Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Wisata Air Terjun Sri Gethuk

Wisata Air Terjun Sri Gethuk – Air Terjun Sri Gethuk merupakan air terjun yang terletak di Gunung Kidul, yang menawarkan pesona air terjun alami serta tak kalah indahnya dengan Grand Canyon di Amerika.

Ketika kamu akan berencana liburan ke Yogyakarta, sudahkah kamu menentukan tempat mana saja yang akan kamu kunjungi? Yogyakarta menawarkan berbagai pilihan tempat wisata yang dapat menjadi alternatif destinasi liburanmu. Mulai dari yang mainstream, hingga tempat-tempat wisata baru yang masih jarang tersentuh oleh wisatawan. Air Terjun Sri Gethuk adalah salah satu diantaranya.

Air Terjun Sri Gethuk memang merupakan tempat wisata yang dapat dikatakan cukup muda. Walaupun demikian, keindahan panorama alam yang dimiliki air terjun ini mampu menyedot minat wisatawan dari berbagai penjuru. Suasana alam yang masih asri, serta gemericik air terjun dapat membuat jatuh cinta bagi siapa saja yang melihatnya.

Secara administratif, air terjun tersebut terletak pada Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Yogyakarta. Untuk mencapai lokasi, pengunjung setidaknya harus menempuh jarak kurang lebih 36 kilometer atau sekitar 1,5 jam perjalanan. Lokasinya juga tak jauh dari obyek wisata Goa Rancang Kencono.

Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sri Gethuk, wisatawan dapat mengambil rute jalan menuju Wonosari. Setelah tiba di pertigaan gading, ambil jalur menuju daerah Playen. Ketika berada di daerah Playen, banyak terdapat petunjuk arah yang memudahkan wisatawan untuk menuju ke tempat wisata tersebut.

Setelah itu wisatawan harus melakukan perjalanan melalui hutan kayu putih dan ladang kayu jati hingga tiba di area pemancingan. Dari sini pengunjung dapat memilih dua jalur yang tersedia, yaitu melalui jalan setapak atau naik rakit sederhana yang terbuat dari drum bekas menyusuri Sungai Oya. Menaiki rakit dan menyusuri Sungai Oya merupakan keasyikkan tersendiri sembari menikmati keindahan sisi kanan dan kiri dari sungai tersebut.
Tak hanya itu, tebing-tebing karst yang kokoh seakan melindungi kelestarian alam dari jamahan tangan tak bertanggung jawab. Air sungai yang tenang berwarna kehijauan, dipadukan dengan udara sejuk menciptakan suasana asri yang menentramkan jiwa. Seolah rasa penat dari perjalanan panjang yang ditempuh sirna seketika.

Setelah menyusuri Sungai Oya, tibalah wisatawan pada tempat yang dituju yaitu Air Terjun Sri Gethuk. Akan nampak sebuah fenomena air terjun eksotis dengan derasnya air yang jatuh dari tebing-tebing tinggi ke bebatuan di tepi sungai. Bebatuan yang ada di bawah air terjun tersusun secara rapi, seolah dibuat oleh tangan-tangan terampil yang menambah keelokan dari tempat wisata ini.

Suara gemericik air seakan menjadi magnet bagi wisatawan untuk segera mandi dibawah derasnya guyuran air. Tebing-tebing sekitar dipenuhi dengan tumbuhan hijau yang menambah kesan alami Air Terjun Sri Gethuk. Wisatawan dapat dengan leluasa menikmati segarnya guyuran air terjun dari bawah.

Berkunjung ke air terjun ini, tak lengkap jika tak berenang di Sungai Oya. Airnya sangat tenang dan jernih, berwarna kehijauan serta sangat segar. Dangkalnya air juga membuat wisatawan merasa aman untuk berlama-lama berenang di sungai ini.

Menikmati panorama alam Air Terjun Sri Gethuk juga dapat menjadi pilihan menghabiskan waktu berlibur. Wisatawan dapat bersantai menikmati hijaunya alam sekitar air terjun, serta ditemani suara gemuruh air yang jatuh di bebatuan. Suasana di tempat wisata ini sangat cocok bagi wisatawan yang ingin refreshing dari rutitnitas sehari-hari.

