Indahnya Bukit Pengilon Yogyakarta

Indahnya Bukit Pengilon Yogyakarta

Indahnya Bukit Pengilon YogyakartaBukit Pengilon , Yogyakarta – Bukit Pengilon terletak tepat di tepi pantai selatan. Berdasarkan catatan geologis, dulunya Bukit Pengilon merupakan bagian dari Gunung Api Purba Batur. Dari ketinggian bukit, wisatawan dapat menyaksikan gugusan pantai Gunungkidul, seperti Pantai Wediombo dan Pantai Watu Lumbung. Kamu pun dapat melayangkan pandang ke laut lepas hingga batas cakrawala.

Sedangkan pemandangan Bukit Pengilon sendiri didominasi oleh pada rumput hijau yang menyegarkan mata, sesekali diselingi areal perladangan warga. Beberapa tempat duduk sudah didirikan sebagai tempat beristirahat sejenak maupun lokasi foto-foto.

Camping di Bukit Pengilon merupakan salah satu cara terbaik untuk menikmati pesona bukit ini. Namun kamu harus berhati-hati, sebab anginnya terasa cukup kencang. Camping di tempat ini akan memberikanmu sensasi berbeda, sebab kamu bisa menyaksikan sunrise di kala fajar dan sunset di kala senja.

Tak ingin menghabiskan malam di Bukit Pengilon? Tak apa-apa, kamu tetap bisa menikmati pesona tempat ini. Duduk-duduk di padang rumput luas sembari menikmati kemegahan ciptaan Tuhan akan menjadi aktivitas yang menyenangkan dan tidak dapat tergantikan oleh apapun.

Lokasi Bukit Pengilon

Secara administratif, Bukit Pengilon termasuk dalam wilayah Dusun Ngelo, Desa Balong, Kecamatan Girisubo, Gunungkidul. Lokasi Bukit Pengilon berdekatan dengan Pantai Banyunibo dan Pantai Siung di sebelah barat, serta Pantai Watu Lumbung dan Pantai Wediombo di sebelah timur.

Rute Menuju Bukit Pengilon

Ada dua rute yang bisa diambil untuk mencapai lokasi Bukit Pengilon, yang pertama adalah melalui Pantai Wediombo dan yang kedua melalui Pantai Siung. Baik dari Pantai Siung maupun dari Pantai Wediombo, wisatawan harus mau berjalan kaki alias trekking menyusuri perbukitan di pinggir pantai dengan pemandangan yang aduhai.

Jika kamu memilih rute Pantai Siung, maka kamu harus naik ke atas bukit di sisi timur pantai, kemudian ikuti jalan setapak yang ada. Nantinya kamu akan melewati Pantai Banyu Nibo yang menyimpan air terjun kala musim penghujan sebelum tiba di Bukit Pengilon. Sedangkan jika kamu memilih lewat TPR Pantai Wediombo, kamu harus trekking melewati Pantai Watu Lumbung, berjalan terus ke barat, dan nantinya akan tiba di Bukit Pengilon.

Indahnya Bukit Panguk Kediwung

Indahnya Bukit Panguk Kediwung

Indahnya Bukit Panguk KediwungBukit Panguk Kediwung , Yogyakarta – Menikmati keindahan panorama alam di Yogyakarta, http://96.125.168.97/ tentunya tak pernah ada habisnya. Kali ini datang lagi Bukit Panguk Kediwung. Merupakan salah satu tempat wisata yang baru diresmikan sejak 16 Mei 2016 yang lalu, tempat ini wajib masuk dalam list liburan kamu nanti.

Berbicara tentang kota yang sangat istimewa selalu membuat kita kangen dan ingin cepat kembali kesana memang tak ada habisnya. Lihat saja, jika menelusuri kota Yogyakarta, ada banyak sekali tempat wisata yang indah dan ingin dikunjungi semuanya. Nggak cuma kotanya saja yang indah, mulai dari kuliner khas Jogja, pernak-pernik khas Jogja yang wajib dikunjungi, sampai destinasi tersembunyi-nya wajib sekali kita jajah.

