesuai dengan nama desa tempatnya berada, candi ini juga disebut Candi Bendan. Hanya dengan Rp5.000, kamu bisa melihat candi berbentuk persegi panjang dengan ukuran 17,30 x 10 meter.

7. Candi Sambisari
Namanya memang mirip dengan candi Sari, namun candi Sambisari merupakan candi Hindu. Candi ini berada di Purwomartani, Kalasan, Sleman. Kamu bisa melihat peninggalan Kerajaan Mataram Kuno seluas 50 × 48 meter.

Harga tiket masuknya hanya sebesar Rp5.000. Kamu bisa melihat candi utama dengan tiga perwara (pendamping). Disediakan pula sebuah ruang informasi yang penuh foto-foto selama penggalian dan rekonstruksi di dekat candi.

Baca Juga : Rekomendasi Agrowisata Buah Terbaik di Jogja

8. Candi Barong
Candi Barong terletak di atas bukit desa Candisari, tenggara kawasan Ratu Boko, Prambanan. Dari pusat kota, candi ini bisa kamu singgahi dengan menaiki bus trans jalur 1A atau 1B.

Berhenti di halte Prambanan, lanjutkan dengan ojek, dokar, atau taksi ke kuil. Kamu akan dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000.

Candi barong merupakan peninggalan Kerajaan Medang yang bercorak Hindu. Candi Barong berfungsi sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu dan istrinya Laksmi yang juga dikenal sebagai Dewi Sri (Dewi kemakmuran pertanian). Candi Barong mempunyai tiga tingkatan tanpa adanya candi utama.

9. Candi Sewu
Candi Sewu terletak di Dukuh Bener, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten. Candi Sewu merupakan candi Buddha terbesar kedua di Jawa Tengah setelah candi Borobudur. Walaupun tidak berjumlah seribu (sewu), nama tersebut digunakan karena kisah legenda Loro Jonggrang.

Kamu yang sempat ke sini sebelum 2006, pasti merasakan perbedaan yang signifikan. Candi Sewu mengalami kerusakan akibat gempa besar pada Mei, 2006.

Kamu harus membayar Rp10 ribu untuk masuk ke kawasan candi. Tiap pintu masuk dikawal sepasang arca Dwarapala. Arca raksasa penjaga berukuran tinggi sekitar 2,3 meter.

10. Candi Gebang
Akses menuju candi Gebang masih cukup susah, karena minimnya petunjuk. Kamu harus bertanya kepada warga sekitar untuk bisa sampai ke Dusun Gebang, Desa Wedomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman. Candi Hindu ini mempunyai puncak berbentuk lingga setinggi 8 meter.

Penemuan candi Hindu ini berawal dari ditemukannya patung Ganesha oleh penduduk setempat pada bulan November 1936. Biaya masuk ke candi Gebang sebesar Rp5.000.

Rekomendasi Agrowisata Buah Terbaik di Jogja

Rekomendasi Agrowisata Buah Terbaik di Jogja

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Tidak hanya menyimpan berbagai kekayaan alam dan budaya yang unik saja, Kota Yogyakarta juga memiliki beragam agrowisata buah yang menarik untuk dikunjungi bersama keluarga, pasangan ataupun teman teman terdekat anda. Bagi anda para penggemar buah-buahan yang sudah bosan dengan wisata gunung dan pantai, tidak ada salahnya mampir sejenak ke kebun-kebun agrowisata ini. Penasaran? Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai rekomendasi Agrowisata buah terbaik di Jogja yang harus kalian kunjungi :

1. Desa agrowisata salak Bangunkerto
Kamu suka salak? Jika iya, desa agrowisata Bangunkerto yang berlokasi di Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman ini mungkin harus kamu kunjungi. Desa ini dikelola di atas lahan seluas 27 hektar.