Fasilitas Air Terjun Sri Gethuk

Tempat wisata Air Terjun Sri Gethuk memiliki fasilitas pendukung yang cukup memadai, seperti tersedianya toilet umum, penitipan barang, persewaan pelampung dan ban, persewaan rakit, warung-warung, serta mushola yang dapat digunakan wisatawan beribadah.

Terlepas dari jalan yang menjadi akses utama menuju lokasi wisata yang masih dalam kondisi seadanya. Hanya terdapat jalan setapak melewati persawahan, serta jalan di hutan kayu putih dan kayu jati yang masih perlu diperbaiki.
Air Terjun Sri Gethuk memang masih dikelola secara swadaya oleh warga setempat. Pemerintah seharusnya ikut andil dalam pengembangan fasilitas di air terjun ini, mengingat potensi wisata yang cukup besar dapat menarik wisatawan untuk berkunjung. Berikut adalah kegiatan dan aktivitas yang dapat dilakukan oleh wisatawan di Air Terjun Sri Gethuk.
Menikmati Keindahan Alam

Baca Juga :

Air Terjun Sri Gethuk menyimpan pesona alam yang memukau untuk dinikmati. Kamu akan disajikan keindahan alam yang masih asri dan alami. Dengan menaiki rakit yang terbuat dari drum bekas, kamu dapat melihat hijaunya tumbuhan serta tebing-tebing karst yang nampak indah disisi kiri dan kanan Sungai Oya.

Tak hanya itu, kamu bisa melihat air terjun yang eksotis dengan kucuran air yang tak pernah kering walaupun musim kemarau. Bebatuan dibawah air terjun tersusun secara apik dan alami, menambah keindahan air terjun tersebut. Jika musim penghujan, kamu juga bisa melihat fenomena munculnya pelangi dari air terjun yang terletak di Jogja ini.

Berenang dan Bermain Air

Ketika kamu mengunjungi air terjun, berenang dan bermain air seperti menjadi aktivitas wajib yang harus kamu lakukan. Kamu bisa merasakan segarnya guyuran air yang jatuh membahasi seluruh tubuh dari bawah air terjun. Airnya yang segar akan menghilangkan rasa penat dari perjalanan jauh yang kamu tempuh.

Kamu juga bisa berenang di Sungai Oya yang ada di Air Terjun Sri Gethuk. Karakteristik air yang tenang dan jernih, serta tak terlalu dalam menjadikan tempat ini favorit wisatawan untuk berenang. Jika kamu tak pandai berenang, kamu dapat menyewa pelampung dan ban yang telah disediakan oleh pengelola setempat.
Harga Tiket Masuk Air Terjun Sri Gethuk

Untuk memasuki kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk, wisatawan harus merogoh kocek sebesar Rp. 30.000 per orang. Biaya tersebut sudah termasuk tiket ke tempat wisata Goa Rancang Kencono. Sedangkan untuk naik rakit, wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp. 10.000.
Sejarah Air Terjun Sri Gethuk

Sekilas ketika mendengar namanya, tentu sebagian orang mengira asal usul dari nama air terjun ini berasal dari gethuk yang merupakan salah satu camilan khas masyarakat Jawa yang terbuat dari singkong. Nyatanya keliru, kata Gethuk sendiri didapat dari kata Kethuk yang merupakan salah satu perangkat gamelan jawa.

Konon masyarakat mempercayai bahwa air terjun tersebut merupakan tempat penyimpanan perangkat gamelan Kethuk yang merupakan milik makhluk halus, yaitu Jin Anggo Meduro. Cerita tersebut masih dipercayai masyarakat setempat hingga kini. Bahkan pada waktu tertentu, masih sering terdengar suara-suara gamelan dari air terjun yang dibuka sebagai tempat wisata sejak tahun 2007 ini.

