Kaliadem Kaliurang Yogyakarta

Kaliadem Kaliurang Yogyakarta

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Gunung Merapi Yogyakarta merupakan salah satu dari gunung api teraktif yang ada di Indonesia. Para geolog telah menggunakan objek Gunung Merapi ini sebagai tempat penelitian yang aktif dikarenakan masih banyak menyimpan berbagai cerita dan informasi – informasi menarik mengenai kehebatan sebuah gunung berapi.

Salah satu peneliti geologi asal Belanda yang bernama Reinot Willem telah membuat asumsi – asumsi bahwa Gunung Merapi pernah mengeluarkan letusan yang sangat hebat pada tahun 1006. Hal tersebut pada akhirnya menyebabkan kemunduran hebat pada kerajaan Mataram Kuno yang kemudian pada akhirnya berpindah tempat kerajaan dari Jawa Tengah menuju ke Jawa Timur.

Erupsi Merapi telah terjadi juga pada tahun 2006 dan tahun 2010 yang akibatnya telah merubah wajah desa – desa di Kaliadem yang dahulu kala merupakan sebuah daerah perkembahan hijau dan memiliki hamparan tanah yang begitu luasnya.

Wilayah Kaliadem ini sekarang telah tertimbun oleh bekas lahar – lahar dari meletusnya Gunung Merapi. Wilayah ini memang belum kembali seperti sediakala namun dimanfaatkan oleh masyarakat dan pemerintah untuk membukanya sebagai tempat wisata yang bernama Lava Tour Kaliadem Merapi.

Di tempat ini, Anda dapat melihat dengan jarak yang lebih dekat material – material bekas letusan dari Gunung Merapi serta menyaksikan pula sebuah bunker yang menjadi tempat berlindung dari kedua relawan yang terenggut nyawanya disana.

Aktivtas dari Lava Tour Kaliadem Merapi ini menjadi sarana pembelajaran dan pendidikan bagi para wisatawan yang berkunjung untuk mengerti dan memahami begitu dahsyatnya letusan dari sebuah Gunung Merapi. Dengan mengikuti Lava Tour Kaliadem Merapi ini, para wisatawan dapat menyaksikan bagaimana puncak dari Gunung Merapi pada jarak pandang hanya sekitar 2 km saja.

Baca Juga : Taman Pelangi Yogyakarta

Gunung Merapi itu sendiri memiliki ketinggian 2.965 meter diatas permukaan laut dan masih mengeluarkan asap sulfara dan belum pernah berhenti mengepulkan asapnya dari dalam kawah merapi. Jika Anda berkunjung pada malam hari akan semakin menarik karena disana.

Anda dapat melihat bagaimana lelehan lava yang berpijar menuruni kubah lava tersebut dan hanya dapat Anda saksikan di malam hari saja.

Kaliadem sendiri pada mulanya adalah sebuah bumi perkemahan yang luas dan dilengkapi dengan berbagai fasilitas perkemahan yang lengkap seperti basecamp pendakian, warung – warung makanan dan minuman, gardu pandang, serta toilet dan mushola.

Namun, sekarang bangunan – bangunan tersebut sudah tertimbun oleh lahar dan yang dapat terlihat hanyalah beberapa bagian dari atas bangunan yang dulu pernah ada dan umumnya kini sudah hancur.

Daftar akun live22 untuk mainkan game slot online android yang disediakan live22 bisa anda dapatkan dengan mudah dan gratis via Agen Slot Live22 Terpercaya. Dengan Daftar slot live22 Indonesia, anda dapat memainkan permainan casino online maupun slot disitus live22.

Ganasnya letusan Gunung Merapi ini juga dapat kita lihat dari sebuah bunker dimana bangunan ini digunakan sebagai tempat persembunyian para relawan kala itu. Sebenarnya pada awal bunker dibangun, bangunan tersebut digunakan untuk perlindungan apabila sewaktu – waktu jika Merapi mengeluarkan awan panasnya.

