Wisata Yogyakarta Bukit Klangon

Wisata Yogyakarta Bukit Klangon

Wisata Yogyakarta Bukit Klangon – Bukit ini berada di lereng gunung Merapi. Tak kebayang, kan bagaimana sajian alam yang bisa Anda nikamti nanti di sana. Aplagi jika Anda berniat berlibur bersama anak-anak, pastinya camping di bukit ini bisa menjadi salah satu alternatif liburan Anda yang sangat menyenangkan.

Setelah dibuka sebagai wisata alam, bukit yang luas ini pun juga sering dimanfaatkan untuk camping keluarga. Meskipun belum ada penyewaan tenda khusus di sana, namun tak sedikit orang yang datang ke sini untuk mendirikan tendanya sendiri.

Baca Juga :

Selain itu pun, Anda yang suka berburu spot foto cantik dan instagramable, sangat bisa mengambil foto di Bukit Klangon ini. Letaknya yang berada di lereng Merapi, menjadikan bukit ini diincar juga oleh para kawula muda dari berbagai kota untuk memburu foto dengan latar belakang Gunung Merapi. Anda pun juga bisa mencobanya.

Di sana juga sudah ada beberapa porter sepeda yang mungkin bisa Anda pinjam. Bagaiaman? Sudah tertarim untuk menyambangi bukit cantik yang satu ini? Berkemaslah dari sekarang, siapkan segala sesuatu. Anda pun juga tidak perlu bingung, sebab di Jogja sudah banyak pilihan paket wisata yang bagus dan rental mobil yang terpecaya.

Wisata Yogyakarta Bukit Bintang

Wisata Yogyakarta Bukit Bintang

Wisata Yogyakarta Bukit Bintang – Saat cuaca cerah, Bukit Bintang sudah dipadati pengunjung yang kebanyakan muda-mudi sejak sore hari. Biasanya mereka pulang dari berwisata di pantai-pantai Gunungkidul atau memang mengkhususkan datang ke Bukit Bintang.

Dari tempat ini pengunjung bisa menyaksikan landskap Gunung Merapi Merbabu dan pesawat yang landing maupun take off di Bandara Adisucipto. Jika beruntung, pemandangan sunset yang indah dengan warna langit yang menggoda pun bisa dinikmati dari tempat ini.

Baca Juga :

Untuk mencapai Bukit Bintang sangatlah mudah. Anda cukup menyusuri jalan menuju Wonosari, Gunungkidul. Bukit Bintang terletak di pinggir jalan setelah naik dari kawasan Piyungan dan sebelum Kecamatan Patuk. Di pinggir jalan utama yang langsung berhadapan dengan tebing itu telah dibangun kursi beton panjang yang bisa dijadikan tempat duduk.

Dari kursi beton tersebut pengunjung dapat melihat langsung suasana kota Jogja di malam hari tanpa terhalang oleh apa pun.

Wisata Yogyakarta Tugu

Wisata Yogyakarta Tugu

Wisata Yogyakarta Tugu – Simbol dan lambang kota Yogyakarta ini dibangun oleh Hamengku Buwono I yang juga merupakan pendiri dari Keraton Yogyakarta. Tugu ini bisa merupakan garis imaginer yang bersifat magis yang menghubungkan antara laut selatan, keraton Jogja, dan gunung Merapi.

Kalau kita pandang dari Keraton Yogyakarta, ke arah utara akan terlihat Jl. Malioboro, Jl.Mangkubumi, Tugu Jogja dan Jl. Monumen Jogja Kembali akan membetuk garis lurus ke arah puncak gunung Merapi.

Bangunan ini menggambarkan Manunggaling Kawula Gusti yang merupakan semangat persatuan untuk melawan penjajahan. Semangat persatuan tergambar dari bentuk tiang bangunan tugu ini yang gilig atau silider sedangkan puncak dari bangunan ini yang bulat ( golong ) sehingga tugu ini dinamakan Tugu Golong Gilig. Tugu ini juga merupakan penunjuk arah ketika Sultan Yogyakarta melakukan meditasi menghadap ke puncak gunung Merapi.

Tugu Yogyakarta ini saat dibangun berbentuk tiang silinder yang mengerucut keatas. Sedangkan bagian dasarnya berupa sebuah pagar yang melingkar dan bagian puncaknya berbentuk bulat. Tugu ini pada mulanya setinggi 25 meter.

Baca Juga :

Pada tanggal 10 Juni 1867 terjadi bencana gempa bumi besar yang menguncang kota Yogyakarta yang membuat Tugu Jogja ini runtuh yang diikuti dengan keadaan yang tidak menentu pada waktu itu karena gempa bumi yang hebat memporak-porandakan sebagian besar kota yogyakarta.

Pada tahun 1889 tugu Jogja direnovasi oleh Belanda dengan merubah bentuknya menjadi bentuk persegi dan pada tiap sisinya dihiasi oleh semacam prasasti yang menginformasikan siapa saja yang terlibat dalam renovasi tersebut. Pada bagian puncak tugu dirubah menjadi kerucut atau runcing yang tadinya bulat, sedangkan tinggi tugu tersebut menjadi hanya 15 meter atau 10 meter lebih rendah daripada bangunan semula. Mulai saat itu bangunan tersebut diberinama De Witt Paal atau Tugu Pal Putih

Perubahan bentuk tugu tersebut merupakan taktik Belanda untuk mengikis persatuan rakyat dan raja dalam melawan penjajah, tetapi harapan Belanda tersebut tidak berhasil karena disana sini tetap terjadi perlawanan dari rakyat Indonesia.

