Latest Posts

air

8 Air Terjun di Yogyakarta yang Segar dan Wajib Dikunjungi

8 Air Terjun di Yogyakarta yang Segar dan Wajib Dikunjungi – Wisata Alam diprediksi akan lebih digandrungi oleh wisatawan selama era new normal. Salah satu tempat yang bisa dikunjungi adalah air terjun. Jika kamu sedang berada di Yogyakarta dan ingin berlibur sambil menikmati alam dan mencari udara segar, kamu bisa berkunjung ke 10 air terjun berikut

1. Air Terjun Tlogo Muncar, Kabupaten Sleman

Air Terjun Tlogo Muncar berlokasi di Kaliurang, Kabupaten Sleman. Obyek Wisata Alam (OWA) tersebut sudah menawarkan pemandangan yang menakjubkan bahkan sebelum kamu tiba di air terjun. Sembari menaiki tangga batu dan menembus semak dan hutan, pengunjung akan disambut oleh pepohonan yang masih asri dan merupakan habitat dari monyet ekor panjang satwa asli penghuni Taman Nasional Gunung Merapi.

Terletak pada ketinggian 878 meter dari permukaan laut (mdpl), tidak dipungkiri bahwa tempat wisata tersebut memiliki udara yang sejuk. Jika ingin bermain di bawah air terjun setinggi sekitar 30–45 meter ini, jangan lupa untuk membawa baju ganti.

2. Air Terjun Pantai Jogan, Kabupaten Gunungkidul

Ingin main di pantai namun juga ingin melihat air terjun? Kamu bisa melakukan keduanya di Pantai Jogan yang terletak di Kabupaten Gunungkidul. Lokasi air terjun tersebut tidak terlalu jauh dari tempat parkir kendaraan. Wisatawan hanya perlu menuruni anak tangga untuk mencapainya.

Air tawar akan bercampur dengan air laut di atas pasir putih. Jika kamu sedang berkunjung saat air laut tidak surut, ombak pantai tersebut bisa mencapai air terjun. Sumber air pada air terjun tersebut dikatakan berasal dari perbukitan karst yang berada di bagian utara pantai.

Dengan ketinggian sekitar 12 meter, air terjun tersebut memiliki debit air tawar yang besar pada musim penghujan. Air Terjun Pantai Jogan berlokasi di Dusun Dawet, Kecamatan Tepus.

3. Air Terjun Luweng Sampang, Kabupaten Gunungkidul

Berbeda dengan air terjun lainnya, Air Terjun Luweng Sampang di Jalan Juminahan, Sampang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul terlihat cukup unik. Pasalnya, air terjun tersebut dihiasi oleh bebatuan cadas berwarna putih yang terlihat kontras dengan birunya air.

Selain itu, bebatuan tersebut juga memiliki garis-garis unik yang terbentuk secara alami akibat terkena erosi dari aliran air. Air Terjun Luweng Sampang diapit oleh dua bebatuan cadas yang membuatnya makin menarik. Wisatawan juga bisa duduk sambil menikmati pemandangan dari atas bebatuan tersebut. Waktu terbaik mengunjungi Luweng Sampang adalah pada musim penghujan karena aliran airnya akan cukup besar. Sebaliknya pada musim kemarau, airnya surut.

4. Air Terjun Kedung Pedut, Kabupaten Kulon Progo

Tempat wisata ini lokasinya berdekatan dengan tempat wisata lain, yakni Ekowisata Sungai Mudal dan Air Terjun Kembang Soka.

Usai berkunjung ke dua tempat tersebut, jangan lupa untuk mampir ke Air Terjun Kedung Pedut untuk menikmati sejuknya air yang berasal dari sumber mata air dalam bumi. Pepohonannya yang masih rindang membuat lingkungan tempat wisata makin asri. Berkunjung ke sana untuk melepas penat merupakan hal yang tepat.

Selain berenang di air terjun dan memanfaatkan sejumlah kolam pemandian alami, wisatawan juga ditawarkan beragam spot foto menarik seperti helikopter di tepi kolam pemandian dan hammock. Bagi pengunjung yang ingin menguji adrenalin, mereka bisa memanfaatkan wahana flying fox yang memiliki panjang sekitar 40 meter. Air Terjun Kedung Pedut berlokasi di Banyunganti, Jatimulyo, Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.