Siapa yang tidak tertarik dengan Bukit Panguk Kediwung ini? Tentunya hampir tidak ada. Bukit yang selalu bisa menyihir para pengunjungnya ini, menghadirkan lautan kabut yang indah dan sangat ciamik sekali. Selain atas bukit yang dipenuhi dengan awan, kamu juga bisa menjajal Gardu Pandang yang berada di tempat ini.

BACA JUGA :

Dari atas gardu, kamu bisa menikmati panorama alam yang indah luar biasa dan ditemani dengan suasana awan yang eksotis pada sore menjelang malam hari. Selain Gardu Pandang yang selalu menajadi spot paling favorit, di sini juga terdapat perahu kayu yang menyerupai origami kertas lho. Seru banget deh pokoknya!

Perpaduan dari alam yang ditemani dengan awan dan cahaya langit ini memang benar-benar menawan sekali! Apalagi jika kamu ingin berfoto, tentunya spot ini paling favorit sekali, lho.

Lokasi Bukit Panguk Kediwung Yogyakarta

Berlokasi di bibir bukit, tepatnya terletak di Dusun Kediwung, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat wisata yang satu ini tergolong masih sangat baru.

Untuk bisa sampai ke Bukit Panguk Kediwung ini, terbilang lumayan mudah. Kamu hanya tinggal berjalan menuju Hutan Pinus dan Kebun Mangunan. Jika melakukan perjalanan dari Yogyakarta, kamu tentunya bisa mengambil arah ke Imogiri, dan kemudian dilanjutkan menuju ke Dlingo, jika sudah sampai kamu akan ada papan petunjuk yang mengarahkan kamu.

Kalau kamu masih kebingungan, tak ada salahnya kan bertanya kepada penduduk setempat agar lebih memudahkan perjalanan kamu nanti. Tapi, jika sudah sampai di Dlingo, kamu jangan kaget ya. Karena untuk bisa sampai ke Bukit Panguk Kediwung ini kamu perlu melewati rute yang cukup ekstrem. Kamu harus melewati turunan dan tanjakan yang membuat kamu perlu lebih berhati-hati.

Harga Tiket Masuk Bukit Panguk Kediwung

Untuk bisa bersantai dan menikmati panorama alam yang indah dan ciamik di tempat ini, tentunya kamu harus mengeluarkan kocek untuk membayar parkir saja. Karena tempat ini terbilang masih lumayan baru, jadi kamu belum dipungut biaya sama sekali.

Biaya parkir motor : Rp. 2000
Biaya parkir mobil : Rp 5.000
Berfoto di spot perahu : Rp 3.000

Tips Berkunjung ke Bukit Panguk Kediwung

  • Sebaiknya kamu datang pada pagi hari, dan pastikan cuaca sangat bersahabat. Jangan pernah datang ke Bukit Panguk Kediwung pada saat hujan melanda.
  • Bawa kamera dan powerbank, karena kamu akan mengabadikan banyak foto jika datang ke Bukit Panguk Kediwung. Jangan lupa berfoto di atas Gardu Pandang ya.
  • Kenakan pakaian yang membuat kamu nyaman, dan alas kaki yang memadai. Jangan menggunakan sepatu hak tinggi maupun celana pendek (untuk wanita), karena di sini benar-benar dingin sekali! Usahakan untuk mengenakan celana panjang.
  • Dilarang membuang sampah, maupun merusak lokasi sekitar. Jadilah wisatawan yang baik dan tidak alay!
Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta

Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta

Seribu Batu Songgo Langit YogyakartaSeribu Batu Songgo Langit , Yogyakarta – Yogyakarta, merupakan tempat berlibur yang paling didambakan oleh setiap orang dan selalu bisa membuat para wisatwan kangen dengan keindahannya. Kali ini, muncul lagi Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta yang tengah eksis dikalangan para wisatawan.

Masih berada di kawasan Hutan Pinus Mangunan, Dlingo, Bantul. Tempat ini telah menjadi salah satu wisata kekinian yang selalu ramai diburu oleh para pelancong yang gemar berselfie dan berfoto ria bersama sahabat maupun keluarga tercinta.