Saat masuk ke kawasan ini, kamu akan disambut pohon salak yang berderet rapi di sepanjang jalan serta udara sejuk khas pedesaan. Desa yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani salak ini memiliki koleksi 17 varietas salak, seperti salak madu, pondoh super, pondoh hitam, pondoh merah, pondoh manggala, pondoh kuning, pondoh gading, pondoh gula pasir, pondoh klinting, bali, tanonjaya, semeru, dan beberapa varietas salak lainnya.

Di antara semua jenis tersebut, salak pondoh merupakan yang paling digemari karena rasanya yang manis. Selain pohon salak, di tempat ini kamu juga bisa menemukan berbagai jenis tanaman obat, seperti jahe, temulawak, kencur, dan masih banyak lagi. Selain bisa melihat dan memetik buah salak langsung dari pohonnya, di sini kamu juga bisa belajar tentang budidaya tanaman ini.

Ketika berkeliling di wilayah kebun, kamu biasanya akan dibimbing oleh seorang pemandu. Nah, waktu terbaik berkunjung ke tempat wisata ini adalah saat panen buah salak, yaitu antara bulan Mei-Juni atau November-Desember. Di luar waktu ini, buah salak di sini biasanya masih sedikit dan berukuran kecil.

2. Desa agrowisata salak Trumpon
Masih seputar salak, ada lagi desa wisata lain yang terkenal dengan salak pondohnya, lho. Desa itu bernama Trumpon yang terletak di Dusun Trumpon, Desa Merdikurejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman. Sama seperti di desa Bangunkerto, di desa ini kamu juga bisa berkeliling ke kebun salak, memetik dan memakan langsung buah salak, serta belajar mengenai budidaya buah salak.

Di sini, kamu juga bisa melihat keindahan panorama Gunung Merapi melalui gardu pandang yang tersedia. Gak cuma itu, kamu juga bisa menikmati berbagai hiburan lain seperti kesenian tradisional, paket memancing, outbound, dan tracking.

3. Taman agrowisata buah naga Kusumo Wanadri
Menempati lahan pantai seluas 2,5 hektar, agrowisata yang merupakan perkebunan buah naga ini berada di Desa Glagah, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo. Di tempat ini, ada dua jenis buah naga yang dibudidayakan, yaitu buah naga putih dan merah.

Di sini, kamu bisa berkeliling ke wilayah kebun sambil memetik buahnya, lho! Kamu juga bisa membeli produk olahan buah naga, seperti sirup atau selai yang banyak diproduksi dalam skala rumahan oleh penduduk sekitar.

4. Kebun buah langka Sedayu
Kebun ini berlokasi di Dusun Sundi Kidul, Kelurahan Argorejo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Di tempat ini, kamu dapat melihat beragam koleksi buah langka yang belum tentu bisa kamu temukan di tempat lain di Indonesia. Kebun ini memiliki sekitar 300 tanaman langka, yang didatangkan dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.

Beberapa buah langka tersebut di antaranya yaitu buah tin, anggur Brazil (Jaboticaba), blackberry, jeruk nagami, kacang amazon, dan masih banyak lagi. Gak hanya berkeliling dan melihat-lihat saja, apabila tanamannya sedang berbuah, kamu juga diperbolehkan mencicipinya.

Di sini, kamu juga bisa belajar menanam bibit buah langka atau membeli berbagai jenis bibit buah langka, seperti alpukat kendil, belimbing madu, cempedak, durian bawor, durian musangking, jambu air mawar jumbo, dan nangka madu.

5. Kebun Buah Mangunan
Kebun buah seluas 23 hektar ini berada di Kecamatan Dingo, Kabupaten Bantul. Kebun ini terletak di daerah perbukitan yang ditanami berbagai jenis tanaman buah, seperti buah belimbing, rambutan, dan durian. Agrowisata ini termasuk tempat piknik populer di Yogyakarta karena tempat ini gak pernah sepi oleh pengunjung. Kemudahan akses dan panorama di sekitar kebun yang menawan menarik banyak turis untuk datang.