5. Air Terjun Sri Gethuk, Kabupaten Gunungkidul

Kawasan wisata Air Terjun Sri Gethuk berlokasi di Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Selain menikmati pemandangan air terjun, wisatawan juga bisa berkunjung ke Goa Rancang Kencana.

Untuk menuju ke lokasi air terjun, wisatawan bisa memanfaatkan fasilitas rakit sambil menikmati pemandangan sekitar. Ada juga fasilitas flying fox yang bisa dinikmati wisatawan dan kegiatan body rafting yang tidak kalah asyiknya untuk dicoba.

6. Air Terjun Lepo, Kabupaten Bantul

Jika ingin berkunjung ke Air Terjun Lepo, lokasinya berada di Dusun Pokoh, Desa Dlingo, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul. Air terjun ini terletak di kaki perbukitan. Hal ini membuatnya memiliki udara serta pemandangan alam yang indah dan cocok bagi wisatawan yang ingin menyegarkan mata.

Kendati pengunjung bisa berenang di kolam alami, namun perlu dicatat bahwa kolam pertama cukup dalam. Alhasil, pengelola tempat wisata menyediakan ban untuk disewa.

Sementara di kolam kedua, anak-anak bisa berenang di sana karena tidak terlalu dalam. Jika ingin melihat air terjun, wisatawan harus turun terlebih dahulu.

Baca Juga : Pasar Jajanan Buka Puasa di Jogja

7. Air Terjun Banyunibo, Kabupaten Gunungkidul

Tempat wisata ini berlokasi di Dusun Batur, Desa Putat, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul dan tidak terlalu jauh dari obyek wisata Gunung Api Purban Nglanggeran. Setibanya di sana, pengunjung harus berjalan sekitar 400 meter dari area parkir untuk melihat keindahan air terjun setinggi kurang lebih 35 meter.

Air Terjun Banyunibo berada di antara perbukitan, hal ini membuatnya memiliki kombinasi pemandangan yang menarik. Mulai dari asrinya perbukitan hijau hingga persawahan. Selain bisa menikmati alam sambil berenang, wisatawan juga bisa menjelajahi kuliner Dusun Kampung Mas Plumbungan atau berburu aneka kerajinan di Dusun Bobung.

8. Curug Pulosari, Kabupaten Bantul

Curug Pulosari terletak di Njurug, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul. Air terjun ini terbilang cukup kecil lantaran tingginya hanya 5-7 meter saja. Kendati demikian, pemandangan alam dan segarnya air yang ditawarkan tidak kalah menarik dari air terjun lain yang lebih tinggi.

Tempat wisata alam ini terbilang cukup tersembunyi. Bagi pengunjung yang ingin menghindari keramaian kota dan menikmati suasana hening, Curug Pulosari adalah pilihan yang tepat. Selain berenang dan menikmati pemandangan alam di gazebo, wisatawan yang ingin memacu adrenalin bisa coba olahraga panjat tebing. Musim hujan merupakan waktu yang tepat untuk berkunjung ke Curug Pulosari ini. Saat musim kemarau, air terjun ini kering kerontang.

Nah itu dia rekomendasi air terjun di Yogyakarta yang wajib anda kunjungi, semoga artikel ini membantu

Pasar Jajanan Buka Puasa di Jogja

Pasar Jajanan Buka Puasa di Jogja – Jogja menjadi salah satu kota yang cukup populer dengan wisatanya yang beragam, Kota Jogja juga sangat populer dengan keunikan dari kuliner-kulinernya.

Biasanya di setiap bulan Ramadan, akan banyak bermunculan pasar kaget yang menjajakan aneka makanan enak yang murah meriah. Seperti di daerah yang berjuluk Kota Gudeg, setidaknya ada 5 pasar ramadhan http://162.214.117.184/ di Jogja yang selalu ramai orang mencari takjil.
Pasar Jajanan Buka Puasa di Jogja
Cari kolak? Ada! Mau makanan berat? Tinggal pilih! Di pasar kaget ramadhan Jogja ini kamu bisa menemukan makanan dengan harga mulai dari Rp1.000,00 aja. Kalau mudik nanti jangan lupa mampir, ya!