Kalau pada tahun 2016 yang lalu, Yogyakarta sudah memperkenalkan wisata barunya Hutan Pinus Mangunan Dlingo, kali ini datang lagi dengan tema yang berbeda.

Wisata Seribu Batu Songgo Langit yang merupakan salah satu wisata yang berada di Jl. Hutan Pinus Nganjir, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta, kawasan wisata ini memang benar-benar disajikan untuk para pelancong yang bewisata ke Jogja.

Seribu Batu Songgo Langit Merupakan salah satu wisata alam dengan panorama menawan ini memiliki konsep hampir sama seperti Hutan Pinus Mangunan yang telah eksis sebelumnya. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, tempat wisata yang satu ini memiliki arti “Seribu Batu yang Menopang Langit.”

Yap, sesuai dengan namanya, di tempat ini terdapat ribuan batu yang sangat indah dan bisa kamu jadikan sebagai spot selfie paling favorit. Tapi, jika sudah berada di Seribu Batu Songgo Langit nanti, jangan lupa untuk tetap menjaga lingkungan sekitar dan dilarang membuat sampah apapun disana ya.

Selain kumpulan batu-batu indah, kamu juga bisa melihat spot berfoto yang tak boleh terlewatkan, mulai dari gardu pandang, bebatuan besar yang fotogenik, pepohonan yang indah nan rimbun, dan sampai Rumah Hobbit yang tak kalah hits dari yang lainnya di tempat ini.

Walaupun bukan yang pertama, nyatanya Rumah Hobbit yang berada di Seribu Batu Songgo Langit ini, benar-benar menjadi perburuan oleh para wisatawan. Nggak cuma itu saja, di sini juga masih ada Rumah Kurcaci yang bisa kamu jadikan spot selfie berikutnya. Seolah tak ingin kalah eksis, mereka selalu ramai datang dan berfoto di depan Rumah Kurcaci yang super keren dan menakjubkan ini.

Tak hanya itu saja, buat kamu yang gemar menguji adrenalin, di tempat ini kamu bisa menjajal Flying Fox di Seribu Batu Songgo Langit Yogaykarta ini. Eitts, tapi untuk bisa bermain wahana yang satu ini tentunya kamu wajib mengeluarkan kocek sebesar Rp15.000 per orang, lho. Tertarik untuk mencobanya?

Pokoknya, masih banyak sekali spot berfoto yang bisa kamu temui di Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta ini. Kalau penasaran, langsung saja datang dan jangan lupa mengenakan pakaian yang nyaman ya!

Lokasi Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta

Berada di Dusun Sukarame, Desa Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul Yogyakarta, tempat ini bisa sangat mudah kamu temukan. Jika kesulitan, kamu bisa mengaksesnya dari smartphone kamu dengan menggunakan GPS yang berada pada gadget kamu nanti ya.

Rute Menuju Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta

Jika kamu memulai perjalanan dari Yogyakarta, tentunya kamu harus melewati Ringroad Selatan terlebih dahulu. Jika sudah sampai di perempatan terminal Giwangan, kamu harus tetap melanjutkan perjalanan menuju Imogiri Timur, lalu diteruskan sampai bertemu dengan pertigaan Pasar Imogiri.

Kalau kamu sudah sampai pertigaan Pasar Imogiri, kamu masih harus meneruskan perjalanan menuju ke Desa Mangunan, mungkin nantinya kamu akan melalui jalan yang agak lumayan menanjak dan berbelok-belok, tapi kamu harus tetap berhati-hati ya.

Tak jauh dari lokasi Desa Mangunan, kamu akan bertemu dengan Restoran Bumi Langit, yang akan membawa kamu menuju Watu Goyang dan tak lama lagi kamu akan sampai pada tujuan kamu, Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta.

Karena tempat wisata ini terbilang masih cukup baru, kamu tak perlu mengeluarkan biaya masuk sama sekali lho. Cukup membayar parkir saja kamu sudah bisa dimanjakan oleh pemandangan ciamik di Wisata Seribu Batu Songgo Langit Yogyakarta ini.