Namun, pada letusan tahun 2006 yang lalu, Gunung Merapi bukan hanya memuntahkan awan panas tetapi juga material – material lainnya seperti pasir dan batuan – batuan panas sehingga dapat menumbangkan bukit Geger Boyo (bukit ini berada di sebelah selatan Merapi) dan pada akhitnya menimbun daerah Kaliadem.

Tertimbunnya daerah Kaliadem menyebabkan pula bunker tersebut tetimbun setebal 3 meter dengan panas material mencapai 1.000 derajat celcius. Meskipun bunker tersebut telah terbuat dari bahan beton setebal 25 cm dan memiliki pintu yang terbuat dari besi,, namun tidak dapat menahan panas yang begitu tinggi sehingga material masuk ke dalam bunker dan mengakibatkan 2 (dua) relawan akhirnya meninggal akibat suhu yang sangat panas. Saat ini, bunker tersebut telah dibersihkan kembali dan dicat dengan warna putih. Di depan pintu buker pun terdapat sebuah prasasti yang menceritakan mengenai kejadian dan riwayat bunker tersebut.

Fasilitas – fasilitas yang telah tersedia di Kaliadem ini sudah cukup lengkap bagi para pengunjung yang ingin berpiknik edukatif. Ada warung – warung kecil yang dikelola oleh masyarakat sekitar. Selain itu, di warung kecil tersebut juga menjual foto – foto dan video yang akan menggambarkan bagaimana lelehan lava pijar dan dahsyatnya erupsi Merapi pada tahun 2006 yang lalu termasuk pula menggambarkan bagaimana proses evakuasi dari kedua relawan yang tertimbun di dalam bunker akibat material panas tersebut.

Untuk menuju daerah Kaliadem ini, Anda perlu melakukan perjalanan sekitar 35 km menuju ke arah utara dari pusat kota Yogyakarta. Hingga saat ini belum tersedia transportasi – transportasi umum yang melintas langsung menuju ke Kaliadem.

Anda disarankan untuk dapat menggunakan kendaraan pribadi atau mungkin menyewa mobil agar dapat berkunjung ke Kaliadem. Selain itu, Anda juga dapat menggunakan alternatif lain berupa paket wisata. Biasanya Lava Tour Kaliadem Merapi ini sudah termasuk ke dalam paket wisata Kaliurang, Yogyakarta.

Taman Pelangi Yogyakarta

Taman Pelangi Yogyakarta

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Yogyakarta seakan menawarkan paket wisata lengkap untuk menghabiskan waktu berlibur. Mulai dari wisata alam, budaya, sejarah, belanja hingga hiburan khusus yang berlangsung di malam hari. Tak heran bila wisatawan tak pernah bosan menginjakkan kaki di kota ini sehingga tak pernah sepi pengunjung.

Melanjutkan perjalanan wisata di malam hari jangan hanya mengenal Malioboro dan Alun-Alun Kidul saja. Terdapat wahana wisata keluarga menarik yang bisa kamu coba yaitu Taman Pelangi.

Taman Pelangi hampir mirip dengan Batu Night Spectaculler (BNS) yaitu taman lampion garden yang berada di Malang, Jawa Timur. Bila sudah berkunjung ke sana pasti sudah mengenal taman wisata yang satu ini.

Taman Pelangi di Yogyakarta menawarkan gemerlap cahaya lampu dari berbagai bentuk replika di dalamnya. Tempat wisata ini sudah lama dibuka untuk pengunjung sejak tahun 2011. Awalnya Taman Pelangi hanya di buka pada even-even tertentu yang sifatnya tidak permanen.

Terletak di kawasan Monumen Jogja Kembali atau Monjali dimana pihak pengelola Monjali bekerja sama dengan wahana Taman Pelangi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung. Monjali sendiri merupakan sebuah monumen yang menyimpan koleksi benda bersejarah serta diorama yang menggambarkan perang kemerdekaan hingga Yogyakarta menjadi Ibu Kota Republik Indonesia.

Memasuki area taman kamu akan disambut dengan lampu berbentuk pelangi dengan warna warna indah yang sangat besar. Hal ini seolah semakin mempertegas nama taman pelangi yang berada di pintu gerbang bagian depan.