Pesona Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk memiliki pesona panorama alam yang sangat mempesona. Bahkan disebut-sebut keindahan alam yang ada pada tempat wisata ini tak kalah dengan Grand Canyon Arizona di Amerika Serikat. Air terjun ini berada pada perbukitan karst yang memang merupakan ciri topografi dari Kabupaten Gunung Kidul.

Jika berkunjung ke air terjun ini, sangat disarankan bagi wisatawan untuk menggunakan rakit menyusuri Sungai Oya. Memang sedikit menantang, namun semua itu akan setimpal dengan pemandangan alam yang ditawarkan. Selama perjalanan, wisatawan akan disuguhkan dengan hijaunya tumbuhan yang memenuhi sisi kiri dan kanan sungai.

Wisata Puncak Becici Yogyakarta

Wisata Puncak Becici Yogyakarta

Wisata Puncak Becici Yogyakarta – Satu-persatu objek wisata alam di Kabupaten Bantul , DIY hadir untuk menyemarakkan pariwisata di Jogjakarta. Bantul memiliki berbagai macam objek wisata yang sangat terkenal yaitu Pantai Parangtritis, Gumuk Pasir Parangtritis, Goa Cerme, dan juga makam raja-raja di Imogiri yang seluruh objek wisata tersebut selalu dipenuhi wisatawan baik dari dalam maupun luar daerah.

Saat ini pemerintah daerah setempat juga telah mengembangkan potensi wisata di kawasan timur kabupaten tepatnya di Kecamatan Dlingo yang wilayahnya berupa bebukitan yang banyak ditumbuhi ponon-pohon pinus. Beberapa objek yang terkenal adalah Kebun Buah Mangunan dan Hutan Pinus Mangunan yang telah terkenal oleh banyak orang. Objek wisata yang terbaru di kawasan ini adalah kawasan wisata Puncak Becici.

Tempat wisata ini menawarkan banyak hal untuk para penggunjung yang menyukai ecowisata, seperti alamnya yang masih alami dan hijau, udara yang masih segar dan dingin, ketenangan ditengah-tengah hutan pinus dan juga bisa merasakan sensasi naik ke atas pohon atau gardu pandang sembari memandangi keindahan alam dari atas pohon seperti yang ada di Kali Biru, Kulonprogo. Untuk bisa naik ke atas pohon tersebut penggunjung harus berjalan sekitar 100 meter terlebih dahulu dari parkiran ke Puncak Becici. Namun perjalanan menuju puncak tidak akan terasa jauh karena kawasan hutan pinus telah ditata dengan apik sehingga penggunjung berjalan membelah hutan pinus dengan tenang hingga sembari menikmati suasana hutan pinus hingga sampai ke puncak.

Baca Juga :

Sama seperti kawasan Kali Biru yang ada di Kulonprogo, Puncak Becici juga terdapat beberapa papan yang ada diatas pohon agar para pengunjung bisa naik keatasnya dan menikmati panorama alam yang ada di bawah. Tentu saja tidak ada Waduk Sermo dan deret Pegunungan Suroloyo yang akan dilihat para wisatawan tetapi pemandangan hutan-hutan yang masih tersisa, perbukitan yang membentang luas dan juga hijaunya sawah-sawah yang ada di bawah bukit. Jika takut naik ke atas gardu pandang, penggunjung bisa bersantai di gazebo-gazebo yang ada di atas bukit.

Nilai lebih dari Puncak Becici adalah para wisatawan selain bisa menikmati pesona alam di puncak bukit, wisatawan juga bisa menikmati suasana hutan pinus yang damai dan tenang. Duduk-duduk di kursi yang telah disediakan sembari menyegarkan otak dari segala permasalahan yang ada dengan menikmati segala keindahan yang ada, memandangi pohon pinus yang menjulang tinggi, merasakan angin sepoi-sepoi dan juga menikmati segarnya udara yang bebas dari polusi.
Lokasi Puncak Becici:

Puncak Becici berada di Gunungcilik RT. 07 / RW. 02, Muntuk, Dlingo, Muntuk, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperlukan waktu sekitar satu jam menuju lokasi ini dari pusat Kota Yogyakarta mengunakan kendaraan pribadi.