Taman Sungai Mudal Di Yogyakarta

Taman Sungai Mudal Di Yogyakarta

Taman Sungai Mudal Di YogyakartaTaman Sungai Mudal, Yogyakarta – Taman Sungai Mudal adalah obyek wisata alam yang terdapat di Kabupaten Kulon Progo, atau sekitar 1 jam dari pusat kota Yogyakarta jika berkendara. Tempat ini berupa kolam pemandian yang airnya selalu nampak jernih dan berwarna toska yang indah.

Ekowisata ini diberi nama Taman Sungai Mudal karena air di sini berasal dari mata air Mudal. Serta tampilan sekitar lokasi ini memang dibuat layaknya sebuah taman, dimana orang-orang berkumpul untuk bersenang-senang sembari menikmati pesona alam.

Tempat rekreasi baru di Jogja ini berawal dari inisiatif warga tempat Taman Sungai Mudal berada, yaitu gerakan bersih-bersih di mata air dan bantaran aliran sungai Mudal yang dimulai sejak tahun 2011 oleh masyarakat Banyunganti khususnya RW 05. Menyadari potensi wisata berupa air terjun, kolam pemandian dan renang, flora dan fauna, jeram-jeram, serta pemandangan pegunungan Menoreh yang memikat.

Paket lengkap sungai, kolam, dan air terjun

Selain membantu perekonomian warga sebagai ekowisata, Taman Sungai Mudal ternyata masih menjadi sumber irigasi bagi sawah-sawah sekitarnya dan konsumsi air bersih bagi warga. Sementara itu, sekitar 95 meter dari lokasi mata air terdapat air terjun. Spot menarik setelahnya adalah jeram-jeram dan lubuk yang ada setelah air terjun Mudal.

Air terjun yang terdapat di sekitarnya adalah Air Terjun Kembang Soka dan Air Terjun Kedung Pedut yang karakteristiknya hampir sama satu sama lain. Beberapa di antaranya adalah Bendung Pule, Kedung Wong, Kedung Luweng, Kedung Dowo, Kedung Rempelas, Kedung Awar-awar, dan Kedung Gedoya.

Kolam pemandian dan berenang berada di area Kedung Gedoya. Ada juga kolam yang dibuat ramah untuk anak dengan kedalaman 1 – 1,5 meter dan untuk dewasa kedalamannya 1,5 – 2 meter. Kolam pertama berukuran luas 7 x 11 m² untuk bermain dan berenang anak. Sedangkan kolam kedua berukuran 7 x 10 m².

Jika ingin mengambil foto saat di dalam kolam, anda disarankan untuk berfoto di pagi atau sore hari. Hasilnya akan menjadi lebih bagus dan menarik karena air jernih di Taman Sungai Mudal bertemu dengan sinar matahari di samping anda bukan di atas seperti saat siang.

Untuk anda yang kebetulan kurang bersahabat dengan wisata air, bisa mencoba trekking ke Watu Wayang. Tempat ini adalah tebing batu kapur dan konon mirip dengan kelir wayang, maka masyarakat menyebutnya Watu Wayang. Di Watu Wayang, anda akan dapat menemukan banyak kera ekor panjang. Atau anda juga bisa berjalan-jalan keliling Taman Sungai Mudal yang sejuk dan asri dipenuhi pepohonan rindang serta bunga-bunga cantik.

Wahana camping dengan flying fox yang ekonomis

Agar pengunjung tambah merasa nyaman ketika berkunjung ke Taman Sungai Mudal, pengelola menyediakan fasilitas selengkap mungkin untuk menyenangkan hati para penikmat alam yang berkunjung. Fasilitas umum seperti kamar mandi, kamar ganti, mushola, dan warung makan sudah tersedia di sana. Tak lupa gazebo untuk beristirahat juga tertata rapi.

Menariknya lagi, pihak pengelola Taman Sungai Mudal turut menyediaan akses internet. Adanya fasilitas WiFi bertujuan agar pengunjung lebih mudah mengunggah foto-foto ke akun media sosial. Dengan begitu diharapkan Ekowisata Taman Sungai Mudal juga akan semakin dikenal masyarakat luas. Kalau kebetulan anda atau salah seorang keluarga ada yang tak mahir berenang, di sini ada pula penyewaan pelampung dan hanya membayar IDR5.000 saja.