Baca Juga : Pantai Watu Lumbung Gunungkidul

Semakin ke dalam nuansa warna-warni lampion yang di desain mengitari taman akan semakin indah. Berbagai bentuk replika yang menarik bisa kamu pilih untuk dijadikan background foto.

Area selanjutnya akan menemukan karakter-karakter lucu sepert tokoh kartun yang sudah cukup populer di kalangan anak-anak seperti Marsha and The Bear, Upin Ipin dan Hello Kitty. Selain itu juga terdapat beberapa jenis flora dan fauna dengan kerlap-kerlip lampu yang membuat suasana semakin indah. Spot ini memang tepat untuk mengambil gambar khususnya bagi anak-anak yang gemar dengan kartun, flora dan fauna.

Menelisik lebih dalam kamu akan menemukan spot yang banyak disukai anak muda terutama yang datang bersama pasangan. Nuansa romantis dengan kerlip-kerlip lampu akan semakin membuatmu tak sabar untuk mengabadikan foto. Bahkan terkadang spot ini kerap menjadi pilihan background untuk foto prewedding.

Lampu warna-warni tampak indah dengan berbagai inovasi serta cahaya yang sangat artistik di sepanjang jalan. Baik digantung, lampion ditancapkan pada tanah hingga berdiri tegak atau ditempel pada dinding akan semakin menambah apik sisi Monjali di setiap sudutnya.

Wisata malam tak hanya berhenti pada kecantikan warna-warni lampion yang tersebar di sepanjang Monjali. Bila membawa anak-anak cobalah untuk menikmati wahana permainan seperti trompolin, bom-bom car, helicak, tandem, becak mini, studio 4 dimensi hingga safari train.

Bila lelah berjalan terdapat safari train untuk mengelilingi taman pelangi. Kolam besar di sisi Monjali bisa menjadi sarana bermain untuk speed boat, bola air, perahu dayung dan bebek kayuh. Terdapat 25 permainan yang tersebar di sini dan bisa dipilih sesuka hati.

Bila ingin mendapatkan suasana berbeda dan ingin mencoba uji nyali bisa masuk ke rumah hantu yang terdapat di pojok ruangan. Suasan histeris yang terdengar hingga keluar membuat suasana semakin menyeramkan. Namun, tak usah khawatir rumah hantu ini hanya permaianan belaka agar wisata di taman ini semakin berwarna.

Fasilitas Yang Tersedia Di Taman Pelangi

Lelah bermain dan perut terasa lapar, tak perlu khawatir. Karena di arena Taman Pelangi sudah banyak menyediakan food court dengan berbagai pilihan makanan yang bisa kamu coba. Di sini terdapat 25 stand makanan dan minuman mulai dari makanan ringan sampai makanan berat sambil menikmati keindahan lampion. Bila ingin suasana berbeda bisa memilih tempat makan yang terletak di tepi kolam.

Rute Dan Akses Menuju Taman Pelangi

Taman Pelangi terletak di kawasan Monjali tepatnya di Ringroad Utara, Yogyakarta. Lokasi menuju Taman Pelangi Lampion bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau kendaraan pribadi. Namun, agar lebih santai dan mudah kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti mobil dan kendaraan roda dua.

Bila menggunakan angkutan umum bisa menggunakan Trans Jogja jalur 2A dan 2B yang nantinya akan berhenti di shelter Monjali. Bila datang dengan kendaraan umum sebaiknya tidak terlalu malam untuk keluar dari Taman Pelangi. Karena dikhawatirkan kamu tidak menemukan kendaraan umum saat pulang.

Harga Tiket dan Waktu Berkunjung ke Taman Pelangi

Taman Pelangi dibuka pada hari Seni-Kamis pada pukul 17.00-22.00. Sedangkan hari Jumat-Minggu buka pukul 17.00-23.00.

Harga tiket Senin-Kamis Rp 10.000 per orang

Harga tiket Jumat-Minggu Rp 15.000 per orang

Pantai Watu Lumbung Gunungkidul

Pantai Watu Lumbung Gunungkidul

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Wisata di Gunung Kidul memang tak pernah ada habisnya. Tak bisa dipungkiri Gunung Kidul seolah menjadi surga bagi pecinta wisata pantai. Bila selama ini Anda hanya mengenal Pantai Parangtritis kali ini cobalah untuk menjelajah lebih dalam beberapa pantai yang tersebar di Gunung Kidul. Satu lagi keindahan pantai tengah menjadi buah bibir dan wajib dikunjungi yaitu Pantai Watu Lumbung.