1. Pasar Ramadan Jalur Ghaza

Berlokasi dekat Rumah Sakit Wirosaban, ada yang namanya Pasar Ramadan Jalur Ghaza yang bisa jadi tujuanmu saat cari camilan jelang berbuka puasa. Namun kalau mau jajan di sini baiknya kamu jalan kaki aja ya, sebab sepanjang jalan selalu macet, apalagi di jam-jam dekat maghrib.
Tenang, jajanan di sini lengkap banget. Mulai dari minuman menyegarkan seperti sop buah, kolak biji salak yang khas, sampai aneka tempura kesukaan anak-anak.

2. Pasar Ramadan Lembah UGM

Setiap hari Minggu pagi, lembah UGM penuh oleh manusia yang sibuk cari sarapan dan jajanan. Namun saat ramadhan, pasar minggu atau yang dikenal dengan sunday morning UGM ini buka setiap hari saat sore.
Gak kalah lengkap saat buka di pagi hari, kamu bisa menemukan penjual jamur krispi, dimsum, soto ayam, sampai jajanan korea yang hits. Duh, jadi laper!

3. Kampung Ramadan Jogokaryan

Selalu ramai bahkan sampai malam, Kampung Ramadan Jogokaryan wajib nih didatangi saat kamu mudik ke Jogja. Setiap harinya, bisa ada puluhan sampai ratusan pedagang yang menjajakan aneka makanan tradisional sampai yang kebarat-baratan. Nah begitu selesai makan kenyang, kamu bisa langsung sembahyang di Masjid Jogokaryan.

4. Pasar Sore Ramadan Kauman

Gak lengkap kalau mudik ke Jogja tanpa berburu takjil di Pasar Sore Kauman yang legendaris ini. Meski harus masuk gang yang sempit dan berjejalan dengan banyak orang lainnya, justru di sini lah yang bikin rindu. Oh iya, kalau mampir ke pasar ramadan ini jangan lupa cicipi kicak, makanan yang jarang ada selain ramadan.
Menariknya lagi, Pasar Sore Kauman selalu dihiasi secara meriah untuk menyambut para pembeli. Asik banget!

5. Pasar Kotagede

Meski gak seramai Pasar Sore Kauman atau Pasar Ramadan Jogokaryan, kamu yang kangen hangatnya wedang ronde atau makan gudeg pinggir jalan, bisa datang langsung ke Pasar Kotagede yang saat ramadan pun penuh pedagang. Pecel, jajanan pasar, atau gorengan hangat ada di sini!
Eits, beberapa pedagang bahkan juga berjualan jelang sahur, lho. Jadi kamu gak perlu bingung lagi mau sarapan apa dan di mana.

Wisata Jogja yang Dipakai Syuting

Wisata Jogja yang Dipakai Syuting  – Setelah melewati beberapa tahap proses dalam penyaringan,akhirnya kami dapat menyempurnakan artikel yang sudah kami kumpulkan dengan data-data dari sumber yang terpercaya mengenai wisata di Jogja yang pernah dipakai untuk syuting variety show Korea.

Wisata Jogja yang Dipakai Syuting

Selain dikenal sebagai kota pelajar, Yogyakarta juga dikenal dengan destinasi wisatanya yang banyak diminati. Mulai dari wisata di tengah kota seperti Malioboro, Keraton, hingga pantai di ujung Jogja sangat diminati masyarakat dari berbagai daerah.
Keindahan tempat wisata di Jogja juga membuat beberapa pembuat film memutuskan untuk memilih Jogja sebagi lokasi syuting. Mulai dari film nasional hingga acara variety show dari Korea juga pernah syuting di Jogja. Berikut destinasi wisata yang pernah digunakan untuk syuting dan wajib untuk dikunjungi saat ke Jogja.

1. Gereja Sayidan

Sempat viral di media sosial gereja yang satu ini ternyata berada di Sayidan. Gereja ini viral setelah muncul pada video clip lagu milik Virgoun yaitu “Bukti”. Tempat ini menjadi tempat pertemuan Starla dan Hema dalam video tersebut.
Gaya arsitektur yang membuat serasa di luar negeri membuat banyak netizen penasaran dengan gereja tersebut hingga mengunjunginya. Sebelumnya gereja ini tidak terlalu terlihat dari jalanan. Setelah mengalami pemugaran, kini gereja itu terlihat jelas dari jalanan.