Tips Wisata di Puncak Becici:

  • Gunakan alas kaki yang nyaman.
  • Siapkan kamera Anda.
  • Jaga kebersihan di kawasan objek wisata.

Wisata Kebun Buah Mangunan

Wisata Kebun Buah Mangunan

Wisata Kebun Buah Mangunan – Wisata anti mainstream kali ini berada di Yogyakarta, memang Yogyakarta tidak ada matiya untuk urusan wisata. Bagaikan negeri di atas awan, Kebun Buah Mangunan berada di ketinggian 150-200mdpl, terletak di kecamatan Dlingo yang dapat ditempuh sekitar 1 – 1,5 jam dari kota Yogya.

Cara menuju Kebun Buah Mangunan

Untuk pergi ke Kebun Buah Mangunan dari kota Jogja, kamu bisa langsung berkendara menuju perempatan ringroad terminal Giwangan. Dari situ diteruskan ke jalan Imogiri Timur (arah selatan), lalu ikuti jalan Imogiri barat sampai pertigaan mentok dan dari situ kamu akan dituntun oleh papan petunjuk yang mengarahkan ke Kebun Buah Mangunan, mulai dari sini jalanan juga sudah mulai menanjak, teruslah melaju hingga menemukan gerbang masuk Kebun Buah Mangunan.

Setelah sampai di pintu masuk dan parkir kendaraan, perjalananmu belumlah selesai, kamu masih harus jalan kaki menapaki anak tangga menuju puncaknya kurang lebih 300 meter dari tempat parkir paling ujung (sampai jalanan untuk kendaraan mentok), setelah di puncaknya, rasa lelahmu akan terbayarkan, walaupun nanti pulangnya lelah lagi yah

Harga tiket masuk Kebun Buah Mangunan

Setiap orang diharuskan membayar tiket masuk hanya Rp 5.000 saja, setelah itu bisa leluasa menikmati area di dalamnya hingga puncak.

Ada apa saja di Kebun Buah Mangunan?

Hal yang paling menarik dari wisata Kebun Buah Mangunan tentu saja pemandangan pegunungan Sewu dan Sungai oyo yang menyatu membuat pemandangan yang sangat indah, apalagi saat kamu mengunjungi tempat ini di waktu yang pas saat kabut kabut tebal menyelimuti pegunungan tersebut, akan terasa berada di negeri atas awan!

Baca Juga :

Selain itu saat kamu berjalan kaki menuju puncaknya, kamu akan melihat di tempat ini ada area perkemahan, outbound, greenhouse, kolam pancing, serta berbagai koleksi pohon buah-buahan yang tidak boleh dipetik buahnya.

Bagaimana cara bertemu kabut di Kebun Buah Mangunan?

Kabut yang menyelimuti pemandangan pegunungan di Kebun Buah Mangunan tidak setiap hari ada lho, menurut pengelaman orang yang beberapa kali ke sana, cara menemui kabut kabut itu, kamu harus datang ke sana di saat matahari terbit dan di musim hujan, hal ini juga tidak menjamin kamu bertemu kabutnya, jika malam sebelum kamu mengunjungi tempat ini terjadi hujan, maka ada kemungkinan besoknya kamu bisa ketemu kabutnya.

Alamat Kebun Buah Mangunan Yogyakarta

Mangunan, Dlingo, Mangunan, Dlingo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55783

Wisata Desa Kalibiru Yogyakarta

Wisata Desa Kalibiru Yogyakarta

Wisata Desa Kalibiru Yogyakarta – Desa Wisata Kalibiru merupakan kawasan hutan yang dikelola masyarakat sekitar dan dijadikan objek wisata alam. Hutan wisata ini berada di perbukitan Menoreh, tepatnya di Desa Hagrowilis, Kecamatan Kokap, Kulonprogo. Dari Wates, ibukota Kulonprogo, Kalibiru berjarak 10 km. Sedang dari Kota Yogyakarta, Kalibiru berjarak 40 km dan dapat ditempuh dalam waktu 60-90 menit.