Gak hanya kebun buah, kamu juga bisa mengunjungi spot menarik lain seperti spot perbukitan. Di sini, kamu bisa melihat keindahan matahari terbit atau sunrise. Jika kamu berkunjung ke sini pada pagi hari dan sedang beruntung, kamu juga bisa menikmati pemandangan kabut yang cantik.

6. Agromina Wisata Karangsari
Desa wisata ini berlokasi di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Desa Karangsari, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Di kawasan desa agrowisata ini, terdapat perkebunan salak. Kamu bisa memetik buah salak langsung dari pohonnya, serta belajar cara membudidayakannya.

Selain itu, kamu bisa juga mencoba berbagai kegiatan pertanian seperti kegiatan membajak sawah, memanen padi ataupun sayuran, belajar cara beternak sapi, kerbau, atau kambing, memberi makan, hingga memandikan hewan ternak tersebut.

7. Kampung Flory Sleman
Kampung wisata yang didirikan di atas lahan seluas empat hektar ini merupakan tempat rekreasi berkonsep agro yang saat ini tengah populer di kalangan masyarakat Indonesia. Kampung wisata ini terbagi menjadi tiga zona berbeda yang menawarkan tema wisata yang juga berbeda-beda.

Di zona pertama bernama Taruna Tani, kamu bisa melihat berbagai jenis tanaman buah dan tanaman hias serta berwisata kuliner. Di zona kedua yang diberi nama Dewi Flory, tersedia homestay dan pelatihan wirausaha agrobisnis.

Sementara itu, di zona ketiga yang dinamakan Agro Bush, terdapat wisata petik buah langsung dari pohonnya dan juga edukasi tentang tanaman yang dibudidayakan di sana. Hmm, menarik banget kan?

Baca Juga : Rekomendasi Wisata Malam Terbaik di Jogja

8. Agro Durian Banjaroya
Buat kamu pecinta durian, gak ada salahnya untuk mampir ke desa Banjaroya yang berada di Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonprogo. Desa ini terkenal dengan produksi buah duriannya, terutama jenis Menoreh.

Sebagian besar pohon durian yang ada di sini sudah berusia ratusan tahun. Kualitas buah yang ada disini juga sangat dijaga. Saat musim durian telah tiba, sering diadakan festival durian di tempat ini.

9. Taman Buah Nglanggeran
Taman buah Ngglangeran terletak di atas ketinggian 500 mdpl di Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Durian jenis montong dan kelengkeng menjadi komoditi utama di taman buah ini, meskipun ada juga tanaman buah lainnya seperti rambutan, kakao, dan alpukat. Di tempat wisata ini, kamu juga bisa menyaksikan keindahan gunung api purba dan embung Nglanggeran yang masih dalam satu kawasan.

10. Kampung wisata anggur Plumbungan
Agrowisata yang tergolong baru ini berlokasi di Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul. Agrowisata ini berupa kawasan kampung yang memiliki banyak tanaman anggur. Varietas anggur yang dibudidayakan adalah Ninel yang didatangkan dari Ukraina.

Anggur jenis ini memiliki kelebihan yaitu gak mengenal musim panen sehingga bisa berbuah sepanjang tahun. Di sini, kamu bisa memetik langsung buah anggur yang memiliki cita rasa manis. Kalau kamu ingin memetik buah anggur, akan dikenakan biaya sesuai dengan bobot anggur yang dipetik.

Di tempat ini, kamu juga bisa mendapatkan edukasi singkat mengenai budidaya anggur langsung dari pemilik kebun. Buat kamu yang ingin menanam pohon anggur di rumah, kamu juga bisa membeli bibit anggur yang juga dijual di sini.