2. Candi Ratu Boko

Setelah lama berpisah, Rangga dan Cinta akhirnya dipersatukan kembali di Jogja pada film AADC2 (Ada Apa dengan Cinta 2). Setelah bertemu, mereka mengunjungi berbagai lokasi wisata di Yogyakarta, salah satunya adalah Candi Ratu Boko.
Candi Ratu Boko merupakan reruntuhan sejumlah bangunan purbakala yang letaknya tidak jauh dari Candi Prambanan. Udaranya yang sejuk dan suasananya yang romantis sangat cocok untuk berlibur bersama pasangan seperti Rangga dan Cinta.

3. Punthuk Setumbu

Punthuk Setumbu sebenarnya terletak di Magelang, tidak jauh dari Candi Borobudur. Tetapi jarak Punthuk Setumbu tidaklah jauh dari pusat kota Jogja, hanya sekitar satu jam menggunakan mobil seperti Rangga dan Cinta dalam film AADC2.
Punthuk Setumbu memiliki pesona sunrise yang luar biasa dan jika beruntung Candi Borobudur dapat terlihat di kejauhan. Selain itu, tak jauh dari punthuk setumbu terdapat sebuah Gereja berbentuk Ayam yang juga didatangi Rangga dan Cinta.

4. Desa Wisata Gamplong

Desa Wisata Gamplong merupakan salah satu lokasi syuting dari film Bumi Manusia. Bumi Manusia merupakan film diperankan oleh Iqbal Ramadhan dan Mawar Eva dengan latar cerita di masa lalu. Dapat dilihat dalam film tersebut terdapat bangunan-bangunan klasik yang memanjakan mata.
Desa Wisata ini menyajikan sebuah studio alam ala Hollywood yang sebelumnya digunakan sebagai lokasi syuting film Sultan Agung dan kini telah menjadi destinasi wisata.
Selain itu, di Desa Gamplong juga terdapat museum Bumi Manusia yang merupakan rumah dari Nyai Ontosoroh dan Annelies Mallema dalam novel Bumi Manusia.

5. Waduk Sermo

Jika sudah menonton film Bumi Manusia pasti tahu adegan Iqbal dan Mawar Eva berduaan ditemani para kuda. Pemandangan indah dibelakangnya adalah Waduk Sermo. Waduk ini berada di Kolon Progo, sekitar satu jam dari pusat kota Jogja.
Waduk Sermo memiliki air yang jernih dan pulau kecil di tengahnya. Dikelilingi pepohonan dan rumput yang hijau, waduk yang satu ini sangat cocok untuk camping , terlebih lagi ditemani dengan keindahan matahari terbenam. Sangat cocok untuk melepas kepenatan dari kegiatan sehari-hari.

Rute Bersepeda Asik di Jogja CocoK Untuk Spot Foto

Rute Bersepeda Asik di Jogja CocoK Untuk Spot Foto – Beberapa artikel yang akan kami berikan adalah artikel yang kami rangkum dari sumber terpercaya, berikut ini beberapa artikel yang membahas mengenai rute bersepeda asik di Jogja yang cocok untuk dijadikan spot foto.