S1288 merupakan salah satu provider S128 yang menyediakan permainan Adu Sabung Ayam S1288 Online pertama di indonesia dan merupakan permainan favorit masyarakat indonesia. S128 menyediakan tayangan pertandingan Sabung Ayam secara live di filipine serta video permainan yang HD dan di jamin Jernih. S128 merupakan salah satu provider Ayam Online Terbesar di asia tenggara karena kami salah satunya agent S128 dan S1288 terbaik dan pastinya Terpercaya di indonesia

Berbeda dengan pantai lainnya yang memiliki pasir putih di bibir pantai. Pantai Watu Lumbung terdiri dari batuan karang yang tersebar di sekitar pantai. Sesekali ombak akan menerjang batu karang dan kemudian terhempas ke lautan. Bahkan terkadang saat air pasang beberapa bagian karang akan tenggelam oleh air laut.

Tiba di Pantai Watu Lumbung pemandangan luar biasa akan tersaji disini. Batuan dari Gunung Batur yang merupakan kawasan cagar alam, terasering dan kawasan hijau yang dihuni oleh kera ekor panjang akan tampak. Letak Pantai Watu Lumbung memang berada di pedalaman.

Ciri khas Pantai Watu Lumbung memiliki dua batu besar yang terletak di tengah pantai. Pemandangan ini akan semakin jelas saat disaksikan dari ketinggian sebelum turun menuju pantai. Menurut informasi yang beredar pantai karang yang menjorok ke tengah lautan ini terbentuk dari letusan gunung api jutaan tahun lalu.

Bila diperhatikan sekilas pemandangan di pantai ini memang hampir mirip dengan Pantai Papuma di Jember, Jawa Timur. Namun, perbedaannya terletak pada bentuk batuannya. Warga setempat menyebutnya sebagai batu di tengah pantai dengan batu lumbung karena bentuknya yang menyerupai lumbung. Lihat saja batu karang yang paling besar bentuknya memang mirip dengan lumbung untuk menyimpan padi.

Menikmati Pantai Watu Lumbung yang paling tepat adalah turun ke bawah. Menuruni jalan setapak yang sempit bahkan licin. Bila menyukai tracking perjalanan menuju Pantai Watu Lumbung ini tentu menyenangkan. Batu karang yang bertebaran di sekitar pantai dan dikelilingi oleh bukit hijau menambah semakin apik keindahan pantai ini.

Ya, Pantai Watu Lumbung seolah diapit oleh Pantai Wediombo dan Pantai Gunung Batur. Meskipun letaknya yang sedikit tersembunyi, namun pantai ini memang cukup dikenal dan banyak dimanfaatkan untuk memancing. Jadi jangan kaget bila saat berkunjung Anda menemukan beberapa orang sedang memancing di pantai ini.

Selain memancing banyak hal yang bisa dilakukan saat mengunjungi pantai ini. Tebing watu lumbung memang bisa menjadi spot yang sempurna untuk mengambil gambar. Namun, Anda harus tetap waspada untuk tidak mendekati spot yang berbahaya. Menikmati pantai dengan jalan-jalan di sekitar pantai dan banyak juga spot yang sempurna yang bisa menjadi latar mengambil gambar.

Baca Juga : Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Lokasi Dan Rute Menuju Pantai Watu Lumbung

Secara geografis Pantai Watu Lumbung terletak di Desa Balong Kecamatan Girisubo Kabupaten Gunung Kidul. Tepatnya berada di sebelah barat Pantai Wediombo atau sebelah timur Gunung Batur. Rutenya bisa ditempuh dengan dua jalur. Pertama, dari Yogyakarta menuju Wonosari, Balong sampai di Pantai Watu Lumbung. Rute kedua dari Yogyakarta menuju Wonosari, Semanu sampai bertemu pertigaan pasar jepitu. Kemudian ambil kanan menuju Pantai Wediombo.