Rekomendasi Wisata Malam Terbaik di Jogja

Rekomendasi Wisata Malam Terbaik di Jogja

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Seperti yang kita ketahui, kota Yogyakarta terkenal akan keindahan alamnya yang mampu menarik pelancong lokal maupun turis luar untuk datang berkunjung ke Kota Gudeg ini. Berbagai destinasi wisata keren dapat dengan mudahnya ditemukan. Banyak pantai, barisan bukit, hingga hutan-hutan yang menarik untuk dieksplor di Jogja. Dan juga Jogja tidak hanya menarik di siang hari, Jogja juga ‘hidup’ di saat malam hari lho. Sehingga wisata malam yang ada di Jogja sangat wajib dikunjungi. Apa aja sih wisata malam yang indah di Jogja? Berikut akan kami bahas dalam artikel berikut ini mengenai rekomendasi wisata malam terbaik di Jogja yang harus kalian kunjungi :

1. Pintu Langit Dahromo
Wisata malam yang amat hits di Jogja adalah Pintu Langit Dahromo, yang terletak di Bukit Dahromo, Desa Muntuk, Dlingo, Bantul. Spot ini tidak jauh dari Kebun Buah Mangunan. Tempat yang gemerlap ini menjadi favorit karena memiliki spot foto berbentuk pintu dengan pemandangan Jogja yang menakjubkan.

Bukit ini dari pusat Kota Jogja dapat ditempuh kira-kira dalam satu jam. Untuk berfoto di spot yang tersedia, pengunjung cukup membayar Rp. 5000 dan biaya parkir. Sangat ramah kantong, bukan?

2. Jalan Malioboro
Jalan Malioboro adalah kawasan jalan populer di Jogja. Jalan ini merupakan satu dari tiga jalan di Kota Yogyakarta yang membentang dari Tugu Yogyakarta hingga ke perempatan Kantor Pos Yogyakarta. Secara keseluruhan terdiri dari Jalan Margo Utomo, Jalan Malioboro, dan Margo Mulyo. Jalan ini tak jauh dari Stasiun Tugu Jogja.

Jalan besar ini merupakan bukti Kota Yogjakarta yang tak pernah tidur. Kegiatan di jalan ini beraneka macam, duduk menikmati suasana Jogja di bangku yang tersedia di sepanjang jalan, naik delman keliling kota, berbelanja di toko sekitar Malioboro, hingga ngopi asyik di pinggir jalan.

3. Tugu Yogyakarta
Tugu Yogyakarta merupakan sebuah monumen yang sering dipakai sebagai landmark dari Yogyakarta. Tugu ini dibangun oleh pemerintah Belanda setelah tugu sebelumnya runtuh akibat gempa yang terjadi di masa itu. Kini, Tugu Yogyakarta ini menjadi salah satu objek pariwisata Yogya. Keindahannya di malam hari juga wajib untuk dieksplorasi.

Saat malam hari, tugu ini dipadati oleh wisatawan yang ingin berfoto, banyak pula anak muda yang nongkrong di sekitar tugu. Dapat pula berwisata kuliner di sini, karena banyak angkringan tersedia di sekitar tugu. Pastinya murah meriah dan enak.

4. Candi Prambanan
Objek wisata di Jogja malam kali ini pasti sudah tidak asing, nih. Prambanan adalah sebuah kawasan di sebelah timur kota Jogja yang terkenal akan candi megahnya. Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang bisa kamu nikmati kemegahannya dalam malam hari.

Pengunjung juga dapat menyaksikan drama seni tari Ramayana Ballet Prambanan atau Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan yang menyatukan seni tari, drama, dan musik tradisional dalam satu panggung ini selalu berhasil memukau penonton dan membuat mereka terhanyut dalam kisah Ramayana.

Dalam balutan lampu sorot warna-warni, Candi Prambanan di malam hari sangat terlihat indah megah.Sering-sering kepoin event di Candi Prambanan, ya! Karena sayang banget untuk dilewatkan.