Rute Bersepeda Asik di Jogja CocoK Untuk Spot Foto

Rute bersepeda di Jogja memang menjadi primadona tidak hanya bagi penduduk asli kota ini, namun juga bagi para pelancong yang sedang berlibur atau tinggal untuk sementara. Kota Jogja memang menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan baik domestik maupun mancanegara.
Memang, hal tersebut tidak lepas dari Jogja yang terkenal akan berbagai lokasi dan tiap sudut di daerahnya dimana memiliki keunikan dan keindahan tersendiri. Untuk menikmati berbagai keunikan dan keindahan di Jogja, bisa dengan berbagai cara, baik menggunakan kendaraan bermotor atau transportasi umum. Namun, bagaimana jika mencoba berkeliling Jogja dengan sepeda?
Tentunya pengalaman berkililing Jogja dengan bersepeda akan menjadi pengalaman yang unik dan berkesan, karena wilayah-wilayah yang akan dilewati akan lebih banyak, bahkan bisa saja melewat gang-gang sempit yang tidak bisa dilewati kendaraan roda empat. Selain itu, dengan menggunakan sepeda, selain sehat juga akan mengurangi polusi yang kian merusak udara di Jogja.
Nah, ada beberapa rute bersepeda di Jogja yang umum dilalui oleh para ‘goweser’ baik individu maupun perorangan. Rute bersepeda di Jogja yang biasa dilalui juga memiliki suasana yang sejuk dan bebas dari kemacetan. Namun, sangat disarankan jika ingin bersepeda bisa pada jam-jam yang tidak sibuk, atau mungkin di pagi hari. Selain minim asap kendaraan, udaranya juga masih segar.
1. Tugu – Malioboro – Nol Kilometer – Keraton
Rute bersepeda di Jogja ini bisa dimulai dari lokasi yang menjadi ikon kota Jogja, yaitu Tugu. Apabila Anda sedang di Jogja, maka Tugu bisa menjadi titik awal perjalanan bersepeda Anda. Tugu memang berada di tengah dari perempatan. Dan dengan posisi Tugu yang berada di perempatan ini akan memudahkan Anda menebak mana arah mata angin.
Jika dari atah Tugu Anda bisa melihat gunung Merapi maka itu arah utara. Lalu ada stasiun kota Yogyakarta di selatan Tugu. Selanjutnya, di arah barat dapat dilihat dari keberadaan pasar Kranggan yang terlihat jelas dari arah tugu. Dan arah timur dapat dilihat dengan adanya jembatan Kali Code.
Untuk menuju ke Malioboro, Anda bisa menuju ke selatan melewati jalan Mangkubumi. Lalu bisa langsung menyeberangi rel kereta. Dan Anda bisa bersepeda di sekitar kawasan Malioboro serta duduk di trotoar dengan kursi yang sudah disediakan. Setelah itu, Anda melanjutkan perjalanan ke arah selatan yaitu menuju ke Nol Kilometer. Sesampainya di Nol Kilometer, akan terlihat bangunan-bangunan indah seperti Kantor Pos, Bangunan Bank BNI, Museum Benteng Vredeburg, Istana Negara yang bisa Anda jadikan spot untuk berofoto.
Lalu setelah puas berfoto di daerah Nol Kilometer, Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju Keraton. Ketika diperjalanan Anda akan melihat salah satu lokasi wisata yaitu Alun-Alun Lor. Di daerah alun-alun dan Keraton ini terdapat beberapa tempat istirahat berupa cafe dan penjaja makanan ringan untuk mengisi tenaga setelah bersepeda seharian.
2. Plaza Ambarrukmo – Gowok – Jogja Expo Center – Kotagede
Selanjutnya, rute bersepeda di Jogja ini dimulai dari sekitar Plaza Ambarrukmo, lalu ke selatan yaitu menuju arah Gowok. Rute ini mungkin akan membutuhkan bantuan GPS agar tidak tersesat. Sebab ketika memasuki daerah Gowok, jalan yang akan dilalui relative sempit dan masuk ke jalan perkampungan. Memang rutenya sedikit sulit, namun akan sangat menyenangkan. Arahkan GPS Anda menuju arah JEC atau Jogja Expo Center. Di lokasi ini Anda bisa menikmati lokasi parkir dari JEC yang cukup luas untuk berkeliling sebentar.
Lalu, setelah itu Anda bisa menuju ke arah selatan, yaitu ke arah Kotagede. Ketika sampai di Kotagede, Anda bisa berkeliling dan mencari spot foto yang cukup unik dan bersejarah, seperti Masjid Gedhe Mataram atau berfoto di gang-gang kecil pemukiman warga yang memang memiliki tembok unik khas zaman dahulu.
3. Kotagede – Imogiri Timur – Makam Raja
Jika masih belum merasa lelah, maka dari Kotagede Anda bisa melanjutkan perjalanan menuju ke selatan yaitu arah jalan Imogiri Timur. Kondisi jalanan di Imogiri Timur cukup ramai, namun tidak macet. Anda bisa terus saja ke arah selatan hingga menemukan pasar Imogiri. Setelah itu tetap ke selatan mengikuti papan arah yang menuju ke Makam Raja.
Di Makam Raja tersebut dapat dibilang sangat unik, baik dari segi bangunannya maupun sejarahnya. Namun, lebih baik istirahat sebentar, karena untuk naik ke bagian atas dari Makam Raja dibutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Jangan lupa juga untuk mencicipi wedang uwuh khas Imogiri yang bisa menyegarkan dan menghangatkan tubuh Anda.
Tips Hemat Liburan di Jogja

Tips Hemat Liburan di Jogja

Tips Hemat Liburan di Jogja – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut mengenai tips liburan ke Jogja hemat.