Perjalanan menuju pantai ini memang tidak disangka-sangka karena aksesnya memang tidak mudah. Melewati jalan setapak yang berliku bahkan terkadang tak bersahabat membuat pengendara harus waspada. Sebaiknya memang tidak dianjurkan untuk mengunjungi Pantai Watu Lumbung saat musim hujan karena jalanan licin dan membahayakan. Bila tidak membawa kendaraan pribadi bisa menggunakan ojek yang ditawarkan oleh warga setempat.

Tiba di Pantai Wediombo setelah membayar tiket masuk ikuti jalan lurus hingga jalan habis dan pemandangan pantai mulai terlihat. Kendaraan bisa diparkir disini kemudian berjalan kaki atau tracking melewati hutan dan jalan setapak.

Mendekati pantai jangan terkejut karena jalan yang sedikit ekstrim akan ditemui dengan kontur yang bebatuan hingga tiba di Pantai Watu Lumbung. Bila masih bingung Anda bisa bertanya pada penduduk sekitar yang akan dengan senang hati memberikan petunjuk jalan.

Fasilitas Di Pantai Watu Lumbung

Bila berkunjung ke Pantai Watu Lumbung sebaiknya membawa bekal seperti air minum sendiri. Karena di pantai ini belum tersedia warung yang menyediakan makanan dan minuman. Perjalanan dari tempat parkir sampai pantai juga cukup menguras tenaga. Untuk itu akan lebih baik bila Anda menyediakan bekal sendiri. Namun, sebagai pengunjung jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan pantai.

Selain itu fasilitas untuk penginapan maupun hotel belum tersedia di dekat pantai ini. Lokasinya yang berada agak jauh dari keramaian belum banyak dikenal dan hanya dikenal bagi orang yang gemar memancing.

Bagaimana tertarik mengunjungi pantai ini? Sebaiknya pilih waktu saat cuaca cerah karena pada musim hujan perjalanan menuju pantai ini licin dan membahayakan.

Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Kebun Bunga Matahari Pantai Samas

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Apakah anda suka berburu foto-foto yang menarik? Di Yogakarta banyak terdapat lokasi wisata yang dapat dijadikan tempat untuk berfoto. Salah satunya adalah Kebun Bunga Matahari Pantai Samas, Bantul.

Pantai Samas adalah salah satu pantai favorit di Yogyakarta. Namun kali ini yang terkenal bukanlah keindahan pantainya namun keindahan bunga matahari yang bermekaran. Bunga matahari yang berwarna kuning menjadi paduan yang pas dengan birunya langit dan air laut.

Rute Dan Akses Lokasi Kebun Bunga Matahari Pantai Sama

Kebun Bunga Matahari ini terletak di Pantai Samas. Pantai ini tepatnya terletak di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Anda bisa menjangkau kebun ini dengan mudah.

Rute yang harus anda ambil adalah jl Bantul menuju kota Bantul. Lalu ambil rute ke arah pantai Samas. Anda tidak perlu bingung karena kebun ini terletak di kawasan Pantai Samas.

Sebagai Agen resmi live22 Asia yang dapat membantu anda untuk memiliki akun resmi live22. Daftar akun slot live22 via Agen Judi Slot Live22 sangat mudah, anda hanya perlu mengisi formulir daftar live22 yang kami sediakan dibawah ini dengan lengkap dan valid.

Anda hanya membutuhkan waktu sekitar empat menit dari area Pantai Samas. Jarak yang harus anda tempuh adalah 1,5 km dari area pantai. Jika anda berada di area wisata Resoinangun Garden, anda hanya harus berkendara selama tiga menit.

Kebun bunga ini terletak sejauh 13,2 km dari Pantai Parangtritis. Kebun Bunga Matahari Pantai Samas ini sangat mudah dijangkau bahkan jika anda berada di pusat Kota Yogyakarta. Kebun ini terletak 26,9 km dari pusat kota.

Harga Tiket Masuk Kebun Bungan Matahari Pantai Samas

Tiket masuk kebun bunga ini sangat terjangkau. Anda harus membayar biaya tiket masuk sebesar Rp 5.000,00 per orang. Tiket ini dapat anda gunakan sepuasnya.