Baca Juga : Rekomendasi Wisata Ekstrem di Yogyakarta

5. Hutan Pinus Pengger
Kali ini merupakan wisata malam favorit anak muda, yaitu Hutan Pinus Pengger yang berada di bagian paling utara Jogja, tepatnya berbatasan dengan wilayah Kecamatan pathuk Gunung Kidul meski demikian masih masuk dalam wilayah Kecamatan Dlingo.

Yang menjadi primadona di lokasi ini adalah spot foto rumah ala Indian, dengan lubang di tengah yang bisa dimasuki pengunjung. Pengunjung bisa berfoto di lubang itu. Dari situ pula pengunjung dapat melihat Jogja dari ketinggian, lengkap dengan gemerlap lampu kota. Sangat direkomendasikan sebagai wisata malam Jogja.

6. Bukit Paralayang, Parangtritis
Parangtritis memang dikenal dengan pantainya yang indah. Namun, ada juga tempat wisata malam di sekitar pantai ini, yaitu Paralayang Parangtritis. Tidak hanya pemandangan alam saja yang dapat dinikmati, tapi lampu kota pun turut meramaikan malam hari di Paralayang. Suasana yang dingin, cantik dan bagus cocok untuk hunting foto.

7. Bukit Bintang
Yang terakhir merupakan Bukit Bintang yang terletak di Patuk, Kabupaten Gunung Kidul. Seperti namanya, Bukit Bintang di malam hari bertabur bintang. Itulah yang menjadikan Bukit Bintang pada saat sore hingga malam hari selalu ramai dipadati oleh muda-mudi dan orang dewasa untuk menikmati keindahan malam Jogja dari ketinggian.

Di kawasan Bukit Bintang ini terdapat banyak warung dan kedai kopi sederhana. Siapa yang tidak ingin merasakan hangatnya kopi dengan suasana indah itu? Selain indah akan gemerlap bintang dan lampu kota, Bukit Bintang ini memberikan kesan romantis apalagi bagi pengunjung yang datang bersama orang tersayang.

Rekomendasi Wisata Ekstrem di Yogyakarta

Rekomendasi Wisata Ekstrem di Yogyakarta

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Bagi anda yang menyukai segala sesuatu yang dapat memacu adrenalin, Kota Yogyakarta rasanya cocok menjadi destinasi liburanmu selanjutnya. Daerah yang kerap disebut Kota Pelajar ini ternyata punya banyak wisata ekstrem yang siap menguji nyali. Penasaran apa saja? Berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai rekomendasi wisata ekstrem di Yogyakarta yang cocok bagi anda yang menyukai wisata yang dapat memacu adrenalin :

1. Gondola Tradisional Pantai Timang
Selain punya pemandangan laut yang super kece, Pantai Timang yang terletak di Desa Purwodadi, Gunung Kidul, juga memiliki gondola tradisional yang bisa digunakan untuk menyeberang ke pulau kecil.

Gondola ini awalnya digunakan para nelayan untuk mencari lobster. Namun, hal ini justru menarik para wisatawan merasakan sensasi menyeberangi laut selatan yang terkenal ganas. Jika kamu berminat menaiki gondola ini kamu perlu merogoh kocek sekitar Rp150 ribu per orang.

2. Cliff Swing Gunung Api Purba
Cliff swing merupakan permainan ayunan yang dilakukan di atas tebing. Permainan yang siap pacu adrenalin ini bisa kamu temukan di Gunung Api Purba, Nglanggeran, Gunung Kidul. Kamu akan ditantang untuk berjalan di seutas tali hingga tepat berada di tengah dua tebing. Setelah itu, kamu harus loncat dan berayun di atas jurang sedalam 100 meter.

Untuk menikmati cliff swing ini, kamu perlu mengeluarkan biaya sesuai pilihan paket. Tersedia paket mulai Rp3 juta hingga Rp4 jutaan.