Secara perlahan pengelola mulai membangun berbagai aktivitas outdoor agar pengunjung makin tertarik dan banyak yang datang. Beberapa di antaranya adalah berkemah, flying fox, dan river tubing. Wahana flying fox nampaknya sudah mulai dibuka dan anda cukup membayar seeitar IDR15.000/orang. Sementara untuk masuk ke Taman Sungai Mudal, anda diharuskan membayar retribusi sebesar IDR4.000 saja, ditambah uang parkir IDR2.000/motor dan IDR5.000/mobil.

Taman Sungai Mudal

Alamat : Pedukuhan Banyunganti, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo
HTM : IDR4.000
Jam buka : 08.00 – 17.00
Kegiatan : berenang, fotografi, tracking, camping, flying fox

Blue Lagoon Pemadian Alami Jogja

Blue Lagoon Pemadian Alami Jogja

Blue Lagoon Pemadian Alami JogjaBlue Lagoon , Yogyakarta – Blue Lagoon merupakan mata air atau kedung dengan hamparan air jernih biru kehijauan. Pemandangan yang indah dan tempatnya yang asyik menjadikan pemandian alami ini ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai tempat.

Berenang atau berendam di kolam tatkala suhu udara memanas tentunya menjadi hal yang sangat menyenangkan. Apalagi jika air dari kolam tersebut berasal dari mata air alami yang mengalir sepanjang tahun tanpa henti. Ya, kini kenikmatan itu bisa Anda dapatkan di Blue Lagoon, sebuah pemandian alami yang mulai popular di kalangan wisatawan.

Nama resmi pemandian ini adalah Pemandian Setia Budi. Namun karena airnya yang jernih dan berwarna kebiruan, anak-anak muda yang kerap berkunjung ke kawasan ini pun menyebutnya Blue Lagoon. Pemandian ini berbentuk ceruk atau kedung dengan bebatuan alami di sekitarnya. Di salah satu sisi pemandian terdapat bendungan kecil yang bisa digunakan berseluncur menggunakan ban sewaan. Jika memiliki nyali, wisatawan pun bisa melompat dari ketinggian atau melakukan backflip. Air kedung yang dalam membuat aktivitas ini cukup aman dilakukan.

Selain berenang dan berendam di segarnya mata air alami yang dikeliling pepohonan, wisatawan juga bisa mencoba terapi pijat dengan berdiri di bawah pancuran. Guyuran air yang mengenai tubuh akan membuat badan lebih segar. Bagi yang tak ingin bermain air, wisatawan bisa menikmati sejuknya alam dari gazebo-gazebo yang ada di sekitar pemandian.

Meskipun tergolong obyek wisata baru, fasilitas yang ada di kawasan ini sudah cukup memadai. Mulai dari tempat parkir yang cukup luas, mushola, kamar mandi/wc, tempat penitipan barang, warung, hingga homestay, semuanya sudah tersedia di kawasan ini. Jadi tunggu apa lagi? Yuk berkunjung ke Blue Lagoon Van Sleman.

Lokasi dan Akses Menuju Blue Lagoon

Pemandian Blue Lagoon ini terletak di Desa Dalem, Widodomartani, Ngemplak, Sleman. Akses menuju tempat ini tergolong mudah. Dari pusat Kota Jogja, wisatawan cukup menyusuri Jalan Kaliurang. Sesampainya di pertigaan Besi – Jangkang (Jalan Kaliurang Km 13), silahkan belok kanan dan ikuti jalan raya hingga Pasar Jangkang. Dari pertigaan Pasar Jangkang ambil arah kanan sekitar 100 meter dan ikuti petunjuk arah yang menuju Blue Lagoon.

Untuk menikmati sensasi bermain air atau sekedar masuk ke kawasan Blue Lagoon, wisatawan cukup merogoh kocek sebesar Rp 2.000. Murah sekali bukan? Tempat ini buka setiap hari dari pukul 07.00 WIB hingga senja menjelang.

1 2 3