Asal Mula Desa Wisata Kalibiru

Pada tahun 1950-an, Kalibiru merupakan hutan lindung yang belum dijamah manusia. Namun seiring berjalannya waktu, banyak pembalakan liar terjadi di Kalibiru. Sampai pada tahun 1997 Desa Wisata Kalibiru menjadi hutan yang tandus dan gersang. Oleh sebab itu warga sekitar kemudian berinisiatif mengelola Kalibiru untuk membuat hutan itu kembali hijau dan sejuk. Melalui Komunitas Lingkar, masyarakat sekitar mengubah Kalibiru yang tandus dan gersang menjadi hijau dan sejuk. Setelah lima tahun dikelola oleh masyarakat, jumlah dan pertumbuhan tanaman di Kalibiru meningkat pesat. Ditemukan juga beberapa mata air. Sejak 14 Februari 2008 hutan ini secara resmi dikelola masyarakat selama 35 tahun dengan adanya Izin Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan. Kini Kalibiru membalas budi masyarakat yang telah merawatnya dengan menjadi hutan wisata yang indah.

Desa Wisata Kalibiru terbentang 450 meter diatas permukaan laut. Jika cuaca cerah, dari balik hutan Kalibiru kita dapat melempar pandangan sampai gunung Merapi, pantai selatan, dan Waduk Sermo. Karena berada di perbukitan yang cukup tinggi, Kalibiru sejuk dan udaranya jernih tanpa polusi. Tentu hal ini menjadi nilai lebih bagi pengunjung yang berasal dari perkotaan yang sehari-hari menghirup udara kota yang kotor.

Baca Juga :

Selain bentang alamnya yang indah oleh paduan hutan yang hijau dan perbukitan, sosial budaya masyarakat sekitar Kalibiru juga menjadi daya tarik. Masyarakat sekitar dikenal ramah, santun, memiliki rasa kekeluargaan, dan senang gotong royong. Selain itu, masyarakat Kalibiru juga mempertahankan beraneka ragam seni budaya tradisional, sehingga mampu menghadirkan eksotisme yang khas bagi pengunjung.

Masyarakat yang secara bahu-membahu mengelola hutan wisata Kalibiru juga mempunyai komitmen untuk menjaga lingkungan. Hal ini dapat dilihat dari infrastruktur bangunan di Kalibiru. Tak ada satu bangunan pun yang berbahan beton. Semuanya terbuat dari bahan-bahan alami seperti bambu atau kayu dan dirancang sesuai arsitektur Jawa kuno. Berbagai bangunan yang disediakan sebagai fasilitas pengunjung di Kalibiru antara lain pondok wisata, gardu pandang, joglo, sampai perpustakaan. Selain itu terdapat pula area outbond, jalur tracking, dan lintasan flying fox.

Wisata Jogja Bay Waterpark

Jogja Bay Waterpark

Wisata Jogja Bay Waterpark – Liburan ke Yogyakarta kini makin menyenangkan! Terutama buat kalian yang suka dengan wisata air. Iya, bersiaplah merasakan adrenalin memuncak dengan mencoba sensasi seru di waterpark terbaik dan terbesar di Indonesia. Namanya adalah Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark!

Konon, taman wisata air Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark yang ada di Maguwoharjo, Sleman ini diklaim sebagai yang terbesar, tercanggih dan tentu saja terlengkap di Indonesia. Penasaran seperti apa sih Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark?

Akan sangat wajar saja bila waterpark Jogja Bay ini banyak dinanti dan bakal diserbu para pengunjung. Meskipun baru saja diresmikan pada Minggu 20 Desember 2015 yang lalu oleh Gubernur DIY tapi isu akan kedahsyatannya telah menyebar luas hingga kemana-mana.

Taman wisata Jogja Bay waterpark seluas 7,7 hektar ini lokasinya persis ada di sebelah utara Stadion Maguwoharjo. Jadi sangat mudah menemukan lokasi dari Jogja Bay waterpark ini. Selain itu, untuk memanjakan para pengunjungnya, pihak pengelola setidaknya sudah menyiapkan 19 wahana air yang siap menghibur siapa saja dengan berbagai pengalaman bermain air yang seru.