3. Paralayang Bukit Gupi
Buat kamu yang berani menantang ketinggian, gak ada salahnya mencoba paralayang yang terletak di Bukit Gupi, Kecamatan Purwosari, Gunung Kidul. Kamu akan diajak terbang menikmati keindahan alam Yogyakarta dari ketinggian.

Cobalah menyewa parasut dengan harga sekitar Rp250-300 ribuan. Nantinya kamu akan terbang sembari didampingi pemandu profesional.

4. Lava Tour Merapi
Lava Tour akan mengajakmu untuk offroad menjelajahi lereng Gunung Merapi yang penuh rintangan bebatuan. Untuk menikmati tour menggunakan mobil jeep, disarankan mengajak teman-temanmu 3-5 orang.

5. Caving Gua Jomblang
Gua Jomblang yang terletak di Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Gunung Kidul, ini merupakan jenis gua vertikal yang sangat terkenal hingga ke mancanegara.

Di lokasi ini, kamu bisa melihat langsung cahaya matahari yang menembus ke dalam gua, atau yang kerap disebut dengan istilah ‘cahaya surga’. Nah, buat kamu yang penasaran menjajal wisata ekstrem ini, perlu membayar tarif sekitar Rp450 ribu lengkap dengan pemandu dan alat keselamatan.

Baca Juga : Rekomendasi Desa Wisata di Jogja Yang Pas Untuk Berlibur

6. Jembatan Gantung Pantai Sinden
Pantai Sinden terletak di Jepitu, Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul. Selain menikmati pemandangan laut yang kece parah, kamu juga bisa menyebrang ke Pulau Kalong menggunakan jembatan gantung yang terbuat dari kayu. Biaya menyebrangnya hanya Rp25 ribu per orang.

7. Rumah Pocong Kotagede
Buat kamu yang doyan mengunjungi tempat dengan suasana mistis, mungkin bisa mencoba mengunjungi rumah tua yang kerap disebut Rumah Pocong Sumi Kotagede.

Bangunan tua ini terletak di Desa Jagalan, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul. Menurut pengakuan warga sekitar, rumah ini dihuni oleh banyak makhluk gaib. Salah satunya pocong sumi yang kerap nongkrong di teras rumah.

Rekomendasi Desa Wisata di Jogja Yang Pas Untuk Berlibur

Rekomendasi Desa Wisata di Jogja Yang Pas Untuk Berlibur

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Sebagian besar orang tentunya akan menghabiskan masa masa liburan nya untuk pergi berlibur, entah berlibur bersama keluarga, pasangan, ataupun teman temannya. Akan tetapi perlu kalian ketahui bahwa mengetahui spot spot tertentu untuk pergi berlibur sangatlah penting. Salah satu kota yang dapat anda jadikan sebagai referensi untuk pergi berlibur adalah Yogyakarta, Yogyakarta atau  yang biasa disebut Jogja merupakan daerah yang terkenal dengan wisatanya. Saat kamu liburan di Jogja terdapat tempat wisata yang tidak boleh kamu lewatkan yaitu desa wisata. Nah, berikut dibawah ini akan kami bahas mengenai beberapa desa wisata di Jogja yang bisa jadi referensimu untuk liburan :

1. Desa wisata Bejiharjo
Desa wisata Bejiharjo merupakan desa wisata yang berfokus pada keindahan alam. Disini kamu bisa menikmati keindahan Gua Pindul, Gua gelatik, Gua Sriti, Gua Tanding, dan Gua Kristal. Selain itu kamu juga bisa menikmati permainan body rafting Oya maupun bertualang bersama teman-temanmu menggunakan jeep offroad. Kamu juga bisa memilih paket wisata mulai dari Rp90.000 per orangnya.

2. Desa wisata Kembang Arum
Desa wisata Kembang Arum cocok untuk kamu yang ingin menikmati kesejukan khas desa. Udara yang masih sejuk dengan diiringi pepohonan dan kolam membuat suasana semakin nyaman untuk menikmati liburan. Wisata andalan dari Kembang Arum adalah kegiatan outbond seperti flying fox, sepak bola lumpur, tarik tambang lumpur dan masih banyak lagi.