Pengunjung pun harus membayar parkir sebesar Rp 2.000,00 untuk sepeda motor. Sedangkan jika ingin memetik atau membawa pulang bunga matahari haru membayar Rp 10.000,00 untuk setiap tangkai.

Anda dapat bergaya dan berfoto sepuasnya di kebun yang cantik ini. Bungan yang bermekaran akan menjadi latar belakang foto yang sangat indah. Tak sedikit dari kalangan selebritis Indonesia juga ber swafoto di Kebun Bunga Matahari Pantai Samas ini.

Pemilik dari Kebun Bunga ini menyatakan bahwa pada mulanya kebun ini bukanlah lokasi wisata. Kebun itu adalah kebun bunga matahari pribadi namun kebun bunga itu sekarang menjadi terkenal.

Wajar saja jika kebun bunga itu menjadi terkenal karena bangak di tumbuhi bunga matahari yang cantik. Kebun itu ditanami ribuan bunga matahari yang berwarna kuning cerah. Luas lahan yang ditanami bunga matahari mencapi 1,000 meter persegi.

Siapapun boleh mengunjungi kebun bunga ini namun perhatikan sopan santun. Pengunjung harus berhati hati ketika ingin berfoto. Jangan sampai merusak tanaman-tanaman itu.

Bukankah anda masih ingat kejadian pada taman bunga amarilis Pathuk, Gunung Kidul? Taman itu sangat terkenal untuk beberapa saat namun ada kejadian yang tidak mengenakan terjadi. Banyak pengunjung yang akhirnya merusak tanaman-tanaman di kebun itu.

Baca Juga : Wisata Alam Kalibiru Jogja

Jam Operasional Taman Bunga Matahari Pantai Samas

Taman bunga matahari ini dikelola oleh pribadi. Namun anda masih bisa mengunjunginya kapanpun anda mau. Taman ini buka pukul 05.00 sampai dengan 17.00.

Wisata Terdekat Dari Taman Bunga Matahari Pantai Samas

Lokasi wisata terdekat pertama dari taman bunga matahari tidak lain adalah Pantai Samas. Seperti yang sudah disebutkan di artikel di atas bahwa kebun bunga matahri terletak di area Pantai Samas. Anda dapat mengunjungi Pantai Samas sekaligus.

Lokasi wisata berikutnya adalah Hutan Mangrove Baros. Hutan mangrove ini terletak tidak jauh dari taman bunga matahari pantai Samas. Perjalanan yang ahrus anda tempuh cukup singkat yaitu 8 menit dari kebun bunga.

Lokasi wisata berikutnya yang berdekatan dengan taman bungan matahari pantai Samas adalah Pantai Goa Cemara. Kenala dinamakan Pantai Goa Cemara? Karena pantai ini banyak ditumbuhi pohon cemara. Pantai ini cocok untuk anda yang suka fotografi.

Jika anda membutuhkan lokasi yang bagus untuk berfoto-foto, cobalah sesekali untuk mengunjungi taman bungan matahri Pantai Samas. Anda akan mendapatkan hasil foto yang memuaskan di taman bunga ini.

Wisata Alam Kalibiru Jogja

Wisata Alam Kalibiru Jogja

Tempatwisatadiyogyakarta.web.id – Bicara Yogyakarta berarti bicara tentang pariwisata. Yogyakarta dan sekitarnya memang merupakan kota wisata yang sudah terkenal sejak dahulu kala. Setelah terkenal sebagai kota wisata budaya, Yogyakarta terus mengembangkan wilayahnya sebagai kota wisata. Saat ini sudah banyak objek wisata Yogyakarta dan sekitarnya yang sayang jika dilewatkan begitu saja. Salah satunya objek wisata alam Kalibiru.