Dengan semua keseruan yang ada, harga tiket masuk Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark tidak terlalu mahal. Harga tiketnya adalah IDR 60.000 untuk anak-anak dan IDR 90.000 untuk orang dewasa. Untuk anak-anak di bawah usia 2 tahun gratis, sementara dewasa di atas 65 tahun adalah IDR 60.000.

Disebutkan kalau salah satu wahana yang diprediksi akan menjadi rebutan adalah wahana How to survive in tsunami and earthquake. Dalam wahana tadi akan menggambarkan keberadaan tsunami yang ganas. Disini pengunjung akan bisa merasakan betapa derasnya ombak bagaikan tertelan tsunami.

Terdengar berbahaya? Tidak, malah, jangan kuatir sama sekali. Karena semua wahana yang ada di Jogja Bay waterpark ini aman dan telah teruji. Tidak sampai membahayakan jiwa para pengunjungnya. Selain itu disini para pengunjung juga bisa belajar bagaimana atau apa yang harus dilakukan bial terjadi ombak besar.

Untuk tema yang di usung Jogja Bay waterpark ini adalah berkonsep bajak laut. Sebuah tema yang lebih dulu popular di dunia, waterboom di Pulau Bali dan bahkan Orlando, Amerika. Terdengar sangat menarik bukan, daya tari dari waterpark terbesar di Indonesia yang ada di Yogyakarta ini?

Makanya, tak ada salahnya untuk kalian sekali-kali mencoba merasakan rekreasi keluarga bersama dengan orang-orang tercinta. Bermain air bersama di waterpark terbesar di Indonesia. Kalau toh nanti kalian tidak berani mencoba yang extreme, kalian cukup berkubang dan bermain air di pinggir kolam yang tenang saja.

Rute Dan Cara Menuju Ke Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark

Rute ke Jogja Bay Waterpark: Dari kota ambil arah ke Ringroad – UPN – Casagrande – Pertigaan arah Sanata daharma belok kiri – ikuti jalan terus hingga Sanata Dharma – belok kiri lagi. Tinggal sekitar 300 meteran dari sana. Bisa tanya warga setempat kalo masih bingung. (Atau Lihat Lokasi Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark di Google Maps disini)

Jogja Bay Adventure Pirates Waterpark
Jl. Stadion Utama, Maguwoharjo-Depok
Yogyakarta 55281

Agar kunjungan ke waterpark yang ada di Yogyakarta ini makin maksimal, sebaiknya kalian membaca terlebih dahulu beberapa tips berikut:

Sebaiknya jangan merokok di tempat umum karena akan mengganggu pengunjung lainnya. Kalau terpaksa ingin merokok, disediakan tempat khusus untuk perokok disini.
Jika berenang atau bermain air sebainya menggunakan pakaian renang khusus agar lebih nyaman
Gunakan sun block atau tabir surya agar kulit tidak terbakar ketika bermain air
Sebaiknya tidak membawa bekal karena memang tidak diperbolehkan untuk membawa makanan dan minuman dari luar area waterpark.

Harga Tiket Masuk Ke Jogja Bay Waterpark

Tiket masuk ke waterpark ini dibedakan berdasarkan usia. Ada tiket khusus untuk anak-anak, dewasa, dan untuk usia khusus diatas 65 tahun. Sementara itu untuk anak usia dibawah 2 tahun gratis tiket masuk ke Jogja Bay. Untuk harganya sebagai berikut:

Harga tiket Jogja Bay waterpark pada hari biasa:

Dewasa : IDR 90.000
Anak – Anak ( Tinggi dibawah 110cm ) : IDR 60.000
Usia diatas 65 Tahun : IDR 60.000
Usia bawah 2 tahun : Gratis

Harga tiket Jogja Bay waterpark untuk weekend:

Dewasa : IDR 100.000
Anak – Anak ( Tingi dibawah 110cm ) : IDR 75.000
Usia diatas 65 Tahun : IDR 75.000
Usia bawah 2 tahun : Gratis

1 2 3 4