Selain itu terdapat program edukasi khususnya bagi anak seperti bermain jathilan, belajar gamelan atau belajar menanam padi. Harga tiap wisatanya cukup terjangkau mulai dari Rp25.000 per orangnya. Kamu juga bisa memesan Desa Wisata Kembang Arum untuk digunakan sebagai acara pribadi seperti malam keakraban ataupun acara lainnya.

3. Desa Wisata Manding
Jika kamu ingin berwisata sambil belajar mengenai kerajinan kulit, maka cocok banget kamu ke desa wisata ini. Desa wisata yang terletak di kabupaten Bantul ini terkenal sebagai industri sentra kulit yang berkualitas.

Kamu juga bisa belanja berbagai aksesoris dari bahan dasar kulit seperti tas, sepatu, sabuk, maupun jaket kulit. Pada sepanjang jalan kamu dapat menjumpai banyak toko-toko yang menawarkan dengan berbagai variasi harga mulai dari seratus ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

4. Desa Wisata Kasongan
Bagi kamu yang tertarik dengan kerajinan gerabah maka kamu wajib untuk mengunjungi desa wisata Kasongan. Di sini kamu bisa melihat dan belajar proses dari awal pembuatan kerajinan.

Patung Loro Blonyo merupakan kerajinan yang sering dicari oleh wisatawan karena dinilai membawa keberuntungan. Selain itu beberapa kerajinan lain yang dibuat adalah pot bunga, guci, kendi, celengan dan lain-lain. Harga yang dipatok relatif terjangkau dari dua puluh lima ribu rupiah hingga jutaan rupiah.

5. Desa wisata Tanjung
Desa wisata Tanjung terletak tidak jauh dari kota Jogja, hanya sekitar 6 kilometer. Desa wisata ini memiliki sebuah ciri khas yaitu terdapat sebuah rumah joglo yang konon sudah berumur lebih dari 200 tahun.

Kamu bisa merasakan berbagai aktivitas di desa seperti menanam, membajak sawah, maupun memanen hasil sawah. Selain itu kamu bisa menginap di homestay sambil belajar membatik maupun memasak makanan tradisional.

Baca Juga : Destinasi Wisata Taman Bunga Di Jogjakarta

6. Desa wisata Krebet
Apakah kamu suka membatik dan ingin coba membuat kerajinan batik kayu? Jika iya, maka Desa Wisata Krebet adalah tempat yang pas untuk kamu kunjungi. Kamu dapat membuat maupun membeli berbagai kerajinan batik kayu seperti gantungan kunci, topeng, patung, wayang ataupun barang lainnya.

Hasil dari batik kayu ini bahkan sudah diekspor ke luar negeri seperti negara Singapura maupun beberapa negara Eropa. Harga dari kerajinan batik kayu ini bervariasi dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah tergantung ukuran dan kerumitan pembuatannya.

7. Desa Wisata Pentingsari
Desa yang terletak di lereng Gunung Merapi ini mempunyai udara yang sejuk dan segar. Bagi kamu yang ingin berlibur dari hiruk pikuk kesibukan kota maka tempat ini cocok buat kamu. Di sini kamu bisa menginap dengan harga sekitar seratus ribu per malam dan sudah termasuk 3 kali makan.

Kamu dapat menikmati beberapa fasilitas seperti belajar membatik, belajar gamelan, melakukan outbound ataupun mengunjungi objek pertanian. Biaya tiap fasilitas sangat terjangkau sekitar Rp15.000 hingga Rp100.000. Desa Wisata Pentingsari juga cocok jika kamu ingin menginap bersama teman-teman, mengadakan sebuah acara, ataupun berlibur bersama keluarga.