Kalibiru sebenarnya adalah sebuah nama hutan yang saat ini diolah menjadi sebuah tempat wisata alam. Hutan Kalibiru memiliki ketinggian 450 mdpl dan berupa kawasan perbukitan yang subur. Suhu udara di tempat ini sangat sejuk. Kalibiru dikelola oleh pemerintah dan masyarakat setempat sebagai wisata alam dan edukasi. Ada banyak hal yang bisa didapatkan di sana, termasuk outbond, penginapan, dan beberapa spot untuk mencari foto kekinian. Ada juga jalur trekking yang juga bisa dijadikan lokasi camping.

Lokasi dan Akses

Objek wisata Kalibiru berada di kawasan Kulon Progo, Yogyakarta yang berkonsep wisata alam. Kalibiru populer baru-baru ini karena media massa dan media sosial. Lokasi tepatnya ada di Desa Hargowilis, Kecamatan Kokap, Kulon Progo, Yogyakarta. Jarak dari pusat kota adalah sekitar 40 kilometer.

Kalibiru juga berdekatan dengan objek wisata lain seperti Waduk Sermo, Kebun Teh Nglinggo, dan air terjun Sidoharjo. Bahkan dari Kalibiru ini, akan bisa dilihat pemandangan menawan Waduk Sermo dari jarak dekat. Perjalanan menuju Kalibiru harus dilewati dengan menanjak dan cukup berliku. Sebaiknya gunakan kendaraan yang kuat agar perjalanan menjadi lebih lancar.

Untuk mencapai Kalibiru, setidaknya ada beberapa alternatif rute perjalanan yang bisa dipilih oleh para wisatawan, antara lain:

Rute Sermo

Rute yang pertama ini adalah rute terbanyak yang digunakan oleh wisatawan. Alasannya adalah karena dalam perjalanan, akan dijumpai juga pemandangan waduk Sermo, sehingga perjalanan akan lebih menyenangkan. Jika kamu adalah orang yang lebih menikmati perjalanan daripada tujuan destinasi, rute ini akan cocok untukmu.

Untuk menuju Kalibiru dengan rute Sermo, kamu bisa melewati daerah Sentolo, lalu ke Pengasih. Dari sana, tuju arah alun-alun Wates- RSUD Wates – Beji- Sermo. Baru dari Sermo, kamu bisa menuju Kalibiru.

Rute Clereng

Rute kedua adalah rute Clereng. Perjalanan dengan rute ini lebih cepat daripada rute pertama, karena tanjakan atau likuan tidak akan separah rute pertama. Jika kamu tidak begitu suka perjalanan jauh dan lebih suka perjalanan singkat, ambil saja rute ini. Dari pusat kota, kamu bisa menuju Sentolo, lalu ke Pengasih.

Namun, setelah perempatan Pengasih, berbeloklah ke arah kanan (menuju Clereng). Ikuti saja rute itu untuk menuju Kalibiru. Dalam perjalanan sudah ada penunjuk jalan, sehingga tidak perlu cemas akan tersesat.

Baca Juga : Beberapa Tempat Wisata di Jogja Yang Sering Dikunjungi Bagian 5

Rute kota (dari Malioboro)

Rute ini adalah rute yang paling jarang digunakan, karena jarang ada wisatawan dari arah Malioboro yang menuju Kulon Progo. Namun, jika kamu ingin menuju Kulon Progo dari Malioboro, ambil saja jalur Purworejo. Ikuti jalanan tersebut sampai di terminal Wates. Dari terminal itu, ikuti penunjuk jalan untuk menuju ke waduk Sermo. Dari Sermo, ikuti terus rute ke Kalibiru.

Harga Tiket Masuk

Kalibiru adalah objek wisata yang cukup terjangkau dan cocok untuk orang-orang yang tidak ingin menghabiskan uang banyak untuk berwisata di sekitaran Yogyakarta. Wisatawan yang masuk ke Kalibiru akan dikenakan biaya yang relatif murah, yaitu hanya Rp 5.000 saja per kepala. Untuk memarkirkan motor, wisatawan hanya perlu membayar Rp 2.000, sedangkan untuk memarkir mobil hanya butuh Rp 5.000.