Wisata Yogyakarta Pantai Glagah

Wisata Yogyakarta Pantai Glagah

Wisata Yogyakarta Pantai Glagah – Obyek wisata pantai yang terletak di Kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta, tepatnya di Kecamatan Temon. Pantai ini berjarak sekitar 40 km dari pusat atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Pantai yang merupakan salah satu obyek wisata terpopuler di Kabupaten Kulonprogo ini menawarkan obyek yang beragam, mulai dari pantai, danau buatan, sungai, kebun buah naga, dan sebagainya. Di Pantai Glagah juga dibangun pelabuhan yang akan dimanfaatkan untuk keperluan transportasi barang.

Berbeda dengan awal mulanya yang menonjolkan pantai sebagai obyek utama, maka semenjak pembangunan pelabuhan dengan benteng beton pemecah ombaknya maka spot ini menjadi lebih populer. Disini wisatawan bisa menguji nyali dengan menantang deburan ombak besar yang siap mengguyur pengunjung yang berada di dekatnya. Selain itu dari tempat ini hamparan pemandangan yang cukup lengkap juga terlihat, seperti pantai dengan ombaknya, pelabuhan, dan kumpulan beton yang disusun untuk menghalau gelombang.

Di tempat ini juga banyak dijumpai para pemancing yang lengkap membawa peralatan pancing laut mereka. Karena dipantainya tidak diperbolehkan untuk berenang terkait dengan bahaya ombak besarnya, maka di sekitar pantai juga tersedia kolam renang air tawar yang disewakan. Namun demikian kolam renang ini hanya diperuntukkan bagi anak-anak.

Baca Juga :

Selain objek wisata pantai, pada bagian tepi laut terdapat obyek wisata yang menarik juga, tepatnya di dekat kawasan parkir, yaitu berupa danau air tawar buatan yang cukup besar. Pada danau ini terdapat banyak perahu yang khusus disediakan untuk wisata air bagi para pengunjung. Tarif yang ditawarkan pun cukup murah yaitu Rp 5.000 untuk satu orang sekali jalan. Dari perahu ini pengunjung akan bisa menyaksikan pemandangan yang lain dari Pantai Glagah.

Setelah puas melihat pemandangan maupun bermain air pantai, maka pengunjung bisa menikmati aneka kuliner yang terdapat di sekitar danau air tawar. Selain itu bagi wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh banyak pula tersedia di tempat ini, mulai dari baju, topi, souvenir, hingga buah-buahan yang banyak dihasilkan Kabupaten Kulonprogo yaitu melon dan semangka.

Wisata Yogyakarta Museum Sonobudoyo

Wisata Yogyakarta Museum Sonobudoyo

Wisata Yogyakarta Museum Sonobudoyo – Museum yang terletak di bagian utara Alun-alon Lor dari kraton Yogyakarta itu pada malam hari juga menampilkan pertunjukkan wayang kulit dalam bentuk penampilan aslinya (dengan menggunakan bahasa Jawa diiringi dengan musik gamelan Jawa). Pertunjukan wayang kulit ini disajikan secara ringkas dari jam 08.00-10.00 malam pada hari kerja untuk para turis asing maupun turis domestik.

Museum Sonobudoyo Menyimpan koleksi mengenai budaya dan sejarah Jawa yang dianggap paling lengkap setelah Museum Nasional Republik Indonesia di Jakarta. Selain keramik pada zaman Neolitik dan patung perunggu dari abad ke-8, museum ini juga menyimpan beberapa macam bentuk wayang kulit, berbagai senjata kuno (termasuk keris), dan topeng Jawa.

Museum Sonobudoyo terdiri dari dua unit. Museum Sonobudoyo Unit I terletak di Jalan Trikora No. 6 Yogyakarta, sedangkan Unit II terdapat di nDalem Condrokiranan, Wijilan, di sebelah timur Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Sejarah Museum Sonobudoyo

Pada tanggal 6 November 1935 Masehi diresmikan dan dibuka untuk umum dengan ditandai candrasengkala Kayu Winayangan ing Brahaman Budha yang menunjukan 9 Ruwah 1866 Jawa. Sedangkan nama museum bernama Museum Sonobudoyo, sono berarti tempat dan budoyo berarti budaya.

Pada tahun 1939 ntuk menunjang dan melengkapi usaha dari Java Instituut maka dibukalah Sekolah Kerajinan Seni Ukir atau Kunstambacht School.

Pada masa pendudukan Jepang di Yogyakarta museum dikelola oleh Bupati Paniradyapati Wiyata Praja (Kantor Sosial bagian pengajaran) dan pada masa kemerdekaan museum dikelola oleh Bupati Utorodyopati Budaya Prawito yaitu jajaran pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Baca Juga :

Selanjutnya pada akhir tahun 1974 Museum Sonobudoyo diserahkan ke Pemerintah Pusat / Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan secara langsung bertanggung jawab kepada Direktorat Jenderal dengan berlakunya Undang- undang No. 22 tahun 2000 tentang kewenangan Pemerintah dan kewenangan Provinsi sebagai Otonomi Daerah.

Pada bulan Januari 2001 Museum Sonobudoyo bergabung dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DIY diusulkan menjadi UPTD Peraturan Daerah No. 7 / Th. 2002 Tgl. 3 Agustus 2002 tentang pembentukan dan organisasi UPTD pada Dinas Daerah dilingkungan Pem. Prop. Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Surat Keputusan Gubernur No. 161 / Th. 2002 Tgl. 4 Nopember mengenai TU–Poksi.