Jogja merupakan salah satu destinasi wisata favorit, wisatawan lokal maupun mancanegara silih berganti berdatangan ke kota istimewa ini. Jogja kaya akan destinasi wisata alam hingga kaya akan budaya.
Berbagai suguhan menarik membuat wisatawan tak bosan. Jogja menyuguhkan banyak sekali opsi wisata. Bahkan Kla Project dengan bangganya mempersembahkan lagu berjudul nama kota ini. Membuat setiap wisatawan yang mendengar selalu ingin kembali.
Jogja merupakan salah satu destinasi wisata favorit, wisatawan lokal maupun mancanegara silih berganti berdatangan ke kota istimewa ini. Jogja kaya akan destinasi wisata alam hingga kaya akan budaya.
Berbagai suguhan menarik membuat wisatawan tak bosan. Jogja menyuguhkan banyak sekali opsi wisata. Bahkan Kla Project dengan bangganya mempersembahkan lagu berjudul nama kota ini. Membuat setiap wisatawan yang mendengar selalu ingin kembali.
1. Hindari musim liburan
Jika kamu suka jalan-jalan ala backpacker, kamu tau dong bahwa berlibur di hari kerja adalah pilihan yang tepat. Selain menghindari wisatawan yang membludak, cara ini juga ampuh untuk mencari penginapan yang murah.
2. Menginap di daerah Sosrowijayan atau Prawirotaman.
Sosrowijayan merupakan nama daerah di dekat Malioboro, jika kamu ingin mencari penginapan murah dan dekat malioboro, area sosrowijayan tempat yang tepat. Kamu cukup berjalan kaki dari malioboro untuk mencari penginapan yang cocok untuk kamu.
Kalau Prawirotaman sendiri jaraknya lumayan jauh yaitu 4,5 kilometer dari malioboro. Namun prawirotaman juga menyuguhkan keistimewaannya sendiri. Prawirotaman terkenal akan wisata malamnya, jadi jika kamu ke sana lebih dari jam 10 malam. kamu akan menemukan tempat nongkrong yang ramai akan wisatawan lokal maupun mancanegara. Penginapan disana juga relatif murah.
3. Booking penginapan secara online
Tips agar kamu mendapatkan hotel yang murah dengan fasilitas bagus adalah dengan cara booking hotel jauh hari sebelum atau jika kamu berlibur pada saat hari kerja kamu dapat memanfaatkan ‘last minute booking’ cara ini juga ampuh karena kadang hotel memberikan promo besar jika kamar masih banyak yang kosong.
Maka dari itu kamu harus rajin update harga hotel. Agar kamu mendapatkan hotel yang bagus kamu juga harus cek review dari pengunjung yang pernah datang, tenang saja hotel bagus tidak selalu berarti hotel mahal. Kamu harus teliti membandingkan harga dan kualitas.
4. Jangan ragu cari promo hotel
Pada aplikasi pemesanan hotel juga kadang memberikan penawaran-penawaran menarik. Kamu harus selalu cek promo yang ada pada aplikasi jika ingin booking hotel dengan harga miring.
5. Naik bis/kereta kelas ekonomi.
Menggunakan bis untuk menuju ke Jogja merupakan cara paling murah yang dapat kamu lakukan. Selain bis, kamu juga bisa naik kereta kelas ekonomi. Dengan harga rata-rata Rp 100 ribu, kamu sudah dapat transportasi murah ke Jogja.
6. Manfaatkan teman atau kerabat yang tinggal di Jogja.
Jika kamu punya teman dekat atau kenalan yang tinggal di Jogja jangan segan-segan memberitahu kalau kamu akan berkunjung ke sana. Mungkin saja kamu diajak menginap dirumahnya, lumayan hemat uang penginapan. Atau setidaknya dia bisa memberitahu tempat wisata dan tempat makan yang murah. Segala macam bantuan dari ‘orang dalam’ akan senantiasa mempermudah liburan kamu.
7. Bawa kendaraan pribadi
Kamu akan lebih menghemat perjalanan jika kamu membawa kendaraan sendiri. Dengan membawa kendaraan sendiri kamu bisa mengurangi biaya transportasi bis/kereta dan kendaraan umum lainnya, lebih hemat bukan?. Tapi dengan syarat kamu harus pastikan kendaraan kamu dalam keadaan baik-baik saja agar tidak menghambat perjalanan.
1 2 3 28