Fasilitas

Ada banyak fasilitas wisata yang ditawarkan oleh wisata alam Kalibiru ini. Ada area parkir yang luas untuk motor dan mobil. Ada kios makanan, sehingga wisatawan tidak perlu cemas kehabisan perbekalan makanan. Ada juga fasilitas menginap seperti pendopo, homestay, dan juga camping ground. Untuk wisatawan yang ingin seru-seruan mengasah adrenalin, ada sarana outbond yang bisa digunakan.

Fasilitas untuk Melihat Pemandangan

Selain itu, ada juga menara pandang untuk menikmati pemandangan perbukitan dari Kalibiru. Dari sana juga akan bisa didapatkan pemandangan matahari terbenam yang keren jika berkunjung pada saat yang tepat.

Jika ingin berburu foto di sana, kamu perlu membayar Rp 10.000 saja. Selain itu, ada beberapa gardu pandang berbentuk rumah pohon untuk menikmati pemandangan matahari terbenam dan berburu foto sunset yang keren.

Pemandangan perbukitan yang hijau dan dingin juga akan memanjakan mata para wisatawan. Tidak heran mengapa ada banyak anak muda yang ingin mengabadikan momen di sana.

Fasilitas untuk Menginap

Adapun fasilitas homestay totalnya berjumlah 6 dan keseluruhannya bisa menampung sekitar 10-15 orang. Homestay ini bisa untuk homestay keluarga dengan harga paling murah adalah Rp 120.000 per malam untuk satu homestay.

Harga yang relatif murah untuk sebuah lokasi wisata alam di Yogyakarta, bukan? Kapan lagi bisa menginap di Yogyakarta dengan harga murah dan mendapat pemandangan khas perbukitan yang sejuk dan indah? Selain homestay, wisatawan juga bisa berkemah di camping ground yang disediakan.

Fasilitas Makanan

Selain berwisata alam, ada juga konsep wisata kuliner yang dihadirkan di wisata Kalibiru ini. Ada banyak penjual makanan enak yang mudah ditemui. Mulai dari makanan ringan maupun makanan berat. Ada juga sebuah warung yang serupa dengan cafe yang berada di dekat gerbang masuk utama Kalibiru.

Selain itu ada juga warung lesehan yang mudah ditemukan dengan harga yang terjangkau. Menu makanannya pun sangat beragam.

Fasilitas Outbond

Untuk fasilitas outbond, Kalibiru juga memiliki flying fox yang bisa dicoba oleh semua kalangan, yaitu dengan harga Rp 5.000 rupiah per orang (untuk anak-anak) sampai Rp 10.000 per orang (untuk dewasa).

Namun flying fox ini baru bisa digunakan pada hari Minggu saja mulai jam 8 pagi hingga jam 4 sore. Jika ingin mencoba flying fox, datang saja pada hari Minggu.

Selain flying fox ada juga sarana outbond berupa jembatan monyet. Jembatan monyet ini adalah sebuah jembatan gantung yang terhubung dari pohon yang satu ke pohon yang lain.

Bahan yang digunakan adalah papan-papan kayu dengan tali-temali. Dari atas jembatan, pemandangan Waduk Sermo juga bisa terlihat dengan sangat keren. Untuk yang takut ketinggian, tidak usah cemas karena sudah ada penjaga yang bisa memasangkan tali pengaman.

Fasilitas Trekking

Untuk fasilitas trekking atau jelajah alam, ada beberapa rute dan medan perjalanan yang bisa ditempuh. Wisatawan bebas memilih pada trek mana mereka akan berjalan. Ada trek yang berjarak hanya 1,5 km, 3 km, 5 km, hingga 7 km. Untuk trek 7 km, kamu bisa melihat pemandangan Waduk Sermo dari jarak dekat.

Selama perjalanan, kamu juga bisa melihat keanekaragaman fauna yang tersebar, seperti elang, celeng, landak, ayam hutan, serta harimau. Jika kamu berencana naik gunung, ada baiknya melatih fisik di trek Kalibiru ini.

Demikianlah penjelasan mengenai wisata alam Kalibiru. Jika ingin berkunjung ke sana, lebih baik menggunakan kendaraan pribadi agar lebih leluasa berpindah tempat ke wisata Kulon Progo lainnya. Selamat berlibur di Yogyakarta dan semoga liburan mu menyenangkan.

1 2